Asia Pacific Golf Confederation (APGC) Mid-Amateur Championship 2026 resmi dimulai dengan digelarnya Opening Ceremony di Gunung Geulis Country Club, Bogor, Jawa Barat, Senin (22/6). Seremoni pembukaan tersebut menjadi penanda dimulainya salah satu kejuaraan golf amatir paling bergengsi di kawasan Asia-Pasifik yang akan berlangsung pada 23-25 Juni 2026.
Turnamen edisi kedua ini diikuti oleh para pegolf mid-amateur terbaik dari delapan negara, yakni Jepang, India, Brunei Darussalam, Myanmar, Singapura, Hong Kong, serta tuan rumah Indonesia. Kehadiran para peserta menegaskan semakin berkembangnya kompetisi dan persahabatan golf di kawasan Asia-Pasifik
Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya, APGC Mid-Amateur Championship 2026 menghadirkan kategori beregu yang akan menambah sengit persaingan antarnegara. Berdasarkan regulasi APGC, setiap negara anggota dapat mengirimkan maksimal dua tim yang masing-masing terdiri dari tiga pemain. Khusus Indonesia sebagai tuan rumah mendapat kesempatan mengirimkan tiga tim.

Dalam format beregu tersebut, dua skor gross terbaik dari setiap tim akan diakumulasikan pada setiap ronde untuk menentukan peringkat tim terbaik sepanjang turnamen.
Perwakilan APGC, Nishi Yoshihiro, menyampaikan rasa bangganya melihat antusiasme peserta yang hadir di Indonesia.
“Atas nama Asia Pacific Golf Confederation, saya sangat senang menyambut seluruh peserta pada APGC Mid-Amateur Championship 2026. Kami menyambut 57 pemain dari tujuh negara di kawasan Asia-Pasifik. Kehadiran Anda semua mencerminkan pertumbuhan rasa percaya diri, persatuan, dan persahabatan di kawasan ini,” ujar Nishi.
Ia juga menegaskan bahwa kejuaraan ini semakin memiliki peran penting dalam perkembangan golf regional.
“Kompetisi ini kini memasuki tahun kedua setelah sukses digelar untuk pertama kalinya di Indonesia. Kami sangat senang dapat kembali menyambut negara-negara peserta, termasuk juara bertahan Yutaka Toyoshima. Semoga seluruh pemain dapat menampilkan permainan terbaik mereka sepanjang turnamen,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PB PGI, Suharsono, mengungkapkan bahwa Indonesia mengirimkan lebih dari 30 pegolf pada kejuaraan kali ini. Kesempatan tampil sebagai tuan rumah diharapkan mampu dimanfaatkan para pemain Indonesia untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di hadapan para peserta internasional.
“Sebagai tuan rumah, Indonesia mendapat kesempatan mengirimkan tiga tim dan total lebih dari 30 pemain pada APGC Mid-Amateur Championship 2026. Ini menjadi kesempatan yang sangat baik bagi para pegolf Indonesia untuk mengukur kemampuan sekaligus bersaing dengan pemain-pemain terbaik dari kawasan Asia-Pasifik,” ujar Suharsono.

Di sisi lain, pegolf amatir andalan Indonesia, Alit Jiwandana, menilai penyelenggaraan APGC Mid-Amateur Championship 2026 menjadi momentum penting untuk memperkenalkan Indonesia kepada komunitas golf Asia-Pasifik.
Menurutnya, Gunung Geulis Country Club menawarkan kombinasi tantangan dan panorama alam yang luar biasa. Lapangan yang akan digunakan, yakni East Course, dikenal memiliki tingkat kesulitan tinggi sehingga akan menjadi ujian tersendiri bagi seluruh peserta.
“Gunung Geulis bukan hanya menghadirkan tantangan kompetitif, tetapi juga memperlihatkan keindahan alam Indonesia kepada para peserta dari berbagai negara. Kami berharap mereka membawa pulang pengalaman dan cerita positif tentang Indonesia,” ujar Alit.
Meski bermain di kandang sendiri, Alit mengakui persaingan tidak akan mudah. Karakter East Course yang menantang membuat target realistis bagi para pemain Indonesia adalah mampu tampil konsisten sepanjang pekan.
“Tentu kami berharap bisa meraih hasil terbaik. Namun melihat tingkat kesulitan lapangan, bermain under par sepanjang turnamen sudah menjadi pencapaian yang sangat baik bagi para pegolf Indonesia,” tutupnya.
Dengan hadirnya para pegolf terbaik kawasan Asia-Pasifik dan format kompetisi yang semakin menarik, APGC Mid-Amateur Championship 2026 diharapkan menjadi panggung persaingan berkualitas sekaligus memperkuat hubungan persahabatan antarnegara melalui olahraga golf.



