Robert MacIntyre: Generasi Highlander Terbaik Berikutnya

Setelah Colin Montgomerie (hingga 2007) dan Paul Lawrie (hingga 2012), Skotlandia tidak pernah memiliki pegolf terbaiknya yang berada di jajaran elite dunia. Namun, sejak FedEx Cup Playoff 2025 lalu, Skotlandia dapat menempatkan highlander terbaik di Top 10 Dunia. Dia bernama Robert Duncan MacIntyre.

Hingga pertengahan Januari tahun ini, MacIntyre menempati No. 6 Dunia. Pegolf kidal berusia 26 tahun tersebut hanya membutuhkan 5 bulan untuk bisa menembus peringkat elite dunia. Keberhasilannya itu terukir setelah ia menduduki posisi runner up di BMW Championship 2025 pada Agustus, yang langsung menempatkannya di No. 8 Dunia. Berikut perjalanan MacIntyre menapaki karier profesionalnya hingga menjadi highlander terbaik dalam peta golf dunia saat ini:

Bagaimana pengalaman amatir MacIntyre?

Ketika masuk golf, MacIntyre bisa dibilang sangat terlambat. Ia mulai fokus golf pada usia 17 tahun setelah usia 13-17 tahun menekuni olahraga favoritnya shinty. Namun, ia bisa langsung nyetel dengan olahraga barunya ini. Beberapa karier amatirnya cukup mentereng. MacIntyre menjadi juara Scottish Youths’ Championship dan Scottish Boys’ Open Strokeplay Championship 2013, menjadi pemain pertama Skotlandia yang menjuarai 2 turnamen tersebut. Lalu, juara Scottish Amateur pada 2015. Terakhir, ia memperkuat tim Skotlandia di Eisenhower Trophy 2026 dan Walker Cup (kejuaran beregu antara Eropa dan AS) 2017. 

Apa pengalaman berkesan MacIntyre di Walker Cup?

MacIntyre memperkuat tim Great Britain & Ireland di Walker Cup 2017, menghadapi tim kuat AS. Ia menggilas bintang masa depan PGA Tour Cameron Champ dengan 6&4 dalam partai single.

MacIntyre menikmati college golf. Apa prestasinya selama di bangku kuliah?

MacIntyre menjalani kuliah di McNeese State University, Louisiana. Musim 2014-205 menjadi tahun keemasan MacIntyre di college golf. Ia meraih penghargaan Louisiana Freshman dan Southland Conference Freshman of the Year. MacIntyre membantu tim college-nya di SLC Golf championships 2015 untuk menduduki posisi runner up. Meski tidak menyelesaikan kuliahnya, ia menikmati waktunya di McNeese. 

“Saya sangat menikmati waktu saya di McNeese. Itu adalah kali pertama saya tinggal jauh dari rumah dan hal itu membantu saya belajar untuk mandiri. Saya membuat begitu banyak teman yang akan bertahan seumur hidup,” kata MacIntyre, seperti dikutip situs McNeese. 

Kapan MacIntyre menyandang status profesional?

MacIntyre menjadi pemain pro di akhir 2017, ketika usianya menginjak angka 21. Ia mencatat karier bagus di dua event pertamanya sebagai pro. Bermain di MENA Golf Tour (tour di Timur Tengah dan Afrika Utara), MacIntyre menempati posisi 3 di Jordan’s Ayla Golf Championship dan menjuarai Sahara Kuwait Championship.

Bagaimana pengalaman MacIntyre dalam status profesionalnya?

Ia berhasil mengoleksi 5 gelar juara (3 juara DP World Tour, 1 PGA Tour, serta 1 DP World Tour dan PGA Tour). 

Robert MacIntyre. Foto: Getty Images

Bagaimana MacIntyre bisa tampil di PGA Tour?

Tampil impresif di DP World Tour 2023, ia menduduki posisi no. 7 di klasemen akhir tour di benua Eropa. Hasil ini mengamankan kartu tournya di PGA Tour untuk musim 2024. 

Petualangan MacIntyre dalam musim debutnya di AS

Debut MacIntyre di PGA Tour bisa dibilang sukses. Ia berhasil mengukir gelar pertamanya di PGA Tour usai menang RBC Canadian Open 2024 dalam start-nya yang ketujuh. Uniknya, kemenangan di Kanada itu terjadi setelah highlander tersebut mengganti kedinya dengan sang ayah, Dougie. “Untuk memenangkan turnamen PGA Tour pertamaku dengan ayahku sebagai kedi, aku tidak bisa membayangkan skenario yang lebih baik dari ini,” kata MacIntyre, seperti dikutip Scottishgolf.org. “Kemenangan itu lebih dari sekadar memenangkan turnamen PGA Tour dan mendapatkan hadiah uang yang bagus.”

Apa yang menarik dalam kemenangan kedua MacIntyre?

MacIntyre menyabet trofi keduanya di Scottish Open, yang merupakan joint-sanction DP World Tour dan PGA Tour, dalam musim rookie-nya di PGA Tour. Yang menarik, dalam Scottish Open, ia berhasil menebus kekalahannya pada 2023. Waktu itu MacIntyre mengakui keunggulan Rory McIlroy yang menang dengan selisih 1 pukulan. Tahun berikutnya MacIntyre berhasil mengalahkan Adam Scott dengan keunggulan 1 pukulan. 

Robert MacIntyre di Sony Open. Foto: Tracy Wilcox/ PGA TOUR via Getty Images

Menjuarai Scottish Open, bagi MacIntyre, memiliki makna yang sejajar dengan menang di Open. Mengapa?

Ada kebanggaan tersendiri ketika menang di Scottish Open. National Open tersebut menjadi cita-cita besar MacIntyre sejak kecil.  “Seumur hidup saya selalu ingin bermain di Scottish Open. Saya ingat pernah pergi ke Barclay’s Scottish Open di Loch Lomond saat masih kecil,” kataya.

“Kemudian saya cukup baik untuk bergabung dengan DP World Tour dan mulai berkompetisi di sana. Saya berpikir, ‘betapa hebatnya jika saya mendapat kesempatan untuk memenangkan ini, hanya sekali saja? Saya hanya ingin satu kesempatan untuk memenangkan ini dan semoga keberuntungan berpihak pada saya’.”

Keberhasilan di tanah airnya mengukir rekor tersendiri untuk MacIntyre. Apa itu? 

MacIntyre mewujudkan impian seumur hidupnya dan menjadi orang kedua Skotlandia yang berhasil mengawinkan 2 kemenangan: Scottish Men’s Amateur 2015 dan Scottish Open. Hanya Colin Montgomerie yang sebelumnya berhasil melakukan hal itu.

Tumbuh sebagai pegolf kidal, siapa pegolf idola MacIntyre?

Ia mengidolai Phil Mickelson yang juga pegolf kidal. 

Pada 2023 MacIntyre menjadi anggota tim Ryder Cup 2023. Bagaimana debutnya di kejuaraan beregu dunia tersebut?

Usai menang gelar kedua DP World Tour pada 2022 di DS Automobiles Italian Open. MacIntyre mendapatkan spot otomatis di tim Luke Donald (sang kapten) setelah menduduki posisi ketiga dalam Daftar European Points. Debut MacIntyre pun tidak mengecewakan. Tidak terkalahkan dalah 3 pertandingan dan mampu mengoleksi 2,5 poin. 

Bagi MacIntyre, bertanding di kompetisi internasional menjadi kebanggaan tersendiri.

Ia sadar bahwa dirinya mewakili Skotlandia dan golf Skotlandia ketika ia bermain. Bagi dia, bendera Saltire adalah lambang kehormatan yang ia bangga miliki di dekatnya setiap saat di lapangan. “Saya memiliki bendera Skotlandia di tas saya tepat di samping nama saya, dan semakin lama saya berada di Amerika, jujur saja, saya mungkin semakin merasa Skotlandia!” ujarnya. “Saya selalu berusaha sebaik mungkin dalam bermain golf, tidak peduli level apa pun yang saya mainkan. Harapannya, lebih banyak (pegolf Skotlandia) yang gabung dengan saya di PGA Tour.”

Meski cukup sukses di PGA Tour pada 2024, MacIntyre merasakan homesick.

Karena homesick ini, ia susah betah di AS. Ia kadang pulang ko Skotlandia, menjaauh dari keramaian di PGA Tour. Di tempat tinggalnya, MacIntyre merasa dirinya sebagai manusia biasa. “Saya diperlakukan sebagai Bob, bocah yang tumbuh di Oban, kota kecil di Skolandia. Saya tidak diperlakukaan sebagai Robert MacIntyre, pemain PGA Tour.”

Apa penilaian MacIntyre terhadap dirinya sendiri?

“Saya pikir saya punya 2 personalitas,” katanya, seperti dikutip CNN. “Di lapangan golf, saya sangat serius. Di luar lapangan, saya sangat santai, mudah bergaul, dan suka tertawa.” 

Satu hal yang mendorong MacIntyre bisa bagus dalam bermain golf adalah permainan shinty.

Shinty (olahraga tradisional Skotlandia yang mirip hoki lapangan tetapi jauh lebih keras) telah membentuk kemampuan golf MacIntyre. “Koordinasi tangan dan mata dalam permainan golf saya berasal dari shinty,” katanya. “Saya sudah memukul bola shinty sejak bisa berjalan. Itu hanya insting, dan sebagian besar permainan golf saya seperti itu. Dari tee ke green, Anda harus memukulnya dengan baik, dan shinty mendorong gerakan ayunan golf.”

Share with

More News

DP World Tour Dituding Lakukan “Pemerasan”

HSBC Women’s World Championship: Hannah Green Raih Trofi Ketujuh LPGA

HSBC Women’s World Championship: Duo Australia Sukses Gusur Pemuncak 36 Hole

Program Ramadan ala Riverside Golf Club

Digital Edition

COVER FEB MAR 2026
Februari - Maret 2026

Pertarungan Antara Prestasi dan Cinta

Cover DES-JAN 2026
Desember 2025 - Januari 2026

Golf Dunia dalam Genggaman Wanita 22 Tahun

COVER OKT-NOV 2025_page-0001
Oktober - November 2025

Hegemoni Sang No.1 Di Pentas Sejagat

Screenshot 2025-08-13 003040
Agustus - September 2025

Ada Apa dengan Collin Morikawa