Eugene Emmanuel Tanyongjaya membuktikan bahwa persiapan yang minim bukan penghalang untuk meraih prestasi. Meski datang tanpa sempat menjalani practice round setelah baru kembali dari Singapore Amateur Championship, pegolf binaan Ciputra Golfpreneur Foundation itu tampil dominan untuk menjuarai AGI Amateur Championship VIII yang berlangsung di Damai Indah Golf – BSD Course, Tangerang Selatan, pada 22–24 Juli 2026.
Eugene memastikan gelar juara usai membukukan total 215 pukulan atau 1-under par, unggul sembilan stroke atas Benaya Karan di posisi kedua. Konsistensi menjadi kunci keberhasilannya setelah mencatatkan skor 74 pada putaran pertama, bangkit dengan 70 pukulan di putaran kedua, lalu menutup turnamen dengan 71 pukulan pada putaran final.
Keberhasilan tersebut terasa semakin spesial karena Eugene tampil dalam kondisi yang jauh dari ideal. Kondisi fisik yang belum sepenuhnya pulih akibat padatnya jadwal kompetisi pun menjadi tantangan tersendiri.
Namun, alih-alih terbebani oleh situasi tersebut, Eugene memilih mengubah pendekatannya. Ia bermain lebih lepas, menikmati setiap ronde, dan fokus pada satu pukulan demi satu pukulan. Strategi sederhana itu justru membawanya tampil konsisten sepanjang turnamen hingga akhirnya mengangkat trofi juara.
“Saya tidak sempat melakukan practice round karena baru pulang dari turnamen di Singapura dan badan masih cukup lelah. Jadi saya datang ke turnamen ini tanpa beban. Yang penting, main saja, percaya pada permainan saya. Puji Tuhan, akhirnya bisa menang di turnamen ini,” ujar Eugene.

Meski akhirnya menjadi juara, Eugene mengaku sempat kesulitan pada putaran pertama. Kondisi green yang lebih cepat dan keras dari perkiraannya membuatnya harus melakukan penyesuaian, terutama dalam permainan putting.
“Di round pertama saya cukup kaget karena green-nya lebih keras dan lebih cepat, mungkin karena persiapan menuju Ciputra Golfpreneur Tournament pada Agustus nanti. Tapi di putaran kedua dan ketiga saya mulai bisa beradaptasi. Pembacaan putting line semakin baik dan permainan saya jadi lebih konsisten,” katanya.

Keberhasilan menjuarai AGI Amateur Championship VIII menjadi bukti perkembangan positif Eugene sebagai salah satu atlet muda binaan Ciputra Golfpreneur Foundation. Penampilan yang stabil sepanjang tiga hari turnamen kembali memperlihatkan kematangannya dalam menghadapi tekanan kompetisi sekaligus mempertegas potensinya sebagai salah satu pegolf amatir Indonesia yang patut diperhitungkan.
Gelar ini juga membuka peluang berikutnya bagi Eugene. Sebagai juara AGI Amateur Championship VIII, ia resmi mengamankan satu tempat untuk tampil di South Sulawesi Amateur Open (SSAO) 2026 yang akan berlangsung pada 22–24 September 2026 di Padivalley Golf Course, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Turnamen tersebut diproyeksikan menjadi panggung internasional berikutnya bagi Eugene. SSAO 2026 akan diikuti oleh para pegolf amatir dari Vietnam, Malaysia, India, Mongolia, Jepang, Hong Kong, Thailand, Singapura, serta Indonesia, sehingga menjadi kesempatan bagi Eugene untuk kembali mengukur kemampuan sekaligus membawa nama Indonesia di level Asia.



