Tim golf Indonesia masih berada dalam persaingan di Asian Games 2026. Setelah melewati 36 hole di Kasugai Country Club East Course, Kamis (1/10/2026), tim putra Indonesia menempati posisi kedelapan klasemen sementara beregu. Jonathan Wijono juga berhasil mempertahankan posisinya di 10 besar individu, sementara dua putaran terakhir akan menjadi penentu langkah Merah Putih.
Indonesia yang diperkuat Jonathan Wijono, Naraajie Emerald Ramadhanputra, dan Randy Arbenata Mohamad Bintang mengoleksi total 276 pukulan atau 4-under par setelah dua putaran.
Posisi tersebut sekaligus membawa Indonesia tetap berada di dalam batas cut nomor beregu putra. Sesuai ketentuan pertandingan, cut beregu putra ditetapkan untuk 12 tim dan ties, sehingga ketiga pegolf Indonesia masih akan tampil bersama pada dua putaran terakhir.
Jonathan kembali menjadi pegolf Indonesia dengan catatan terbaik pada putaran kedua. Ia membukukan 68 pukulan atau 2-under par, sehingga total skornya menjadi 136 pukulan atau 4-under par dan menempatkannya di peringkat ke-10 individu putra.
Sementara itu, Naraajie mencatat 69 pukulan atau 1-under par pada putaran kedua. Dengan total 140 pukulan atau even par, ia berada di posisi ke-22 individu.
Randy mencatat 76 pukulan pada putaran kedua dan mengoleksi total 149 pukulan atau 9-over par. Meski berada di luar batas cut individu, Randy tetap akan melanjutkan perjuangan bersama Jonathan dan Naraajie di nomor beregu karena Indonesia masih berada dalam batas cut tim.
Kondisi lapangan menjadi salah satu tantangan terbesar bagi para pegolf Indonesia. Naraajie menilai permukaan green yang lebih lunak akibat hujan deras dalam beberapa hari terakhir membuat kontrol spin menjadi lebih sulit, terutama pada approach shot.
“Challenge-nya itu di green-nya karena beberapa hari terakhir hujannya cukup deras dan seharian. Jadi green-nya sangat soft, susah untuk jarak-jarak full swing karena backspin-nya bisa lumayan banyak,” ujar Naraajie.
Posisi pin yang berada di sudut atau di atas slope juga menuntut akurasi lebih tinggi. Pemain harus mampu mengontrol spin dengan tepat agar bola dapat berhenti di area yang diinginkan.
Karakter bentgrass di lapangan turut menjadi tantangan. Kondisi permukaan yang lunak membuat jejak sepatu dan spike marks lebih mudah terlihat, sehingga membaca arah dan kecepatan putting menjadi semakin sulit.

Jonathan juga menyoroti perubahan kondisi lapangan akibat cuaca. Menurutnya, perbedaan antara practice round dan pertandingan cukup signifikan, terutama dalam hal jarak pukulan.
“Penyesuaiannya harus cepat sih, itu yang paling susah karena approach shot ke green sama tee off-nya benar-benar beda banget,” kata Jonathan.
Ia memberikan gambaran betapa besar perubahan kondisi yang dihadapi. Saat practice round, terdapat beberapa hole di mana pukulan driver hanya menghasilkan sekitar 240 yard karena kondisi cuaca dan minimnya roll. Namun ketika kondisi berubah, bola dapat melaju hingga sekitar 300 yard dengan roll yang lebih panjang.
Untuk dua putaran berikutnya, Jonathan akan fokus menjaga bola tetap berada di fairway dan menciptakan sebanyak mungkin peluang mencetak skor. Kemampuan putting juga diharapkan menjadi salah satu kunci untuk membantu Indonesia memperbaiki posisi.

Di sektor putri, Indonesia diperkuat Elaine Widjaja, Holly Victoria Halim, dan Kristina Natalia Yoko.
Setelah dua putaran, tim putri Indonesia menempati posisi ke-10 klasemen sementara beregu dengan total 293 pukulan atau 13-over par. Berdasarkan ketentuan cut, hanya sembilan tim dan ties yang lolos ke putaran berikutnya, sehingga Indonesia saat ini masih berada di luar batas tersebut.
Secara individu, Elaine berada di posisi ke-26 dengan total 146 pukulan, Holly di posisi ke-28 dengan 147 pukulan, sedangkan Yoko menempati posisi ke-29 dengan 148 pukulan.
Elaine menilai Kasugai Country Club East Course menghadirkan tantangan tersendiri. Lapangan yang relatif sempit menuntut penempatan bola yang presisi, sementara banyaknya tier dan permukaan green yang bergelombang membuat posisi second shot menjadi sangat menentukan.
“Pin-nya lumayan susah, banyak tier, bergelombang-gelombang, jadi placing second shot-nya harus bagus,” ujar Elaine.
Elaine sebenarnya mengawali putaran dengan impresif, mencatat dua under pada first nine. Namun, beberapa kesalahan pada second shot membuatnya kesulitan mempertahankan momentum hingga akhir putaran.
Memasuki dua putaran terakhir, Elaine akan berusaha lebih disiplin dalam menentukan pilihan pukulan, khususnya pada second shot. Menjaga kondisi fisik juga menjadi perhatian penting untuk menghadapi sisa kompetisi.
Putaran ketiga akan berlangsung Jumat (2/10) ini di Kasugai Country Club East Course. Jonathan, Naraajie, dan Randy akan kembali tampil bersama untuk mempertahankan sekaligus memperbaiki posisi Indonesia di klasemen beregu putra.
Dengan dua putaran tersisa, persaingan masih terbuka dan setiap pukulan akan sangat menentukan. Indonesia kini memasuki fase krusial Asian Games 2026—menjaga posisi, mengejar peluang, dan memburu hasil terbaik hingga hole terakhir.



