Kompetisi untuk Takhta No. 1 Dunia

Scottie Scheffler kini kembali menjadi pegolf No. 1 Dunia. Namun, posisi pegolf berusia 26 tahun tersebut belumlah aman, karena dua pesaing terdekatnya—Jon Rahm dan Rory McIlroy—masih memiliki peluang untuk menggeser Scheffler. Siapakah yang akan berhasil menjadi penguasa No. 1 Dunia nantinya?

Tiga belas Maret lalu menjadi tanggal bersejarah bagi Scottie Scheffler. Pegolf AS tersebut kembali ke singgasana No. 1 Dunia setelah berhasil menjuarai turnamen termahal di dunia, THE PLAYERS Championship, sehari sebelumnya. Uniknya, Scheffler mengambil mahkota elite profesional dunia tersebut dari Jon Rahm, yang “mengudeta”-nya pada 19 Februari—seminggu setelah Scheffler merebut tahkta tersebut dari Rory McIlroy.

Perebutan status No. 1 Dunia ini terlihat menarik sepanjang tiga bulan pertama tahun 2023. McIlroy menjadi pemegang status pegolf paling elite di dunia sejak kompetisi (PGA Tour) di awal tahun ini mulai berjalan. Pegolf Irlandia Utara tersebut resmi menduduki peringkat atas Official World Golf Ranking (OWGR) usai menang di CJ Cup in South Carolina pada 23 Oktober 2022, menggusur Scheffler yang waktu itu bertahan selama 30 pekan di puncak OWGR.

Jika ditarik garis lebih ke belakang, Rahm sebenarnya pemilik status quo No. 1 Dunia. Pegolf Spanyol tersebut mulai menguasai puncak OWGR tersebut pada 19 Juli 2020. Kala itu, “musuh abadi”-nya di posisi elite tersebut adalah Dustin Johnson. Keduanya saling bergantian mengisi takhta tertinggi pegolf profesional pria dunia. Johnson akhirnya terlempar dari persaingan untuk posisi tersebut setelah bergabung dengan LIV Golf League, yang membuat kesempatan bermain di laga-laga yang memiliki poin OWGR pun tertutup. Rahm akhirnya menjalani solo career untuk status No. 1 Dunia-nya ini.

Scheffler muncul sebagai pesaing terbaru Rahm ketika berhasil memenangi World Golf Championships-Dell Technologies Match Play (27 Maret 2022), yang merupakan titel ketiganya dalam lima penampilan terakhirnya. Gelar tersebut mengantarkan pegolf berusia 26 tahun ini ke puncak OWGR, menggeser Rahm yang sudah 36 pekan di tampuk kepemimpinan. Selama 30 pekan, Scheffler menguasai singgasana hingga mantan pegolf No. 1 Dunia McIlroy kembali mengambil alih kepemimpinan pada Oktober tahun lalu.

Kini, trio Scheffler, Rahm, dan McIlroy merupakan tiga raksasa yang mendominasi posisi elite OWGR dalam 2 tahun terakhir. Selisih poin ranking yang dimiliki Scheffler (No. 1), Rahm (No. 2), dan McIlroy (No. 3) pun terbilang dekat. Dalam empat bulan ke depan (April-Juli), pergelaran empat major—Masters Tournament, PGA Championship, US Open, dan Open Championship–yang masing-masing memiliki poin 100 OWGR jika bisa memenanginya akan membuka jalan untuk mengukuhkan posisi di puncak atau menaikkan posisi ke puncak.

Siapakah yang akan berjaya?

Photography: Getty Images2

Jika melihat pengalaman bermain di 4 major tersebut, McIlroy jelas paling berpeluang. Meski ia tidak berpikir soal posisi No. 1 Dunia, pegolf Irlandia Utara berusia 33 tahun ini diyakini memiliki keunggulan jika berada kondisi terbaiknya. Empat gelar major (2 PGA Championship, 1 US Open, dan 1 Open Championship) yang sudah dikalunginya menjadi bukti kualitas fan setia klub Manchester United ini. Namun, yang menjadi catatan bahwa gelar-gelar tersebut dikoleksi McIlroy pada masa jayanya (2012-2014).

“Sulit untuk memilih satu individu, tapi saya masih yakin bahwa ketika ketiganya bermain dengan performa terbaik, McIlroy masih bisa mengungguli mereka. Bagi McIlroy, motivasi terbesarnya tahun ini adalah memenangi turnamen major lainnya dan tentu saja dia akan membidik satu turnamen khusus (Masters) dalam pikirannya,” kata presenter golf Sky Sports yang juga mantan pegolf profesional European Tour, Nick Dougherty, seperti dikutip Sky Sports.

Menjuarai Masters memang menjadi target khusus McIlroy untuk menggenapkan karier grand slam-nya. Misi ini memang belum tuntas setelah penampilan terbaiknya di musim lalu hanya mencapai posisi runner up di Augusta National.

Lain halnya Scheffler dan Rahm, yang baru mengoleksi satu gelar major. Jaket hijau yang merupakan pengesahan untuk juara Masters menjadi milik Scheffler pada musim lalu, sedangkan Rahm menyabet trofi US Open pada 2021. Setelah itu, keduanya masih belum meraih kemenangan di ajang major lainnya. Satu-satunya keberhasilan Scheffler adalah menempati posisi T2 di US Open 2022.

Jika merujuk pada sejarah tampil di major, McIlroy memang berada di posisi paling depan. Namun, Scheffler dan Rahm kini sedang berada dalam penampilan terbaik mereka jika melihat konsistensi mereka dalam tiga bulan terakhir (Januari-Maret). Karena itu, sulit untuk menetapkan siapa yang paling dominan seperti di era Tiger Woods yang merajai semua kompetisi.

Persaingan trio raksasa ini mengingatkan kompetisi tiga pegolf elite yang terjadi pada 2015-2016. Jordan Spieth, Jason Day, dan Rory McIlroy mendominasi peringkat atas OWGR waktu itu. Kini sejarah kembali terulang.

“Apa yang membuatnya menarik saat ini adalah tidak ada jawaban yang jelas seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya, ketika Tiger Woods mendominasi untuk waktu yang lama,” jelas Dougherty. “Ini menarik dalam arah yang berbeda karena Scheffler, Rahm, dan McIlroy bukanlah Woods, tetapi mereka adalah pegolf yang fenomenal.

“Rahm terlihat unggul dari dua pegolf lainnya setelah West Coast swing, meskipun Scheffler menang di Phoenix! Dia memiliki rekor lima kemenangan (10 kali finis Top 10)  dalam 12 kali start, yang hampir mirip dengan Tiger dan membuatnya menonjol, meskipun kemudian mengalami dua putaran yang buruk di tengah-tengah Bay Hill (Arnold Palmer Invitational—yang berakhir finis T39, 5 Maret 2023),” tambah Dougherty.

Photography: Getty Images

Penampilan kurang bagus Rahm di Bay Hill menjadi titik balik kebangkitan Scheffler dan McIlroy untuk mengejar ketertinggalan dan menipiskan poin ranking. Scheffler bahkan bisa melengserkan Rahm di kursi No. 1 Dunia sepekan berikutnya dengan selisih poin ranking yang tidak terlalu jauh.

“Jadi, Anda mulai menebak-nebak siapa di antara mereka yang terbaik! Fakta bahwa mereka semua begitu dekat, melakukannya di area yang sedikit berbeda dan memiliki karakter (masing-masing) yang juga berbeda membuat kompetisi menjadi tontonan yang menarik,” ujar Dougherty.

Namun, jangan berharap Scheffler, Rahm, dan McIlroy bisa menjadi sosok No. 1 yang dominan dalam waktu yang dekat.  Tiger Woods saat ini masih memegang rekor terlama di posisi No. 1 Dunia dengan 281 pekan. Hanya Johnson (64 pekan) dan McIlroy (54 pekan) yang bisa mendekat Woods untuk rekor terlama itu. Rahm berada di urutan berikutnya dengan 34 pekan, dan Scheffler 30 pekan.

“Ketika mereka sedang dalam performa terbaiknya, persaingan sangat dekat (adalah) antara Rahm dan McIlroy, namun saya juga melihat beberapa hal yang sangat menakjubkan dari Scheffler,” ujar mantan juara major Rich Beem. “Saya rasa kita tidak akan melihat siapa pun yang akan mendominasi dalam waktu dekat.”

Beem yang pernah menjuarai PGA Championship 2002 dan mengoleksi 3 gelar PGA Tour ini menilai bahwa Rahm dan McIlroy memiliki kemampuan drive bola yang sangat bagus. “Tetapi saat ini saya mungkin akan memberikan keunggulan kepada pegolf Spanyol itu, karena dia memiliki beberapa pukulan andalan lebih banyak–terutama dengan pukulan wedges. Jika ada orang yang bisa bertahan lama sebagai pegolf nomor satu dunia, saya pikir itu mungkin dia, tapi itu sangat tipis!” jelas Beem.

Kegagalan Rahm di Arnold Palmer Invitational dan juga World Golf Championships-Dell Technologies Match Play pada 24 Maret lalu mementahkan prediksi banyak orang yang memfavoritkannya. Namun, sinyal bahwa Rahm adalah manusia biasa, belum selevel “super-player” Woods, sudah terlihat ketika ia terpaksa mundur pada putaran kedua THE PLAYERS Championship karena sakit.

Scheffler justru berada dalam performa terbaiknya dalam 3 bulan terakhir. Enam penampilannya sepanjang 2023 (hingga THE PLAYERS Championship) ini berakhir dengan 2 gelar juara dan 6 kali finis Top 10. Ia mengulang sukses tahun lalu ketika pertama kali menempati posisi elite dunia, dengan raihan prestasi yang tidak terlalu jauh. Ini menyiratkan bahwa Scheffler menjadi raksasa golf yang tidak bisa diremehkan, selain Rahm dan McIlroy.

PERFOMA 3 BESAR DUNIA

(Sejak Januari 2022 hingga THE PLAYERS Championship 2023)

RAHMSCHEFFLERMCILROY
Start302927
Menang664
Top-10181517
Posisi kedua233
Posisi ketiga222
Posisi ke-4-10848
MC/WD1 (WD)22

Share with

More News

Peluncuran Si Pemberani Baldo

Sergio Garcia Lakukan Debut Desain Lapangan Golf di Portugal

Berkah Valhalla bagi Xander Schauffele

Terobos Antrean Kecelakaan, Juara Masters 2024 Ditahan

Digital Edition

Screenshot 2024-04-05 131223
April - May 2024

Kunjungan Ke Dua Destinasi Major

Screenshot 2024-02-05 at 13.13.38
February - March 2024

Pemain Terbaik Indonesia Musim 2023

Cover
December 2023 - January 2024

Juara Sejati di Jagat Golf Indonesia

cover
October - November 2023

Petualangan Viking di Benua Merah