Joohyung Kim, Raja Baru Asia

Nama Joohyung Kim mulai menanjak sejak menyabet gelar di PGM ADT Championship pada Juni 2019, yang disusul dengan gelar keduanya di Ciputra Golfpreneur Tournament dua bulan berikutnya dan ketiganya di Raya Pakistan Open pada Oktober. Namun, keberhasilannya di Panasonic Open India pada November—yang merupakan turnamen Asian Tour–mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pegolf Asia yang patut diperhitungkan. Empat gelar tersebut mempromosikan pegolf Korea yang akrab disapa Thomas ini ke kompetisi Asian Tour. Dua tahun bertualang sirkuit utama golf di Asia, pegolf yang Juni nanti genap berusia 20 tahun ini menorehkan prestasi sebagai “Raja Baru Asia”.

Bagaimana Kim memulai perjalanan karier golf-nya?

Kim mulai main golf di usia enam tahun. “Saya main golf bersama ayah sejak saya berusia enam tahun,” ujarnya. Ayah Kim, Chang-ik, merupakan mantan pegolf touring profesional yang pernah bermain di Buy.com Tour dan kemudian menjadi teaching pro.

Apa alasan Kim memutuskan serius di golf?

Lima tahun main golf, Kim berpikir untuk terjun ke dunia profesional. “Di usia 11 tahun, saya memutuskan untuk pegolf pro karena saya ingin seperti pahlawan saya Tiger Woods,” kata Kim, seperti dikutip Donga.com.

Paul Lakatos/Asian Tour

Kim menjalani debutnya sebagai profesional di usia berapa?

Debut profesionalnya dilakukan dalam usia 16 tahun. Waktu itu, Juni 2018, Kim tampil pertama kali di kompetisi Philippine Golf Tour.

Ketika menjadi pegolf profesional, Kim justru memilih untuk berlaga di Asia ketimbang mengasah kemampuan di Korean PGA Tour. Mengapa demikian?

KPGA hanya membolehkan pegolf berstatus pro di usia 17 tahun. Kim justru ingin segera bermain sebagai profesional. Asian Tour mengizinkan pemain berusia 16 tahun untuk berkarier sebagai pro. “Saya memilih Asian Tour karena saya sering menyaksikannya langsung sejak kecil dan saya ingin segera merasakan level pro sesegera mungkin,” kata Kim. “Saya ingin masuk PGA Tour melalui Asia. Target saya adalah mencapai tahap akhir di turnamen kualifikasi divisi dua PGA  dengan berada di Top 100 tahun depan (2020).”

Januari 2019, Kim terjun di ADT. Bagaimana pengalamannya?

Bertarung di Asian Development Tour (ADT), tour divisi dua yang dioperasikan Asian Tour, Kim langsung nyetel dengan karier profesional-nya. Di penampilan keenamnya, Kim langsung menjuarai PGM ADT Championship dan menjadi pemenang back-to-back di Ciputra Golfpreneur Tournament.

Kemenangannya di Panasonic Open India tidak hanya menambah koleksi gelar profesional internasionalnya, menjadi tiga buah, tetapi juga menorehkan rekor tersendiri bagi Kim. Apakah itu?

Gelar di Panasonic Open India 2019 menjadikan Kim sebagai pegolf kedua termuda di Asian Tour setelah Seung-yul Noh di Midea China Classic 2008. Kim menang dalam usia 17 tahun 149 hari, sedangkan Noh di usia 17 tahun 143 hari.

Kim menjalani hidupnya di empat negara berbeda. Di mana saja?

Lahir di Seoul, Korea Selatan, Kim besar di Australia. Namun, ia kemudian tinggal di Filipina, dan menetap di Thailand.

Thomas (Tom) merupakan nama panggilan lain Kim. Ia menjelaskan asal nama tersebut.

“Saya mendapat nama Thomas dari kereta dalam seri Thomas the Tank Engine ketika saya masih kecil,” katanya.  “Ketika beranjak dewasa, beberapa orang mulai memanggil saya “Tom” dan saya pikir (panggilan) ini lebih pendek dan lebih sederhana. Saya rasa ketika usia 11 tahun saya dikenal dengan nama Tom.”

Thomas The Tank Engine pastinya merupakan salah satu tontonan favorit saya dulu dan saya pernah punya segalanya. Saya punya boks makan siang-nya, mainannya, yeah.”

Di musim 2020-2021, Kim menjalani pengalaman bermain di PGA Tour. Bagaimana Kim menilai hasil petualangannya itu?

Enam pertandingan di Amerika Serikat berakhir dengan dua missed cut. Prestasi terbaik Kim adalah T15 di Puerto Rico Open. “Benar-benar berbeda di sana. Kondisinya, greennya, fairwaynya, semuanya baru. Posisi pinnya juga di PGA Tour berbeda dengan tour yang saya ikuti. Jadi, ini jelas merupakan pengalaman belajar yang besar bagi saya, langkah besar untuk — hanya menunjukkan betapa bagusnya para pemain ini, kondisi ini,” jelas Kim, seperti dikutip Golf Digest.

Paul Lakatos/SPORTFIVE.

Dua tahun mengikuti kompetisi di Asian Tour, Kim akhirnya mengukuhkan diri sebagai Raja Baru Asia usai memuncaki Order of Merit Asian Tour. Apa yang mendorong keberhasilan Kim ini?

Pegolf Korea berusia 19 tahun ini menjuarai Singapore International, yang membantunya untuk menguasai kursi Order of Merit (OOM) 2020-2021 dari Wade Ormsby (Australia). Namun, hasil impresif di tiga penampilan terakhirnya sebelum Singapore International itu (runner up, T2, dan T7) memberikan kesempatan bagi Kim untuk menempel ketat Wade dalam perolehan OOM. Seminggu usai Singapore International, Kim menempati T2 di SMBC Singapore Open yang sudah cukup mengukuhkan posisinya sebagai jawara Asia.

Berhasil dalam karier golfnya, Kim tetap memprioritaskan pendidikannya. Bagaimana ia melakukannya?

Di sela-sela kesibukannya, mengikuti jadwal ADT, Kim melakukan home schooling untuk menjaga performa sekolahnya. Karena itu, ketika berada di rumah, ia terus berupaya agar pelajaran sekolahnya tidak tertinggal. Bagi Kim, “Belajar di sekolah sebanyak mungkin adalah penting.

 

DATA JOOHYUNG KIM

Tanggal Lahir: 21 Juni 2002

Awal Status Pro: 2018

Pendidikan     : Tohuku Fukushi University

 

PRESTASI

2017    Philippine Junior Amateur

2018    Philippine Amateur Open Championship

W Express RVF Cup Amateur Championship

2019    PGM ADT Championship*

Ciputra Golfpreneur Tournament*

Raya Pakistan Open *

Panasonic Open India^

2020    KPGA Gunsan CC Open+

SK Telecom Open+

2021    Singapore International^

 

Ket:

* Asian Development Tour

^ Asian Tour

+ Korean Tour

Share with

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on email

More News

Taman Bermain Tom di PGA Tour

6 Bulan Menuju Takhta No. 1

Dari Wonderteen ke Wonderwoman

Fakta di Balik Jeeno

Digital Edition

October - November 2022

Keputusan Berani Smith

Manifestasi Mimpi 3 Dekade
August - September 2022

Manifestasi Mimpi 3 Dekade

Major Selanjutnya Master Scottie?
June - July 2022

Major Selanjutnya Master Scottie?

Dunia Mengakui The Goat
April - May 2022

Dunia Mengakui The Goat