Jennifer Quinn, pegolf masa depan Indonesia, harus bekerja ekstra keras untuk bisa mempertahankan posisinya di puncak leaderboard Mandiri Ciputra Golfpreneur Junior World Championship 2026 dalam putaran kedua pada Kamis (11/6). Meski dikeroyok 2 pegolf Thailand, Kanyarak Pongpithanon dan Marisa Tojai, pegolf Indonesia berusia 13 tahun tersebut berhasil menjaga peluangnya untuk menjuarai Mandiri Ciputra Golfpreneur Junior World Championship 2026.
Kunci keberhasilan Quinn terwujud di hole 17 ketika berhasil mencetak birdie. Di saat yang sama Pongpithanon yang sempat memimpin leaderboard hingga hole 16 dengan total 8-under membuat bogey back-to-back di 2 hole terakhir sehingga skornya drop menjadi 6-under.

Birdie di hole 17 mengantarkan Quinn ke puncak klasemen dengan 7-under setelah menutup putaran kedua dengan 71 (1-under). Tomai yang sempat tied di posisi 2 bersama Quinn dengan total 6-under pun harus kehilangan 1 pukulan setelah mencetak bogey di hole 17 karena bola masuk air.
Quinn bertahan di puncak leaderboard sementara dengan total 137 (7-under). Ia hanya unggul 1 pukulan dari Pongpithanon yang berada di posisi kedua dengan total 138 (6-under), sedangkan Tojai di peringkat tiga dengan 139 (5-under). Dengan kondisi ini, dipastikan perebutan gelar juara di putaran final akan semakin menegangkan.

“Saya akan berusaha memaksimalkan permainan short game dan long game, sekaligus mempersiapkan kondisi fisik (untuk besok),” ujar Quinn, yang tahun ini mencoba mengulang sukses di Kejurnas Golf Amatir dengan mengukir rekor sebagai juara termuda.
Sementara itu, di nomor putra, Parin Sarasmut (THA) melesat ke posisi puncak leaderboard setelah bermain dengan skor 65 (7-under) pada putaran kedua Mandiri Ciputra Golfpreneur Junior World Championship 2026 di Damai Indah Golf, PIK Course, Jakarta. Sarasmut mencetak satu eagle dan lima birdie. Memimpin dengan total 133 (11-under), ia mengambil alih pimpinan dari rekan senegaranya, Warut Boonrod, yang pada hari pertama menempati peringkat teratas.Boonrod turun ke peringkat kedua dengan total 138 (6-under).

Unggul dengan 5 pukulan, Thailand hampir mengunci gelar juara di nomor ini. Ancaman memang ada pegolf Korea Jaehyun Park yang menyusul ke peringkat tiga dengan 139 (5-under). Park masih punya kesempatan 1 putaran lagi Jumat (12/6) besok.
“Permainan saya hari ini sangat bagus, pukulan wedge, approach, dan putting saya hari ini juga jauh lebih baik. Saya bisa mendapatkan eagle di hole 13 setelah memasukkan putt dari jarak 40 kaki. Bisa bermain tanpa bogey juga membuat hari ini menjadi lebih baik lagi,” kata Parin yang pernah menjuarai Mandiri Ciputra Golfpreneur Junior World Championship 2023. Tahun lalu, dia menjadi salah satu runner up, di bawah pegolf Indonesia Rayhan Abdul Latief yang menjadi juara.

Walaupun skornya cukup jauh dengan Boonrod dan pegolf putra lainnya, Sarasmut tidak mau gegabah. “Saya akan berusaha bermain seperti hari ini. Berusaha main sebaik mungkin, berusaha memainkan sesuai rencana, dan tidak terlalu memikirkan soal skornya,” tegas dia. Parin merupakan salah satu pegolf andalan Thailand. Dia meraih medali emas nomor beregu putra dan medali perunggu nomor individu pada SEA Games tahun lalu.
Sebanyak 35 pegolf divisi putra lolos cut-off ke putaran final dengan batas skor 152 (8-over). Pada divisi putri, batas skor yang lolos ke final adalah 154 (10-over). Ada total 22 pemain putri. Mereka yang tidak lolos tetap ikut bertanding di hari ketiga untuk lanjut bertanding pada babak consolation.



