Nelly Korda (AS) boleh dibilang merupakan pegolf yang merajai kompetisi golf wanita dalam 5 tahun terakhir. Namun, untuk urusan U.S. Women’s Open, ia belum pernah mencicipi satu gelar pun. Pegolf berusia 27 tahun tersebut akhirnya bisa mewujudkan mimpinya di U.S. Women’s Open 2026 pada Minggu (7/6) kemarin.
Korda berhasil menuntaskan gelar major keempatnya secara keseluruhan dengan mencatatkan skor (69) 2-under pada putaran terakhir, dengan total 276 (7-under). Ia sendiri memastikan gelar tersebut ketika berhasil membukukan birdie di hole 17, yang mengangkatnya ke puncak klasemen sendirian. Sebelumnya, Korda bersama Charley Hull (ENG) dan Gaby Lopez (MEX) berbagi tempat di posisi atas leaderboard dengan 6-under.

Di hole terakhir, Korda bahkan hampir mengalami bencana ketika putt keduanya hampir lip-out. Seandainya ini terjadi, ia harus melakukan play-off dengan kedua pemain lainnya. Beruntung, hal itu tidak terjadi. Saat bola itu masuk, Korda telah memastikan kemenangan keempatnya di LPGA Tour musim ini, di mana ia juga mencatatkan tiga finis di posisi kedua dari hanya delapan turnamen yang diikutinya. Korda pun menjadi pegolf ketiga AS yang berhasil menjuarai U.S. Women’s Open dalam 10 tahun terakhir setelah Brittany Lang di 2016 dan Allisen Corpuz pada 2023.
“Rasanya bahkan lebih nikmat, apalagi dengan hiasan es krim di hole terakhir,” kata Korda yang merayakan kemenangannya dengan linangan air mata sukacita, seperti dikutip AP.

Trofi U.S. Women’s Open (Harton S. Semple) memang terasa berbeda bagi Korda. Ia baru bisa mewujudkannya setelah 11 kali penampilannya dalam 10 tahun terakhir. Tampil di Riviera Country Club pun lebih menantang ketimbang saat menjuarai turnamen major Chevron Championship pada April lalu, saat ia melaju pesat dari lawan-lawannya dalam perolehan skornya.
Di lapangan berusia 100 tahun tersebut, Korda memang tidak lepas dari para kompetititornya sejak putaran akhir dimulai hingga hole 17. Di sembilan hole kedua, ia bahkan bisa menjaga kartu skornya bersih dari bogey.
“Saya tidak merasa dalam kondisi terbaik di sembilan hole terakhir,” kata Korda, seperti dikutip situs U.S. Women’s Open. “Perasaan campur aduk memenuhi hati saya, (tapi) ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Saya sudah memimpikan momen ini sejak masih kecil.”

Korda mengungguli Hull dan Lopez dengan 1 pukulan. Hull yang berasal dari Inggris memang tiba-tiba menyodok di putaran akhir. Setelah lolos dari jebakan cut yang berada di 4-over, Hull justru tampil menggila di 2 putaran akhir. Hull menyelesaikan 2 putaran itu dengan 10 under (65-67).
“Anginnya cukup kencang dan saya memukul bola dengan sangat bagus, jadi selamat untuk Nelly Korda atas kemenangan beruntunnya,” kata Hull. “Tapi saya sangat suka bermain di turnamen major. Saya hampir selalu bersemangat hanya untuk turnamen mayor. Rasanya aneh sekali, saya memang sangat suka bermain di turnamen besar. Misalnya, kalau turnamen biasa dari minggu ke minggu, kadang-kadang saya kesulitan menemukan motivasi, tapi begitu masuk minggu turnamen major, saya benar-benar menyukainya.”



