Bukukan 65, DeChambeau Akhiri Kontroversi Par-67 di Masters 2024

Bryson DeChambeau menjadi pusat perhatian pada putaran pertama US Masters Tournament kemarin. Pegolf berusia 30 tahun tersebut berhasil membukukan skor 65 (7-under), dan langsung memimpin putaran pembuka Masters 2024. Ini merupakan keberhasilan pertama DeChambeau di ajang Masters dalam 8 kali penampilannya.

Meski sempat terhenti akibat cuaca buruk selama 2,5 jam, pemain yang kini bertarung di LIV Golf tersebut tidak kehilangan ritme permainannya di tengah kondisi berangin. Membukukan 8 birdie yang dipotong 1 bogey, DeChambeau seperti tidak mengalami kesulitan dalam menaklukkan Augusta National Golf Club.

“Saya memiliki rasa hormat terhadap lapangan golf ini yang sedikit berbeda dari beberapa tahun lalu,” katanya, seperti dikutip CNN. “Jelas hari ini merupakan ujian golf yang luar biasa, dan saya mampu menaklukkan lapangan golf yang sangat sulit hari ini.

Credit: Reuters/Brian Snyder

Tidak hanya menempati posisi pertama di leaderboard Masters 2024, DeChambeau pun bisa mengubur komentar kontroversialnya tentang Augusta National dengan sebutan “Par-67”. Komentar yang awalnya dinilai sebagai candaan pada November 2020 itu muncul hanya dua bulan setelah pegolf yang terkenal dengan long hitter-nya itu menjuarai US Open yang merupakan gelar major pertamanya. Waktu itu ia menyebut Augusta National lebih layak menjadi Par-67 (lima pukulan di bawah skor scorecard resmi-nya—72) karena ia bisa mencapai semua par 5 di Augusta tanpa masalah.

Pernyataan DeChambeau ini menjadi boomerang ketika ia gagal membuktikan ucapannya tersebut dalam 3 penampilan berikutnya dengan 1 kali di posisi T46 dan sisanya missed cut. Skor 67 hanya sekali diukir DeChambeau di 2021. Namun, kali ini ia bisa membuktikan komentaranya itu, meski DeChambeau mengakui bahwa telah melakukan kesalahan dengan gegabah melontarkan pernyataan “Par-67” itu.

“Mengenai komentar 67, Anda mengacaukannya. Saya bukan orang yang sempurna. Semua orang pernah melakukan kesalahan. Anda belajar dari kesalahan Anda, dan itu jelas salah satunya.”

Bagi DeChambeau, kesalahan masa lalu telah menjadi pelajaran yang berharga. Ini justru menjadi bagian dari proses pendewasaan pada dirinya.

“Ini lebih dari sekadar bertambahnya usia,” katanya. “Memang butuh waktu untuk merasa nyaman dan sampai pada titik di mana apa pun yang terjadi hari ini, saya baik-baik saja.

Credit: Reuters/Mike Segar

Namun, hasil putaran pertama tidak hanya sebuah puncak dari pendewasaannya, tetapi juga pembuktian bahwa dirinya masih bisa membukukan yang terbaik di Augusta National.

“Saya membukukan 65 hari ini (Kamis kemarin) dan itu adalah salah satu putaran golf terbaik yang pernah saya mainkan dalam waktu yang lama,” katanya. “Masih ada tiga hari lagi dan saya tidak akan melupakan fakta itu; bahwa itu ada di depan mata saya. Saya hanya perlu mengeksekusinya.”

DeChambeau hanya unggul satu pukulan dari Scottie Scheffler dengan skor 66 (6-under). Pegolf No. 1 Dunia itu memang berambisi itu menyabet kembali green jacket-nya yang diraihnya pada 2022. Sementara itu, pegolf Norwegia Nicolai Højgaard bertengger di posisi ketiga dengan skor 67 (5-under).

Share with

More News

Peluncuran Si Pemberani Baldo

Sergio Garcia Lakukan Debut Desain Lapangan Golf di Portugal

Berkah Valhalla bagi Xander Schauffele

Terobos Antrean Kecelakaan, Juara Masters 2024 Ditahan

Digital Edition

Screenshot 2024-04-05 131223
April - May 2024

Kunjungan Ke Dua Destinasi Major

Screenshot 2024-02-05 at 13.13.38
February - March 2024

Pemain Terbaik Indonesia Musim 2023

Cover
December 2023 - January 2024

Juara Sejati di Jagat Golf Indonesia

cover
October - November 2023

Petualangan Viking di Benua Merah