Riviera Country Club menunjukkan wujud aslinya sebagai lapangan yang sulit pada putaran kedua U.S. Women’s Open 2026. Putaran yang berlangsung pada Jumat (5/6) kemarin menunjukkan ketangguhan lapangan golf yang telah berusia 100 tahun tersebut. Dari 156 pegolf yang bertanding pada hari kedua tersebut, hanya 9 pemain yang berhasil mencetak skor under-par. Namun, hanya 2 yang mampu mengukir skor tanpa bogey pada putaran kedua yang menentukan ini.
Salah satunya adalah Ruoning Yin (CHN). Mantan pegolf No. 1 Dunia ini harus bersusah payah mempertahankan skornya agar tidak drop. Dua birdie yang dicetak di hole 3 dan 11 sudah cukup membawanya ke puncak klasemen dengan total 138 (4-under). Meski berhasil menjaga skornya bersih dari bogey, pegolf berusia 23 tahun tersebut dengan nada setengah bercanda menyebut Riviera (adalah lapangan) “pasif-agresif”.

“Aku suka sekali,” kata Yin, seperti dikutip AP. “Aku selalu bilang, semakin sulit (lapangannya), semakin bagus.”
Yin mencatatkan skor 69 untuk kedua kalinya berturut-turut di kota yang sama–tempat ia meraih kemenangan pertamanya di LPGA Tour pada 2023, beberapa bulan sebelum ia menjuarai Women’s PGA Championship. Ia finis di peringkat keempat bersama beberapa pemain lain pada U.S. Women’s Open tahun lalu di Erin Hills.
Yin tidaklah sendiri di puncak klasemen. Alison Lee (USA) menyusul ke papan atas setelah berhasil mencatatkan skor 68 (3-under) pada Jumat, setelah sebelumnya meraih skor 70 (1-under) pada putaran pembuka. Lee bahkan bisa memberikan kisah yang mengharukan dalam sejarah event major yang berusia 80 tahun ini jika ibu dari bayi berusia 13 bulan ini bisa bertahan di puncak leaderboard hingga putaran akhir nanti.

Lee memiliki kesempatan untuk bergabung dengan Susie Maxwell Berning (1972-73) dan Juli Inkster (1999, 2002) sebagai pegolf sekaligus ibu yang pernah mengangkat trofi (U.S. Women’s Open) Harton S. Semple. Pegolf berusia 31 tahun tersebut melahirkan seorang putra, Levi, pada 25 April tahun lalu, yang membuatnya tidak bisa bermain di U.S. Women’s Open Erin Hills.
“Bisa menang di tempat yang bisa dibilang halaman belakang rumahku sendiri, tempat aku dibesarkan, pasti bakal keren banget,” kata Lee. “Aku enggak mau terlalu berharap dulu… tapi kalau kamu bilang ke aku di awal minggu ini bahwa aku bakal berada di posisi ini, mungkin aku bakal nangis.”
“Aku nggak akan bohong, ini benar-benar berat,” kata Lee, yang belum pernah memenangi 1 gelar pun di LPGA sejak 2014. “Aku sudah melewati beberapa fase, beberapa masa sulit, kalau mau disebut begitu, dalam karierku, bahkan sejak aku masih berusia 15 tahun. … apa pun yang kulakukan, sekeras apa pun aku berlatih, semuanya tetap enggak berjalan sesuai keinginanku.”

Perjuangan Lee, dan juga Yin, tidak akan mudah di 2 putaran selanjutnya. Enam pegolf masih mengincarnya di moving day pada Sabtu (6/6) ini, termasuk di antaranya adalah juara U.S. Women’s Open 2015 dan 2 gelar major lainnya In Gee Chun (KOR), juara Women’s British Open Hinako Shibuno (JPN), juara U.S. Women’s PGA Championship 2020 Sei Young Kim (KOR), dan juara Chevron Championship Jennifer Kupcho (AS), yang sempat memimpin puncak klasemen pada putaran pertama U.S. Women’s Open 2026. Dua pemain lainnya adalah Gaby Lopez (MEX) dan Hyunjo Yoo, yang sama-sama di T3 dengan 3-under.

Turnamen major berhadiah total US$12 juta tersebut menyisakan 68 pegolf yang akan bertanding di 2 putaran akhir. Batas cut yang ditetapkan pada 146 (4-over) menguburkan harapan 88 pegolf lainnya untuk lolos ke putaran berikutnya. Beberapa nama pegolf top yang gagal lolos cut di antaranya adalah para mantan pegolf No. 1 Dunia: Lydia Ko (NZL), Lilia Vu (USA), dan Yani Tseng (TPE).



