LIV Golf Adelaide akan menjadi salah satu momen paling berkesan untuk Anthony Kim (AK). Pegolf berusia 40 tahun tersebut akhirnya bisa memenangi turnamen profesional pertamanya setelah merasakan dahaga gelar selama hampir 16 tahun. Gelar profesional pertamanya terukir di turnamen elite LIV Golf League yang berlangsung di Adelaide pada Minggu (15/2) kemarin.
Kim kembali ke arena profesional setelah selama 12,5 tahun meninggalkan dunia kompetitif tersebut karena cedera berkepanjangan dan berbagai persoalan pribadi yang menerpanya. LIV Golf menjadi arena kembalinya Kim ke musim profesionalnya yang kompetitif pada 2024. Kim memulainya dari kemampuannya yang minus, permainan yang berkarat dan tidak menyakinkan seperti yang ditunjukkannya pada masa 2006-2011.
Namun, prinsip bermain AK—sejak balik ke arena kompetitif—adalah 1% lebih baik setiap hari rupanya memang bertuah. Sejak bermain di Jakarta International Championship pada Oktober tahun lalu, permainan AK terus mengalami perbaikan. Ketika lolos ke LIV Golf League, melalui LIV Golf Promotions, AK menunjukkan kesiapannya untuk tampil menggigit di musim 2026.

Setelah finis T22 di even pembuka LIV Golf Riyadh, AK langsung tampil menggila di Adelaide, event kedua LIV Golf 2026. Di putaran akhir, peraih 3 gelar PGA Tour tersebut harus berhadapan 2 pemain terbaik LIV Golf: Bryson DeChambeau dan Jon Rahm.
Ketika DeChambeau mulai kehilangan kontrol untuk bisa meramaikan persaingan menuju tangga juara, AK justru makin hot dengan permainannya. Di hole 12 ia pun bisa menyamai skor total Rahm, dan berbagi tempat dengan mantan pegolf No. 1 Dunia tersebut. Empat birdie dalam 6 hole berturut-turut telah mengunci kemenangan AK, sedangkan Rahm hanya mampu membuat 1 birdie.
Kim menutup permainannya di Minggu itu dengan 63 (9-under!). Ia finis dengan total 23-under, berhasil mengejar ketertinggalan deficit 5 pukulan dari Rahm dan DeChambeau. AK menang dengan keunggulan 3 pukulan dari Rahm, yang harus puas di posisi runner up. Menariknya, AK berhasil juara setelah direkrut 4Aces GC yang dikomandani Dustin Johnson menjelang event kedua tersebut.

“Saya merasa sangat terbebani dengan perasaan (menang) ini sekarang,” kata Kim, seperti dikutip dari rilis LIV Golf. “Tapi rencanaku adalah terus meningkatkan diri dan mulai memenangkan lebih banyak trofi.”
Keberhasilan AK ini memang seperti momentum kebangkitannya setelah terpuruk selama 12 tahun lebih. Kim memang dikenal sebagai salah satu pegolf masa depan AS ketika berhasil menorehkan namanya dalam daftar juara PGA Tour pada 2008 (dengan 2 gelar PGA Tour), dua tahun setelah beralih status ke profesional. Ia bahkan menjadi pahlawan kemenangan Tim Ryder Cup AS dalam ajang beregu 2008.
Namun, kegemilangan AK kemudian meredup ketika cedera berkepanjangan mulai melanda pada 2012. Di tengah frustrasinya itu, ia pun kecanduan minum-minuman dan obat-obatan. Ia menghilang dari kompetisi PGA Tour. Hingga 2024, Greg Norman membujuknya untuk bermain di LIV Golf League. AK yang berhasil sober setelah menjalani rehabilitasi menerima tawaran itu. Namun, banyak yang meragukan comeback-nya. Masa keemasan AK dianggap telah habis.

AK justru ingin menjawab keragu-raguan itu. Ia justru termotivasi menunjukkan bahwa AK yang dulu masih ada dan akan tampil mengejutkan. Ia pun telah menunjukkannya di Adelaide kemarin. Kim berhasil menampilkan permainan yang sebagian orang bahkan tidak memprediksi sama sekali.
“Saya berhasil bermain golf dengan baik hari ini. Saya tahu ini akan terjadi,” kata Kim. “Tidak ada orang lain yang perlu percaya pada saya selain diri saya sendiri, dan bagi siapa pun yang sedang berjuang, Anda bisa melewati segala hal.”
Tidak seperti kebanyakan orang, AK ingin menunjukkan keberhasilannya di LIV Golf Adelaide ini sebagai inspirasi banyak orang. Ia justru tidak berkeinginan untuk menampilkan perjalanannya dari seorang pecandu narkoba yang ingin bunuh diri menjadi juara LIV Golf di Adelaide sebagai comeback terbesar dalam olahraga ini.

“Saat saya di rehabilitasi, itulah tujuanku,” kata Kim, seperti dikutip ABC.net.au.
“Jadi, tujuanku yang pasti adalah menginspirasi orang-orang yang sedang berjuang karena saya merasa dunia membutuhkan lebih banyak hal seperti itu.”
Kim mengatakan pelajarannya sederhana: “Don’t f***ing quit. That’s it. Don’t f***ing quit.”
Peringkat dunianya pun melesat ke No. 203. Sosok yang gembira dengan keberhasilan AK ini tentu saja adalah Norman, yang masih melihat potensi besar AK.
“Sejak pertama kami bertemu (di 2024), saat kami mulai berbicara, aku melihat di matanya,” kata Norman, seperti dikutip Golf.com. “Dia berkata, `Ini akan terjadi!’ Aku merasa seperti ayah yang bangga.
“Saya selalu tahu bahwa jika Anda bisa menerangi jalan keyakinan, jika ada kepercayaan dan keyakinan, kemampuan alami yang diberikan Tuhan, semangat, dan keinginan dia akan bangkit. Dia memiliki begitu banyak talenta, tetapi terpendam oleh keputusan dan arah yang buruk. Dia merasa tersesat dan dia mengakuinya. Dia menerimanya. Dia ingin berubah. Dia tahu golf bisa memberinya kesempatan yang dia butuhkan untuk melakukan perubahan itu.”
Bergabung di LIV Golf pada Februari 2024, Kim finis di posisi 56 dari 57 pegolf LIV. Tahun lalu, ia finis di posisi 55th dari 61 peserta, dan harus terdegradasi. Namun, Kim kembali ke LIV Golf League 2026 usai memenangi LIV Golf Promotions. Dan ia kemudian bisa menjadi juara di event kedua LIV Golf 2026.
TOP OF THE LEADERBOARDS
Individual Top 10
1 (-23) – Anthony Kim, 4Aces (67-67-68-63)
2 (-20) – Jon Rahm, Legion XIII (68-63-66-71)
T3 (-17) – Bryson DeChambeau, Crushers (66-67-64-74); Tyrrell Hatton, Legion XIII (69-69-66-67); Peter Uihlein, RangeGoats (69-67-67-68)
T6 (-16) – Lucas Herbert, Ripper (71-65-67-69); Dean Burmester, Southern Guards (69-71-67-65)
T8 (-15) – Cameron Smith, Ripper (72-67-64-70); Sebastián Muñoz, Torque (69-67-69-68); Branden Grace, Southern Guards (71-64-69-69); Marc Leishman, Ripper (66-72-70-65)



