Kebangkitan Mantan Remaja Ajaib

Sejak akhir November tahun lalu, Lydia Ko kembali ke singgasana No. 1 Dunia. Pegolf asal Selandia Baru itu terakhir menempati posisi elite pegolf profesional wanita dunia tersebut pada 11 Juni 2017. Ko menempati top spot di Rolex Rankings untuk pertama kalinya pada 2 Februari 2015. Waktu itu ia mengukir rekor tersendiri ketika berhasil menduduki takhta tertinggi itu. Kini, wanita yang memiliki nama lengkap Bo-Gyung “Lydia” Ko itu telah bangkit setelah lima tahun lebih berpetualang untuk mencapai prestasi tertinggi dalam karier profesionalnya. Bagaimana perjalanan Ko dari junior hingga puncak prestasinya di jalur profesional? Berikut kisahnya….

Petualangan golf Ko dimulai ketika ia berusia lima tahun.

Ko yang lahir di Seoul, Korea Selatan, dibawa orang tuanya untuk beremigrasi ke Selandia Baru ketika ia berusia empat tahun. Setahun kemudian dia mulai bermain golf di Pupuke Golf Club, Pantai Utara Auckland, milik Guy Wilson yang menjadi pelatihnya hingga akhir 2013. Bakat alam yang dimiliki Ko mempercepat kemampuan golfnya. Di usia 7 tahun, Ko bisa bersaing dengan junior-junior yang usianya 3-4 tahun di atasnya. Itu ditunjukkan Ko ketika tampil di kejuaraan amatir nasional Selandia Baru pada 2005. 

Ko menjadi perhatian nasional dan internasional saat menjuarai turnamen golf profesional. 

Pada 29 Januari 2012, Ko yang berusia 14 tahun memenangi Women’s New South Wales Open, turnamen profesional dari Australia Ladies Profesional Golf (APLG) Tour. Ia menjadi pegolf termuda yang berhasil menjuarai turnamen golf professional. Sebelumnya, rekor juara termuda dipegang Ryo Ishikawa (Jepang) di usia 15 tahun 8 bulan. Di tahun yang sama, Ko lagi-lagi menjuarai turnamen Canadian Women’s Open yang merupakan agenda LPGA Tour. Keberhasilannya ini terasa sempurna karena mengungguli salah satu pegolf elite Dunia saat itu– Inbee Park—dengan 3 pukulan. Media-media internasional waktu itu melabelinya “the girl wonder of golf” atau “teen golf wonder”. 

Credit: Douglas P. DeFelice/Getty Images

Pegolf wanita pertama terlama yang menduduki kursi World Amateur Golf Ranking (WAGR).

Keberhasilan Ko di berbagai turnamen amatir dan juga turnamen professional mengukuhkan posisinya di puncak WAGR. Ia mampu menduduki takhta tertinggi untuk amatir dunia dalam 130 pekan, 27 April 2011-16 Oktober 2013. Ini pun mengukir rekor tersendiri, sebagai pegolf amatir pertama yang bisa menduduki posisi No. 1 Dunia dalam waktu yang lama. Rekor ini baru terpecahkan lagi oleh Leona Maguire (Irlandia Utara) pada 2018, dengan 135 pekan. 

Rekor pegolf termuda untuk Ko pun terus berlanjut.

Tuah keajaiban Ko pun kembali terjadi di tahun berikutnya, sebagai pegolf termuda yang menjuarai ISPS Handa NZ Women’s Open, event Ladies European Tour, dan pegolf sekaligus termuda amatir yang bisa menang dua turnamen LPGA Tour (Canadian Women’s Open) dalam dua tahun berturut-turut (2012-2013).

Ko beralih status sebagai pegolf profesional dalam usia 16 tahun.

Setelah menyabet posisi runner up di Evian Championship 2013, Ko mengumumkan bahwa dia akan turn pro pada 2014. Namun, pada 23 Oktober 2013, Ko menyatakan diri sebagai pemain professional. Ia pun mengajukan permohonan untuk bergabung dengan LPGA Tour. Permohonannya ini dikabulkan, meski usianya baru 16 tahun. LPGA memberikan pengecualian dari persyaratan untuk menjadi anggota LPGA harus berusia minimal 18 tahun. “Jarang sekali LPGA menyambut rookie yang sudah menjadi juara LPGA Tour back-to-back,” demikian alasan komisioner LPGA Tour Mike Whan menerima permohonan Ko. 

Credit: Stuart Franklin/Getty Images

Musim pertama di LPGA Tour berakhir memuaskan bagi Ko. 

Label “remaja ajaib” memang pantas disandang Ko. Petualangannya sebagai rookie di LPGA pun berakhir dengan tiga gelar LPGA Tour. Selain meraih penghargaan rookie terbaik LPGA Tour di akhir musim, Ko pun berhasil menduduki posisi No. 1 Dunia di awal musim keduanya.  

2017 menjadi awal keterpurukan Ko.

Pisah dengan kedi dan pelatih swing David Leadbetter yang sudah melatihnya sejak November 2013 pada Desember 2016 tampaknya mengubah nasib Ko di musim 2017. Bertanding di 26 event, Ko tidak meraih satu gelar pun. Hanya 10 kali Finis Top 10, peringkat dunia Ko pun merosot ke posisi No. 9. Musim 2018, peringkat Ko terlempar dari 10 besar dunia. Meski bisa menyabet satu gelar juara, Ko menutup musim  tersebut dengan posisi 14 Dunia. Di musim berikutnya, peringkatnya pun makin merosot, No. 38 Dunia di akhir 2020. Namun, di 2021, Ko perlahan-lahan mulai memperbaiki diri. Sejak Juni 2021, ia kembali menembus Top 10 Dunia. Grafik performanya terus naik hingga akhir musim 2022. Ko berada di posisi No. 2 Dunia, dan juga menyabet Vare Trophy untuk lowest scoring average dan LPGA Player of the Year, berkat tiga gelar juara di musim tersebut. 

Bertanding dalam 9 musim dengan kondisi jatuh-bangun rupanya membentuk perspektif bermain Ko. 

“Saya tahu bahwa saya lebih berpengalaman sekarang. Saya kini bermain dengan cara (pandang) yang berbeda,” kata Ko, seperti dikutip Golf.com. 

“Tetapi sebagian besar karena saya tidak mencoba untuk menjadi diri saya seperti yang dulu. Saya hanya berusaha untuk menjadi orang terbaik dan pemain terbaik yang saya bisa saat ini, jadi saya tidak ingin membandingkan diri saya dengan masa lalu saya,” tambahnya. Yang pasti, “Saya mencintai kehidupan saya saat ini. Saya merasa ini mungkin titik terbahagia dalam kehidupan saya.” Cinta sejati (terhadap olah raga dan juga kehidupan pribadinya) mengubah perspektif bermain Ko. Dukungan tunangannya Jung Chun pun menjadi inspirasi Ko yang mengakhiri masa lajangnya pada Januari 2023 kemarin sehingga bisa kembali mencapai peringkat No. 1 Dunia. 

Credit: Michael Reaves/Getty Images

LYDIA KO

Tanggal Lahir: 24 April 1997 

Awal Status Pro: 2013

Kuliah: Korea University

 

PRESTASI

2012 Bing Lee Samsung Women’s NSW Open (Am)>

CN Canadian Women’s Open (Am)* 

2013 ISPS Handa NZ  Australian Open (Am)+

CN Canadian Women’s Open (Am) *

Swinging Skirts World Ladies Masters (Am)> 

2014 Swinging Skirts LPGA Classic* 

Marathon Classic*

CME Group Tour Championship*

2015 ISPS Handa Women’s Australian Open*^

Canadian Pacific Women’s Open*

Evian Championship*#

LPGA Taiwan Championship*

2016 ISPS Handa NZ Australian Open+

Kia Classic*

ANA Inspiration*#

Walmart NW Arkansas Championship*

Marathon Classic*

2018 LPGA Mediheal Championship*

2021 Lotte Championship*

Aramco Saudi Ladies International=

2022 Gainbridge LPGA*

BMW Ladies Championship*

CME Group Tour Championship*

 

Keterangan:

* LPGA Tour

# Turnamen major

^ Co-sanctioned LPGA & Ladies European Tour (LET) 

+ Co-sanctioned ALPG & LET

> KLPGA

= LET

Share with

More News

Peluncuran Si Pemberani Baldo

Sergio Garcia Lakukan Debut Desain Lapangan Golf di Portugal

Berkah Valhalla bagi Xander Schauffele

Terobos Antrean Kecelakaan, Juara Masters 2024 Ditahan

Digital Edition

Screenshot 2024-04-05 131223
April - May 2024

Kunjungan Ke Dua Destinasi Major

Screenshot 2024-02-05 at 13.13.38
February - March 2024

Pemain Terbaik Indonesia Musim 2023

Cover
December 2023 - January 2024

Juara Sejati di Jagat Golf Indonesia

cover
October - November 2023

Petualangan Viking di Benua Merah