Wire-to-Wire & Sejarah Baru di Shinnecock Hills

Meraih trofi U.S. Open dengan berhasil menaklukkan course setup-nya adalah sebuah kemenangan luar biasa dengan mengatasi tekanan mental dalam kompetisi major yang bergengsi. Namun, bisa menjuarai U.S. Open dengan wire-to-wire adalah satu hal langka yang tidak semua pemenang bisa melakukannya.

Dari 125 edisi U.S. Open, hanya 8 pegolf yang mampu merengkuh prestasi langka itu. Sebagian besar nama tersebut di antaranya adalah para legenda olahraga ini, seperti Tiger Woods (2 kali), Rory McIlroy, Ben Hogan, dan Walter Hagen.

Credit: Dustin Satloff/USGA

Kini jumlah itu bertambah menjadi 9 setelah Wyndham Clark sukses menjuarai the 126th U.S. Open pada Minggu kemarin. Clark mewujudkannya dengan perjuangan yang luar biasa.

Memulai putaran akhir dengan keunggulan 6 pukulan, Clark tidak hanya menghadapi tantangan lapangan yang menyulitkan, tetapi juga berhadapan dengan rekan satu grupnya–pegolf No. 1 Scottie Scheffler, yang sedang dalam misi melengkapi karier Grand Slam di event kali ini. Ditambah lagi, tekanan penonton yang mengelu-elukan Scheffler untuk menjadi juara di event kali ini.

Credit: Logan Whitton/USGA

Di front nine, Clark tampak seperti akan melepaskan peluang juaranya dalam tekanan event major. Bogey dalam 7 hole pertamanya menguatkan fakta itu. Menyelesaikan sembilan hole pertama, Clark telah mengumpulkan total 4-under. Satu pesaingnya, Sam Burns, bahkan telah menebarkan ancaman dengan 3-under.

Clark sebenarnya sempat bernafas lega setelah berhasil memasukkan birdie dari putt panjang 7,5 meter di hole 16. Total 5-under sedikit mengamankan posisi Clark dengan 2 hole tersisa. Sayang, pegolf AS berusia 32 tahun tersebut justru membuat bogey di hole 17 par 3 setelah di 3 putaran sebelumnya bisa menyelesaikannya dengan par. Namun, Clark berhasil menunjukkan semangat pantang menyerah sehingga berhasil menuntaskan 2 putt di hole 18 dengan nilai par. Hasil memastikan kemenangan Clark dengan selisih satu pukulan atas Burns.

Sam Burns, credit: John Mummert/USGA

“Astaga. Permainan golfku dua hari terakhir ini benar-benar buruk,” kata Clark, “tapi putter dan permainan jarak dekatku membuatku tetap bertahan. Bisa memasukkan semua putt itu dengan putter Ping kesayanganku sungguh luar biasa.

“Tapi sejujurnya, intinya hanyalah percaya bahwa hal-hal baik akan terjadi dan bahwa kamu akan berhasil memasukkan pukulan putt itu, dan untungnya, pukulan-pukulan yang harus aku masukkan, berhasil aku lakukan.”

Pegolf asal Colorado, AS, yang menjuarai U.S Open untuk pertama kalinya pada 2023 ini, menutup putaran final dengan 73 (3-over). Ia memenangi U.S. Open edisi ke-125 dengan total 276 (4-under), menyamai perolehan Retief Goosen (RSA) ketika memenangi U.S. Open 2004 yang juga diadakan di Shinnecock Hills.

Tom Kim, credit: Jeff Haynes/USGA

Tidak hanya menang dengan wire-to-wire, Clark menorehkan sejarah baru U.S. Open di lapangan golf karya William Flynn yang berusia 134 tahun tersebut. Sebelumnya, tidak ada satu pun pemimpin klasemen setelah 36 hole di ajang U.S. Open mana pun yang digelar di Shinnecock Hills yang berhasil menorehkan namanya di trofi. Nama-nama besar, seperti Greg Norman (1986 dan 1995), Phil Mickelson (2004), dan Dustin Johnson (2018), sempat memimpin leaderboard kala itu. Namun, mereka gagal memenangi trofi. Kini, Clark menjadi orang yang pertama mengubah sejarah tersebut.

Burns berada di peringkat runner up dengan 3-under, sedangkan Tom Kim menduduki posisi ketiga dengan 1-under. Scheffler harus puas di T4, bersama J.T. Poston (USA) dan Keith Mitchell (USA). Bagi Scheffler, ini menjadi kegagalan ke-12-nya dalam 5 bulan terakhir setelah terakhir kali menang di American Express pada 24 Januari lalu.

Scottie Scheffler, credit: Logan Whitton/USGA

“Saya selalu menjadi orang yang suka tahu posisi saya di turnamen ini,” kata Scheffler. “Berada di grup terakhir bersama pemain yang sedang Anda kejar selalu menjadi posisi yang bagus. Menurut saya, itu lebih baik daripada berada beberapa grup di depan.

“Memenangi event major itu sangat sulit. Wyndham memulai dengan keunggulan enam pukulan. Itu memang sulit. Lapangan golfnya sulit. Sulit untuk memenangkan turnamen-turnamen golf seperti ini.

“Dia menunjukkan ketangguhan di akhir putaran. Dia membuktikan kemampuannya di sana dengan birdie yang luar biasa di hole 16. Saya tidak tahu apakah ‘kemampuan bertahan’ adalah kata yang tepat, tapi dia adalah pemain yang sangat underrated dalam hal scrambling. Saya rasa Anda melihat banyak hal itu hari ini di beberapa situasi di mana dia berada dan mampu membuat par.”

Credit: Chris Keane/USGA

Juara U.S. Open 2026 mendapatkan:

Medali Jack Nicklaus.

Hak menyimpan trofi U.S. Open setahun.

Cek senilai US$4.5 juta.

Exemptions untuk 10 U.S. Open ke depan.

Invitation untuk 5 Masters Tournaments, Open Championships, dan PGA Championships berikutnya.

Namanya terukir dalam Plakat Juara USGA 2026 yang akan dipajang di Museum & Perpustakaan USGA di Liberty Corner, N.J.

Share with

More News

U.S. Open 2026: Selangkah lagi, Wyndham Clark Raih Trofi Kedua

U.S. Open 2026: Kukuh di Puncak Klasemen, Wyndham Clark Berupaya Dobrak Mitos

U.S. Open 2026: Putaran 1 tidak Finis, Wyndham Clark Sementara Memimpin

High Level Competition Bergulir Akhir Juni Ini

Digital Edition

COVER JUN-JUL 2026
Juni - Juli 2026

Perjamuan Dua Major Tersulit Musim 2026

APR-MEI 2026-OUTLINED DIGITAL-PAGE-1_page-0001
April - Mei 2026

Kisah AK: Terpuruk, Bangkit & Berjaya

COVER FEB MAR 2026
Februari - Maret 2026

Pertarungan Antara Prestasi dan Cinta

Cover DES-JAN 2026
Desember 2025 - Januari 2026

Golf Dunia dalam Genggaman Wanita 22 Tahun