Anthony Kim: “Saya Dikelilingi Para Penipu & Tukang Porot.”

Sejak kembali ke arena profesional pada Februari kemarin, Anthony Kim yang menghilang dari kompetisi golf selama 12 tahun menghindar dari pertanyaan-pertanyaan soal kehidupan pribadinya dalam 3 windu terakhir tersebut. “Saya akan ceritakan kisah saya ketika waktunya sudah tepat. Namun, saat ini saya hanya fokus pada golf,” kata AK sebelum turun dalam debutnya di LIV Golf Jeddah.

Selasa kemarin, AK membuka diri soal kehidupan pribadinya hingga menghilang dari keramaian di golf pada 2012. Ia menyesali bahwa ia bergaul dengan orang-orang yang salah di awal usia 20-an. Menurutnya, teman-teman dan orang-orang terdekatnya pada masa itu memberikan pengaruh buruk terhadapnya.

Credit: Matthew Harris/LIV Golf

“Saya tidak akan berbohong, saya berada di sekitar beberapa orang jahat,” kata Kim dalam sebuah wawancara dengan David Feherty di LIV Golf+. “Orang-orang yang mengambil keuntungan dari saya. Penipu dan tukang porot. Dan ketika Anda berusia 24 atau 25, bahkan 30 tahun, Anda tidak menyadari ular-ular yang hidup di bawah atap Anda.”

“Orang-orang memeras saya, mengambil keuntungan dari saya dengan berbagai cara… Namun, berkat anugerah Tuhan, saya bisa berada di sini. Saya dapat menceritakan kisah saya, semoga menginspirasi orang lain dan, sekali lagi, putri saya akan bangga dengan saya, bagaimanapun cara saya bermain, dan itulah yang terpenting bagi saya,” tambah mantan pegolf No. 6 Dunia ini.

Ketika menghilang dari golf karena serangan cedera dari 2010-2012, Kim mengakui bahwa dirinya berada di masa-masa yang sangat gelap. “Golf itu penting bagi saya dan sekaligus tidak penting bagi saya,” kata Kim. “Saya pernah mengalami saat-saat yang sangat kelam. Saya pernah mengalami saat-saat yang sangat rendah. Saya merasa sangat kesepian, bahkan ketika ada jutaan orang di sekitar saya. Saya perlu meluruskan pikiran saya dan mencari tahu apa tujuan saya di planet ini.”

Namun, ia membantah berbagai pendapat yang mengatakan dirinya “kabur” setelah mendapatkan uang dari penyelesaian asuransi karena cedera. “Saya telah menjalani beberapa kali operasi bahu. Operasi tangan, fusi tulang belakang, tetapi mengalami banyak cedera dan banyak operasi,” kata Kim. “Saya pikir saya benar-benar memukul bola lebih jauh sekarang daripada saat saya meninggalkan permainan. Jadi mungkin beberapa logam (dalam kaki) ini membantu (permainan saya).”

Credit: Matthew Harris/LIV Golf

Sebelum dibekap cedera pada 2010-2012, Kim merupakan salah satu pegolf AS yang menjanjikan. Pada 2008, AK menjadi pegolf pertama AS di bawah usia 25 tahun yang mampu menjuarai 2 event PGA Tour  setelah Tiger Woods membukukan prestasi yang sama pada tahun 2000.

Kim pun menjadi anggota termuda di tim AS ketika menjuarai Ryder Cup 2008. Pegolf yang waktu itu berusia 23 tahun tersebut bahkan menyumbang 2,5 poin dalam 4 pertandingan yang diikutinya di Valhalla, AS. Sepekan setelah Ryder Cup, Kim menduduki peringkat No. 6 di Official World Golf Ranking.

Namun, cedera yang menderanya sejak 2010 membawanya ke meja operasi pada Juni 2012. Kim menjalani operasi pada tendon achillesnya. Pasca-operasi, ia tidak juga kunjung membaik dan akhirnya memilih hilang dari dunia golf profesional pada 2012.

Sebulan sebelum turun pertama kalinya pada Februari 2024, Kim menerima telepon dari CEO dan Commissioner LIV Golf Greg Norman, yang mengajak untuk tampil di liga golf dunia tersebut. Ajakan Norman tersebut menggerakkan hati Kim untuk bermain golf lagi, dan istrinya pun ingin belajar olahraga itu.

Credit: Charles Laberge/LIV Golf

“Saya memiliki hubungan yang menarik dengan golf. Saya tidak berpikir saya akan pernah menyukainya (lagi). Yang sangat aneh bagi saya saat ini adalah saya jatuh cinta dengan permainan ini,” jelas Kim, seperti dikutip GolfWeek. “Itu adalah titik yang aneh bagi saya, karena golf penuh dengan tekanan. Golf dipenuhi dengan banyak emosi yang berbeda bagi saya. Karena keluarga saya harus melalui banyak hal untuk memberikan saya kesempatan bermain golf, kan. Jadi, dengan tekanan tambahan itu, saya bersedia mengambil risiko lebih banyak. Itulah sifat alami saya. Saya agresif di lapangan golf, saya juga agresif di luar lapangan golf. Dan itu mengantarkan pada kehancuran saya.”

“Saya yakin saya benar-benar bisa melakukannya di level itu lagi. Saya lebih siap dari sebelumnya untuk meraih kesuksesan,” jelasnya. “Saya tidak berpikir bahwa dalam karier pertama saya, saya gagal karena saya tidak tahu apa yang saya harapkan. Kesalahan saya yang menjadi alasan mengapa saya jatuh ke lubang yang dalam ini. Memiliki orang-orang yang lebih baik di sekitar saya saat ini pasti membantu.”

Share with

More News

Peluncuran Si Pemberani Baldo

Sergio Garcia Lakukan Debut Desain Lapangan Golf di Portugal

Berkah Valhalla bagi Xander Schauffele

Terobos Antrean Kecelakaan, Juara Masters 2024 Ditahan

Digital Edition

Screenshot 2024-04-05 131223
April - May 2024

Kunjungan Ke Dua Destinasi Major

Screenshot 2024-02-05 at 13.13.38
February - March 2024

Pemain Terbaik Indonesia Musim 2023

Cover
December 2023 - January 2024

Juara Sejati di Jagat Golf Indonesia

cover
October - November 2023

Petualangan Viking di Benua Merah