Istilah bunker dalam golf muncul pertama kali di lapangan-lapangan golf links Skotlandia pada abad ke-15. Dari ketidaksengajaan, bunker ini menjadi bagian permainan dalam golf.
Lapangan-lapangan golf pada masa awal-awal dibangun di lahan pesisir berpasir tempat domba-domba merumput. Saat angin kencang bertiup, domba-domba itu akan berkerumun di cekungan-cekungan rendah dan menggali lubang-lubang dalam cekungan itu sebagai tempat berlindung. Cekungan-cekungan ini kemudian terkikis dan menampung pasir yang terbawa angin, sehingga menciptakan rintangan alami pertama yang harus diatasi oleh para pegolf pada masa itu. Karena tidak bukti ataupun sumber lain yang menegaskan kehadiran bunker di tempat lain, bunker pasir dipastikan berawal dari Skotlandia.
Kata “bunker” berasal dari kata dalam bahasa Skotlandia abad ke-16, bonkar, yang berarti peti atau wadah penyimpanan. Dalam konteks permainan golf pada masa awal, kata tersebut merujuk pada cekungan berpasir yang kasar atau lubang yang terbentuk akibat embusan angin di lapangan. Bunker mungkin juga terinspirasi oleh lubang-lubang tambang yang banyak ditemukan di beberapa lapangan golf links, seperti Aberdeen, Bruntsfield, dan Gullane, yang kemudian memunculkan adanya bunker ini.
Royal & Ancient baru memasukkan istilah “bunker” dalam peraturan golf pada 1812. Ini pun mendorong para golf course desainer dalam perkembangan arsitektur lapangan golf pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 untuk sengaja membangun dan membentuk perangkap pasir ini secara strategis agar menambah tingkat kesulitan dan arah pada setiap hole.



