Perak Individual Pertama dalam 21 Tahun

Tim nasional golf Indonesia berhasil membawa pulang dua medali, perak dari nomor individual dan perunggu dari beregu putra. Jika perunggu merupakan yang ketiga kalinya untuk beregu putra, perak di nomor individual putra merupakan yang pertama dalam 21 tahun terakhir.

 Ketika lima nama wakil Indonesia yang akan bertarung di SEA Games 2021 Vietnam diumumkan, hanya dua nama pegolf alumnus SEA Games yang tersisa, yaitu Naraajie Emerald Ramadhan Putra (putra) dan Ida Ayu Melati Indira Putri (putri). Tiga nama lain, seperti Randy Arbenata Muhamad Bintang, Amadeus Susanto Christian (putra), dan Holly Victoria Halim (putri), adalah para pemain debutan di pesta olahraga dua tahunan tersebut.

Kelima nama tersebut merupakan hasil seleksi di empat turnamen Elite Amateur yang diadakan PB Persatuan Golf Indonesia pada Februari-Maret lalu. Menurut Ari Hidrijantoro, Ketua Bidang Pembinaan atlet PB PGI, mereka ini adalah atlet-atlet terbaik yang dimiliki saat ini, jika merujuk pada seleksi di Elite Amateur.

Photography : GolfNews VN

“Kami menargetkan satu emas dari nomor perorangan putra dan satu medali perak dari nomor beregu putri,” ujar Ari.

Pertandingan untuk cabang olahraga golf berlangsung di Heron Lake Golf Club, Vinh Phuc, pada 13-18 Mei. Tiga hari pertama, nomor individu dengan format stroke play terlebih dahulu dipertandingkan.

Satu wakil Indonesia, Amadeus, tanpa diduga, membuka peluang untuk meraih medali individu setelah bertahan di T4 usai 36 hole. Ia hanya tertinggal tiga pukulan dari leader Arsit Areephun (THA), yang memimpin sementara dengan 6-under-par.

Pada putaran akhir, pegolf Indonesia berusia 19 tahun ini tampil luar biasa. Perolehan 68 (4-under) mengangkatnya ke posisi puncak. Ia berbagi tempat dengan Ervin Chang (Malaysia) yang juga sama-sama mengumpulkan total skor 7-under.

Photography : GolfNews VN

Playoff pun dilakukan untuk untuk menentukan pemenang medali emas. Setelah 2 kali imbang dalam 2 hole tambahan, Ervin akhirnya bisa menyabet medali emas usai memasukkan putt bernilai birdie. Amadeus harus puas dengan medali perak.

Meski target emas di nomor individu melesat, hasil perak yang diukir Amadeus menjadi hal yang patut disyukuri. Pegolf yang akrab disapa Yoyo ini tampil di luar prediksi banyak pihak. Ia bahkan bisa menembus dominasi pegolf-pegolf Thailand yang dipimpin pemain amatir No. 6 Dunia Ratchanon Chantananuwat, yang di atas kertas lebih difavoritkan.

Pertarungan berikutnya adalah  nomor beregu yang dimainkan dalam format match play. Dimulai dari perempatfinal, yang hasil drawing-nya telah ditentukan dari hasil tiga hari pertama nomor individual, Indonesia berhadapan dengan Filipina. Hadangan pertama berhasil dilewati. Filipina kalah telak 0-3.

Bertemu dengan Malaysia, Indonesia sebenarnya bisa mengimbangi. Setelah dua partai pertama (Amadeus kalah dan Randy menang), kedua tim berbagi angka 1-1. Angka kemenangan diharapkan di partai ketiga yang sedang dimainkan Naraajie.

Photography : GolfNews VN

Meski tertinggal 1 down, Naraajie yang berhadapan dengan Marcus Pang Lim Chuen masih berpeluang untuk menyamakan, atau bahkan mengalahkan wakil Malaysia itu, dengan dua hole tersisa. Namun, Marcus menuntaskan permainan setelah berhasil birdie di hole 17. Naraajie kalah dengan 2&1.

Indonesia gagal lolos ke final, tetapi masih berpeluang untuk medali perunggu. Lawan yang dihadapi adalah Singapura yang dikalahkan Thailand dengan 0-3. Naraajie yang main di partai pertama berhasil menang atas Brandon Han Zhen Guang dengan 2&1, tetapi Randy di partai kedua harus mengakui keunggulan Ryan Ang John dengan 5&4.

Lagi-lagi, partai ketiga menjadi penentu: Yoyo yang berhadapan dengan Hiroshi Tai Hirahara. Pegolf asal jawa Tengah itu sementara unggul 1 up hingga hole 16. Di hole 17, Yoyo menghentikan Hiroshi dengan kemenangan 2&1. Indonesia berhak dengan medali perunggu keempat dalam 21 tahun terakhir di SEA Games.

Sementara, timnas golf putri gagal menyabet satu medali pun di dua nomor yang dipertandingkan. Ini pun menjadi kegagalan kedua dalam dua SEA Games terakhir. Indonesia sulit menembus dominasi Thailand, Malaysia, Singapura, dan Filipina di dua nomor tersebut.

Share with

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on email

More News

Fakta di Balik Jeeno

Dari Wonderteen ke Wonderwoman

Musim Lengkap untuk McIlroy

Turnamen Khusus Kedi Se-Jawa dan Bali

Digital Edition

October - November 2022

Keputusan Berani Smith

Manifestasi Mimpi 3 Dekade
August - September 2022

Manifestasi Mimpi 3 Dekade

Major Selanjutnya Master Scottie?
June - July 2022

Major Selanjutnya Master Scottie?

Dunia Mengakui The Goat
April - May 2022

Dunia Mengakui The Goat