Salip di Back Nine, Suteepat Rebut Gelar Juara

Suteepat Prateeptienchai berhasil membalikkan keadaan. Tertinggal tujuh pukulan dari sang leader Lloyd Jefferson Go (PHI) yang memimpin dengan 19-under par, pegolf Thailand itu mengakhiri permainannya di putaran akhir BNI Ciputra Golfpreneur Tournament ADT 2022, dan merengkuh gelar juara. Suteepat mengumpulkan skor total akhir 267 (21-under).

Hingga hole 8, Lloyd sebenarnya makin mendekati gelar juara impiannya usai mencetak 2 birdie—yang menambah perolehan under-nya menjadi 21. Suteepat yang berada satu grup di depan Lloyd baru mengoleksi 15-under.

Namun, back nine menjadi bukti keberhasilan Suteepat dalam mengejar defisit pukulan. Enam birdie dibukukan pegolf berusia 29 tahun itu. Skor 21-under (63, 9-under di final round) mengangkatnya ke puncak. Jefferson yang membutuhkan eagle untuk memaksa pegolf Thailand itu ke babak play-off gagal memanfaatkan peluangnya. Birdie di final hole hanya mampu menempatkan pegolf Filipina itu ke posisi runner up—bersama dua rekan satu grupnya, Chonlatit Chuenboonngam (THA) dan Paul San—dengan 268 (20-under).

“Salah satu kunci kesuksesan saya adalah karena putting saya sangat bagus hari ini.  Kemenangan ini adalah titel pertama saya di ADT. Trofi ini saya persembahkan untuk orang tua dan semua orang yang mendukung saya,” kata Prateeptienchai.

George Gandranata Raih Trofi Pegolf Terbaik Indonesia

Sementara itu, persaingan tiga pegolf Indonesia–Syukrizal, Kevin C. Akbar, dan George Gandranata, dalam meraih trofi pegolf terbaik Indonesia, berakhir dengan keberhasilan George. Pegolf berusia 36 tahun ini mencetak skor 67 (5-under), dan mengumpulkan skor 276 (12-under).

Hasil tersebut menempatkan George di posisi T14, dan mengungguli kedua rekannya itu dengan dua pukulan. George yang baru tampil setelah isolasi mandiri akibat positif Covid-19 ini cukup terkejut dengan performanya itu.

“Saya sendiri merasa surprise dengan hasil akhir ini. Penampilan saya hari ini bagus sekali. Awalnya target saya sebenarnya cuma bisa selesaikan 72 hole karena kondisi kesehatan saya belum pulih benar. Saya mendapat banyak kesempatan membuat birdie. Saya tidak terlalu mengejar hasil bagus, hanya setia pada kesempatan membuat birdie, ya saya coba manfaatkan sebaik-baiknya,” kata George.

Karena Covid ini, George tidak berlatih golf sama sekali selama dua minggu terakhir sebelum Ciputra Golfpreneur. Ia bahkan sempat ragu, apakah jadi atau tidak mengikuti turnamen ini. Namun, keputusannya untuk tampil ternyata berakhir positif.

 

Share with

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on email

More News

Perang Bintang di Bangkok

Indonesian Masters di Pusaran Kompetisi Elite

Hat-Trick bagi Suteepat

Dominasi Para Pegolf Thailand di Papan Atas

Digital Edition

October - November 2022

Keputusan Berani Smith

Manifestasi Mimpi 3 Dekade
August - September 2022

Manifestasi Mimpi 3 Dekade

Major Selanjutnya Master Scottie?
June - July 2022

Major Selanjutnya Master Scottie?

Dunia Mengakui The Goat
April - May 2022

Dunia Mengakui The Goat