DP World Tour Dituding Lakukan “Pemerasan”

Jon Rahm melancarkan “perang” terbuka dengan DP World Tour. Mantan pegolf No. 1 Dunia tersebut menuding badan touring Eropa tersebut melakukan “pemerasan” kepada para pemain yang bermain di LIV Golf League. Pemerasan tersebut diwujudkan dalam bentuk denda karena pembangkangan mereka ke liga yang tidak diakui DP World Tour.

DP World Tour menjatuhkan denda dan sanksi skorsing kepada Rahm sebagai anggota DP World (sebelumnya European) Tour karena bermain di event LIV yang didukung Saudi yang dianggap sebagai liga pesaing. Rahm menandatangani kontrak dengan LIV pada 2023 dalam kesepakatan yang dilaporkan bernilai ratusan juta dolar. Pegolf Spanyol berusia 31 tahun tersebut telah mengajukan banding terhadap sanksi-sanksi tersebut, dengan sidang yang akan digelar.

Credit: Chris Trotman/LIV Golf

Delapan pemain lainnya, termasuk rekan satu Ryder Cup Tyrrell Hatton, telah menandatangani kesepakatan dengan DP World Tour, yang memungkinkan mereka untuk bermain di turnamen LIV dan tetap dalam pertimbangan untuk seleksi Ryder Cup. Para pemain tersebut telah membayar denda dan setuju untuk bermain atau mempromosikan event (DP World Tour) tertentu.

“Saya tidak suka dengan apa yang mereka lakukan saat ini dengan kontrak yang mereka minta kami tandatangani,” kata Rahm, seperti dikutip The Guardian. “Saya tidak suka dengan syarat-syaratnya. Mereka meminta saya untuk bermain minimal enam turnamen dan menentukan di mana dua di antaranya harus diadakan, serta hal-hal lain yang saya tidak setuju.

Credit: Mateo Villalba/LIV Golf

“Saya tidak tahu permainan apa yang mereka coba mainkan saat ini, tapi sepertinya mereka memanfaatkan pengaruh kami di turnamen, mengenakan denda, dan mencoba mendapatkan keuntungan dari kedua sisi atas apa yang kami tawarkan.”

“Mereka memeras pemain seperti saya dan pemain muda yang tidak ada hubungannya dengan politik dalam permainan ini. Jadi, saya tidak suka dengan situasi ini dan saya tidak akan setuju dengan itu.”

Rahm memang berjuang agar dirinya bisa kembali ke DP World Tour tanpa harus menghadapi sanksi-sanksi. Namun, jika Rahm kalah dalam bandingnya, ia berisiko dikucilkan untuk masuk tim Ryder Cup Eropa yang akan bertanding di Adare Manor tahun depan. “Saya menghormati keputusan Tyrrell,” kata Rahm tentang Hatton. “Itu saja yang bisa saya katakan. Dia bebas membuat pilihan sendiri dan saya sepenuhnya menghormatinya.

Credit: Chris Trotman/LIV Golf

“Saya pikir kita seharusnya bisa bermain di mana kita mau dan memiliki pilihan untuk bermain di mana kita mau, tanpa dipaksa untuk melakukan sesuatu. Terutama saya sendiri. Saya tidak bisa berbicara atas nama orang lain; hanya diri saya sendiri. Saya selalu berkomitmen untuk memenuhi persyaratan minimum [DP World Tour] dan saya pikir saya telah bermain di empat turnamen, termasuk Spanish Open, setiap tahun kecuali satu kali sejak menjadi profesional.”

“Itu tidak akan berubah. Saya masih berencana untuk melakukannya. Saya dengan senang hati akan membiayai sendiri untuk ikut serta dalam Ryder Cup, tidak perlu membayar untuk tetap menjadi anggota DP World Tour, dan memenuhi komitmen yang saya siap untuk penuhi.”

Share with

More News

HSBC Women’s World Championship: Hannah Green Raih Trofi Ketujuh LPGA

HSBC Women’s World Championship: Duo Australia Sukses Gusur Pemuncak 36 Hole

Program Ramadan ala Riverside Golf Club

HSBC Women’s World Championship: Kim Bertahan di Puncak, Tiga Pegolf Berikan Ancaman

Digital Edition

COVER FEB MAR 2026
Februari - Maret 2026

Pertarungan Antara Prestasi dan Cinta

Cover DES-JAN 2026
Desember 2025 - Januari 2026

Golf Dunia dalam Genggaman Wanita 22 Tahun

COVER OKT-NOV 2025_page-0001
Oktober - November 2025

Hegemoni Sang No.1 Di Pentas Sejagat

Screenshot 2025-08-13 003040
Agustus - September 2025

Ada Apa dengan Collin Morikawa