Nasib Tour Bentukan Greg Norman di Ujung Tanduk

Kabar tidak sedap soal LIV Golf mengemuka. Tour yang dibentuk Greg Norman pada 2021 tersebut kini berada dalam kondisi limbung setelah penyandang dana utama memutuskan tidak melanjutkan komitmennya. 

LIV Golf baru saja menyelesaikan kompetisi dalam catur wulan pertama. Akhir April kemarin, tepatnya tanggal 29, beredar kabar Public Investment Fund (PIF) memutuskan untuk menarik pendanaan di akhir musim 2026. 

Sports Business Journal yang pertama mengembuskan kabar tidak sedap ini. Media yang bermarkas di Charlotte, North Carolina, AS, ini melaporkan bahwa Yasir Al-Rumayyan, Ketua PIF, yang turut meluncurkan LIV bersama Greg Norman pada 2021, akan mengundurkan diri dari jabatannya di liga tersebut. Melalui juru bicaranya, PIF mengatakan hanya akan mendanai LIV hingga akhir musim 2026 ini.

“Investasi besar yang dibutuhkan oleh LIV Golf dalam jangka panjang tidak lagi sejalan dengan strategi investasi PIF saat ini dari. Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan prioritas investasi PIF dan dinamika makro saat ini. Dewan Direksi LIV Golf telah membentuk komite direktur independen untuk mengevaluasi alternatif strategis untuk masa depannya di luar cakupan pendanaan LIV.”

Berita tersebut dalam satu hari itu bergulir bak bola es yang semakin membesar. Petinggi LIV Golf pun dikabarkan telah mengumumkan secara resmi kepada para staf dan pemain soal PIF yang enggan lagi melanjutkan komitmennya untuk mendanai LIV Golf League. 

Credit Photo: Mateo Villalba/LIV Golf.

Sebelum berita PIF menghentikan suntikan dana, LIV baru mengumumkan penundaan event LIV Golf New Orleans yang sedianya bakal berlangsung pada 25–28 Juni di New Orleans pada 28 April. Penundaan ini diputuskan dengan pertimbangan kondisi cuaca yang extreme heat, jadwal Piala Dunia yang sedang berlangsung, dan ada kebutuhan perbaikan infrastruktur yang mendesak. Namun, ketika kabar firma yang mengelola dana kekayaan kerajaan Arab Saudi ini muncul, berbagai spekulasi yang mengait-ngaitkan penundaan LIV Golf New Orleans dengan kondisi keuangan LIV Golf yang mulai seret. 

Jika merujuk ke belakang lagi, sinyal PIF lepas dari LIV Golf sudah terlihat dua pekan sebelum pengumuman resmi itu. PIF merilis fase berikutnya dari strategi investasinya hingga tahun 2030, yang mengubah prioritas pengeluaran domestik kerajaan dan mengurangi investasi internasionalnya. LIV Golf sama sekali tidak disebutkan dalam strategi itu, padahal PIF Saudi telah menanamkan investasi lebih dari US$5 miliar ke liga tersebut sejak diumumkan pada 2021.

Tekanan geopolitik juga turut berperan dalam keputusan PIF. Pemerintah Arab Saudi merasakan sumber pendapatan utamanya, minyak, anjlok drastis akibat dampak blokade Iran di Selat Hormuz, dengan ekspor turun dari 10,4 juta barel per hari menjadi 7,25 juta barel per hari. Kondisi ini terjadi beberapa pekan sebelum PIF merilis strategi investasinya. Perang AS-Iran di Selat Hormuz memperburuk kondisi ekonomi negara-negara di seputar kawasan itu. 

Credit Photo: LIV Golf.

Sementara itu, meski telah mendapat suntikan dana US$5 miliar dari PIF, LIV Golf League yang awal dibentuk untuk bersaing dengan PGA Tour dilaporkan terus merugi sejak diluncurkan pada 2022. Tour tersebut dianggap gagal menarik pemirsa televisi yang signifikan, terutama di AS, di mana liga tersebut awalnya disiarkan di CW Network sebelum menandatangani kesepakatan dengan Fox. Rating penontonnya sangat rendah, dan terus menurun.

Sejumlah pemain bintang direkrut ke LIV Golf League dengan tawaran kontrak yang menggiurkan. Mereka adalah Phil Mickelson, Dustin Johnson, Bryson DeChambeau, dan Jon Rahm. Dari sekian event yang bergulir di setiap musimnya, tidak banyak yang meraih kesuksesan seperti di Australia dan, baru-baru ini, pada musim ini di Afrika Selatan. Kembalinya Anthony Kim dan kemenangannya pada akhirnya sempat menjadi perbincangan hangat awal tahun ini tidak membuat image liga tersebut berubah menjadi sukses. LIV Golf dinilai gagal menarik minat yang signifikan.

Meski demikian, petinggi LIV Golf berupaya untuk mempertahankan eksistensi liga dunia tersebut. LIV Golf telah mengumumkan bahwa mereka telah menunjuk bankir investasi Gene Davis dan Jon Zinman ke dalam dewan direksi untuk “membantu memandu liga melalui fase berikutnya” sehari setelah kabar PIF menarik diri dari LIV, tepatnya 30 April. 

Davis menjabat sebagai ketua dan CEO PIRINATE Consulting Group yang berspesialisasi dalam “manajemen pemulihan, konsultasi merger dan akuisisi, restrukturisasi, serta layanan penasihat strategis”, sedangkan Zinman adalah pendiri dan anggota pengelola JZ Advisors, yang memiliki “keahlian dalam mendorong transformasi keuangan dan operasional bagi perusahaan yang tengah menjalani reorganisasi kompleks. Hal itu disampaikan dalam rilis terbaru LIV golf. 

Sambil mencari mitra keuangan baru, LIV telah menonjolkan peningkatan pendapatan, sponsor, dan penjualan tiket dari tahun ke tahun. Liga ini berkomitmen pada model tim dan sedang meninjau opsi untuk penjualan saham tim.

Credit Photo: Charles Laberge/LIV Golf.

Yang pasti, tugas Chief Executive Officer (CEO) Scott O’Neil menjadi lebih berat. Adanya perubahan dalam pendanaan liga pasca-LIV menjadi tantangan O’Neil. Kini, keahlian manajemennya benar-benar diuji dalam beberapa bulan ke depan. 

Pasca-PIF, O’Neil harus menyiapkan LIV Golf sebagai badan yang mandiri secara finansial. Pengalamannnya sebagai Senior Vice President di National Basketball Association (NBA) periode 2000-2008; Presiden Madison Square Garden Sports yang mengawasi operasional harian tim basket New York Knicks dan tim hoki es New York Rangers; CEO Harris Blitzer Sports & Entertainment (HBSE) yang sukses mengelola portofolio investasi olahraga bernilai tinggi, termasuk mendongkrak nilai franchise tim NBA Philadelphia 76ers dan tim NHL New Jersey Devils hingga memiliki profit lebih dari US$2 miliar; hingga CEO Merlin Entertainments, sebuah perusahaan hiburan dari Inggris yang mengoperasikan lebih dari 140 atraksi wisata di 23 negara, tentunya menjadi nilai tambah bagi O’Neil bahwa dirinya punya kemampuan untuk “menyelamatkan” LIV Golf League.

Namun, tugas O’Neil bagaikan sosok Bandung Bondowoso dalam kisah rakyat Roro Jongrang yang dipaksa membangun 1.000 candi dalam satu malam. Menurut Reuters, LIV Golf sedang gencar mencari investor baru dengan target suntikan modal hingga mencapai US$250 juta untuk dana operasional jangka panjang di luar tahun ini.  

Bloomberg bahkan telah menyebutkan bahwa LIV dikabarkan telah mulai mempersiapkan langkah-langkah awal untuk kemungkinan pengajuan kebangkrutan di AS pada akhir musim ini.  Agustus ataupun September nanti, nasib LIV Golf League akan dipastikan. 

Selamatkah LIV Golf dari ujung tanduk?

Share with

More News

Kompleksitas Perawatan Rumput Lapangan Golf Dibandingkan Lapangan Bola

Luke & Reicherin Juarai OJAO 2026

Rory McIlroy Tampil dengan Green Jacket, Reuni Bareng Tim Ryder Cup Eropa di Wimbledon

Perang Para Juara! AGI Satukan Kampiun Mid-Amateur dalam The Champion of Champions

Digital Edition

COVER JUN-JUL 2026
Juni - Juli 2026

Perjamuan Dua Major Tersulit Musim 2026

APR-MEI 2026-OUTLINED DIGITAL-PAGE-1_page-0001
April - Mei 2026

Kisah AK: Terpuruk, Bangkit & Berjaya

COVER FEB MAR 2026
Februari - Maret 2026

Pertarungan Antara Prestasi dan Cinta

Cover DES-JAN 2026
Desember 2025 - Januari 2026

Golf Dunia dalam Genggaman Wanita 22 Tahun