Setelah sukses melahirkan para juara di berbagai seri sepanjang empat musim terakhir, Amateur Golfers Indonesia (AGI) kini mempertemukan mereka di satu panggung bergengsi. Bertajuk The Champion of Champions AGI Mid-Amateur Series, turnamen ini akan digelar di Gading Raya Golf Club pada 7–9 Juli 2026 sebagai ajang penentuan siapa yang layak menyandang predikat terbaik di antara para juara.
Hanya para juara yang berhak tampil di panggung ini. Seluruh kampiun AGI Mid-Amateur Series musim 2023 hingga 2026 akan kembali bertemu untuk memperebutkan Piala Bergilir Ketua Umum AGI dan hadiah uang tunai. Namun, yang dipertaruhkan bukan hanya gelar juara. The Champion of Champions menjadi simbol lahirnya tradisi kompetisi yang memberikan penghargaan bagi konsistensi, prestasi, sekaligus membuka jalan menuju level yang lebih tinggi.
AGI juga tengah mempersiapkan program yang akan membuka peluang bagi para juara untuk tampil di berbagai turnamen Asia-Pacific Golf Confederation (APGC) di sejumlah kawasan dunia. Program tersebut diharapkan menjadi jembatan bagi para pegolf Indonesia untuk mengukur kemampuan sekaligus bersaing di tingkat internasional.

Ketua Umum AGI, Djonnie Rahmat, mengatakan turnamen ini merupakan wujud komitmen AGI dalam menghadirkan ekosistem kompetisi yang berkelanjutan.
“Visi AGI adalah memajukan golf Indonesia. Karena itu, kami terus menghadirkan inovasi agar para pegolf amatir memiliki semangat bertanding dan jiwa kompetisi yang tinggi. Setelah melahirkan juara di setiap seri, kini kami mempertemukan mereka dalam satu ajang untuk menentukan yang terbaik di antara para juara. Itulah semangat di balik turnamen ini,” ujar Djonnie.
Persaingan dipastikan berlangsung sengit. Sejumlah nama yang selama ini menjadi langganan podium akan kembali unjuk kemampuan. Di sektor putra hadir Alit Jiwandana, Andrey Dimitri, Angki Trijaka, Muhammad Luthfi Haiban, dan Muhammad Ridwan. Sementara di sektor putri, persaingan akan diramaikan oleh Hannemas Pangestu, Park Jieun, Julia Park, dan Tomomi Ishihara.
Bagi AGI, penyelenggaraan The Champion of Champions bukanlah tujuan akhir, melainkan bagian dari langkah besar untuk membangun sistem pembinaan yang mampu membawa pegolf Indonesia ke level yang lebih tinggi.
Selama beberapa tahun terakhir, AGI terus menunjukkan kiprahnya dalam mengembangkan golf amatir nasional. Salah satu pencapaian terbesarnya adalah keberhasilan menyelenggarakan APGC Mid-Amateur Championship, yang mendapat apresiasi tinggi dari APGC hingga Indonesia kembali dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan berikutnya.
“Kepercayaan itu menjadi bukti bahwa kualitas penyelenggaraan turnamen di Indonesia telah diakui di tingkat internasional. Kami ingin terus menghadirkan kompetisi yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga mampu melahirkan atlet-atlet yang siap bersaing di panggung dunia,” kata Djonnie.

Komitmen tersebut turut dirasakan para atlet. Salah satunya, Alit Jiwandana yang menilai AGI berhasil menghadirkan kompetisi dengan arah pembinaan yang jelas.
“Saya sangat mengapresiasi apa yang telah dibangun oleh AGI. Apa pun yang AGI lakukan, saya akan berusaha memberikan dukungan penuh. Syukurnya, para sponsor saya juga masih melihat AGI sebagai penyelenggara event yang kompetitif dan berorientasi pada prestasi, sehingga menjadi ajang yang sangat baik untuk menunjang proses pembinaan saya sebagai seorang atlet,” ujar Alit.
Rencana AGI untuk memberikan kesempatan kepada para juara untuk tampil di berbagai ajang APGC juga menjadi kabar yang disambut antusias oleh para pemain.
Menurut Alit, biaya untuk mengikuti turnamen internasional sering kali menjadi tantangan terbesar bagi pegolf amatir. Karena itu, dukungan berupa tiket pesawat dan akomodasi akan menjadi dorongan besar bagi para atlet untuk terus berprestasi.
“Program ini menjadi motivasi besar bagi para pemain untuk tampil konsisten sepanjang musim. Selain menjadi bentuk penghargaan atas prestasi, kesempatan tersebut juga membuka peluang lebih besar bagi pegolf Indonesia untuk bersaing dan meraih prestasi di level internasional,” tuturnya.

Tak hanya aktif menggelar kompetisi nasional, AGI juga terus memperluas kontribusinya di tingkat internasional. Organisasi ini turut berperan menghadirkan Makassar Amateur Golf International Championship (MAGIC), mulai dari penyusunan konsep hingga menghadirkan peserta dari berbagai negara.
Kepercayaan terhadap kapasitas AGI sebagai penyelenggara turnamen berkualitas pun terus meningkat. Setelah sukses menggelar berbagai kejuaraan nasional dan internasional, AGI kembali dipercaya menjadi penyelenggara South Sulawesi Amateur Open (SSAO) yang akan berlangsung pada September mendatang.
Melalui The Champion of Champions, AGI ingin menegaskan bahwa sebuah turnamen bukan sekadar tentang menentukan pemenang. Lebih dari itu, kompetisi ini menjadi bagian dari perjalanan membangun prestasi, memperkuat mental juara, serta membuka jalan bagi semakin banyak pegolf Indonesia untuk melangkah dan mengharumkan nama bangsa di panggung golf internasional.



