HSBC Women’s World Championship 2026 menyajikan putaran ketiga yang berlangsung hari ini, Sabtu (28/2). Pertarungan menarik terjadi di puncak leaderboard. Selain leader 36 hole Auston Kim (AS), beberapa pegolf sempat bergantian memuncaki papan atas. Namun, di akhir permainan, duo pegolf Australia, Minjee Lee dan Hannah Green, sukses menggusur Kim di puncak klasemen.
Juara HSBC Women’s World Championship Green mencetak skor 68 (4-under), sedangkan Lee membukukan 69 (3-under). Keduanya langsung bertengger di puncak dengan total 205 (11-under) di Tanjong Course, Sentosa Golf Club.

Green memuji Jarryd, suaminya yang menjadi kedi sepanjang pekan ini, karena membantunya untuk tetap tenang selama putaran yang berjalan hampir sempurna. Dibantu suami yang memiliki pengalaman kedinya masih terbatas, Green mencetak lima birdie dan satu bogey.
“Thailand pekan lalu adalah kali pertama dia menjadi kedia untuk saya. Dia masih cukup baru dalam hal ini, tapi dia memahami permainan dan membantuku tetap sabar, terutama saat pukulan tidak berhasil atau putt tidak masuk. Saya pasti membutuhkan kesabaran itu lagi besok,” kata Green.

Menghadapi pertarungan besok, pegolf berusia 29 tahun, yang telah meraih enam kemenangan di LPGA, tersebut menantikan duel putaran final dengan Lee.
“Saya rasa kami belum pernah bermain bersama di putaran final sebelumnya. Ini pasti seru, dan saya yakin para penggemar Australia akan senang melihat kami berdua di grup final,” tambah Green.
Lee pun sudah tidak sabar untuk memanaskan kembali persaingan. Namun, ia sendiri mewaspadai keadaan lapangan dan kondisi cuaca di Sentosa.

“Saya sebenarnya tidak merasa kita sudah bermain bersama sebanyak itu selama bertahun-tahun. Kita hanya bermain beberapa putaran latihan, atau beberapa putaran di rumah selama musim sepi. Saya pikir ini akan menjadi tantangan yang menyenangkan besok.
“Hari ini terasa lebih sulit, mungkin karena posisi pin. Itulah yang seharusnya menjadi ciri khas kejuaraan besar. Besok, yang penting adalah bermain sebaik mungkin dan mengatasi panas dengan baik,” kata Lee.

Kedua pegolf ini memang memiliki motivasi masing-masing di HSBC Women’s World Championship 2026. Green ingin menorehkan sejarah sebagai pegolf pertama Australia, dan pemain ketiga setelah Inbee Park dan Jin Young Ko (keduanya asal Korea), yang bisa meraih 2 kali gelar juara event yang disebut-sebut “Major Asia” ini. Sementara, Lee bakal menjadi pemain ketiga Australia yang menjuarai HSBC Women’s World Championship 2026.
Meski memimpin, Lee dan Green sebenarnya hanya unggul satu pukulan dari Angel Yin (AS) dan Haeran Ryu (KOR). Karena itu, kedua memang mewaspadai kejutan yang bakal ditampilkan para pesaing mereka.
Ryu tetap optimistis bisa menyalip di putaran akhir untuk mengukir gelar keempatnya di LPGA, sementara Yin berharap kombinasi keterampilan dan keberuntungan yang kuat di putaran final.

“Saya hanya tertinggal satu pukulan. Tertinggal, bukan memimpin, sebenarnya memberi saya mental yang lebih kuat,” kata Ryu.
“Anda membutuhkan permainan golf yang baik dan sedikit keberuntungan. Jujur saja, tidak banyak yang bisa Anda lakukan tentang itu,” tambah Yin. “Terkadang, keduanya berjalan beriringan.”



