Dalam 8 tahun terakhir ini R&A dan USGA telah menelaah berbagai cara untuk mengatasi jarak pukulan yang sangat jauh yang dapat dihasilkan oleh para pemain modern, seperti Rory McIlroy dan Scottie Scheffler, terutama pada pukulan tee mereka. Akhirnya, ada solusi—setidaknya menurut dua badan golf amatir dunia itu– dengan memperkenalkan aturan baru yang akan mewajibkan para pemain profesional papan atas untuk menggunakan bola yang diproduksi sesuai spesifikasi baru yang membatasi jarak (terbang bola).
Aturan perubahan Overall Distance Standard (ODS) bola-bola baru ini direncanakan akan diterapkan pada 2028. Dengan penerapan aturan ini, jarak pukulan diperkirakan akan berkurang sekitar 15 yard sebagai akibat dari perubahan ODS tersebut. Sementara, pegolf rekreasional tidak akan banyak terpengaruh karena swing mereka yang lebih lambat.
Kini perubahan apa pun dalam dunia golf elite tidak akan berlaku sebelum 2030 dan tidak akan ada penerapan bertahap terhadap peraturan baru. PGA dan DP World Tour menyambut baik penundaan tersebut dengan menunjukkan dukungan terhadap penerapan pada satu tanggal yang sama di seluruh dunia golf.

R&A dan USGA membuka kembali “diskusi konstruktif” tentang jarak itu. Diskusi tersebut itu pun melibatkan para petinggi dari PGA dan DP World Tours serta anggota Dewan Penasihat Pemain PGA Tour.
Pernyataan bersama R&A dan USGA menyebutkan bahwa pertemuan-pertemuan tersebut mengakui bahwa jarak pukulan terus meningkat di level elit dan menyadari adanya “kekhawatiran dari para penyelenggara tur bahwa pendekatan pengujian ODS yang diperbarui mungkin tidak akan mencapai hasil yang diinginkan”.
Meskipun proses ini belum kembali ke titik awal, ini jelas masih jauh dari kata “selesai” dan “memuaskan” industri golf secara keseluruhan. Batas waktu barunya adalah tahun 2030, meskipun masa konsultasi yang panjang telah berlalu.
“Hal ini menciptakan rasa urgensi bagi semua pihak,” kata Mike Whan, kepala eksekutif USGA, seperti dikutip BBC.
“Ini bukanlah upaya delapan tahun lagi. Kita perlu segera menanganinya dan melakukannya dengan rasa urgensi.”

Dua badan amatir dunia itu mempertimbangkan opsi-opsi lain, di antaranya adalah memberlakukan batasan tambahan pada spesifikasi bola, serta meninjau aspek-aspek lain dari peraturan peralatan untuk mencoba membatasi jarak pukulan.
“Kami telah mencoret tahun 2028 dari daftar. Kami mempertahankan tahun 2030,” kata Whan. “Jadi, ketika kita membicarakan pendekatan lain, kita ingin melakukannya dengan cepat—artinya, jika kita akan melakukan sesuatu selain tahun 2030 atau sebagai tambahan atas tahun 2030, kita perlu mengetahuinya secepat mungkin.”
Para pemegang keputusan soal rule ini meyakini bahwa jarak yang semakin jauh dalam pertandingan tingkat elite—di mana pukulan drive sering kali melesat hingga 350 yard—telah membuat lapangan golf bersejarah menjadi usang dan menjadikan permainan ini satu dimensi. Para pegolf papan atas dapat mengatasi hole par 4 yang sebelumnya dianggap sulit hanya dengan satu pukulan drive dan pukulan wedge jarak pendek, sedangkan sebagian besar hole par 5 dapat dicapai dengan mudah hanya dengan dua pukulan yang bertenaga.
Satu putaran terasa memakan waktu lebih lama karena para pemain harus berjalan lebih jauh. Kemudian, tee baru dibuat lebih mundur agar memperpanjang jarak ke hole. Karena itu, USGA, R&A, PGA TOUR, dan DP World Tour terus berkomitmen untuk memastikan kesehatan permainan ini. Aturan pembatasan terbang bola merupakan upaya dari komitmen tersebut.



