Antara Cinta & Prestasi

Ketika Nelly Korda mengumumkan pertunangannya dengaan Casey Gunderson, dunia golf wanita terguncang dan bertanya-tanya. Mampukah mantan pegolf No. 1 Dunia ini kembali ke top perform-nya?

Kabar baik berembus dari Lake Nona Golf & Country Club, Orlando, Florida. Mantan pegolf No. 1 Dunia Nelly Korda mengakhiri paceklik gelar setelah memenangi Hilton Grand Vacations Tournament of Champions pada Minggu, 1 Februari, kemarin. Kemenangan pertamanya di musim ini memang menyudahi masa kekeringan gelar Korda yang berlangsung selama 1 tahun, 2 bulan, dan 15 hari.

Ini tentu saja menjadi kabar baik kedua Korda dalam 2 bulan terakhir. Sebelumnya, tepatnya 25 November 2025, juara 16 kali LPGA Tour tersebut membagikan kabar bahagia di akun media sosialnya. Korda mengumumkan pertunangannya dengan Casey Gunderson. Melalui serangkaian foto di Instagram sehari setelah Thanksgiving, Korda menampilkan beberapa foto dengan tunangannya dengan “Dalam hidup ini… & di kehidupan berikutnya” dengan emoji cincin. Sesi pertunangan mereka ini sendiri diabadikan oleh fotografer asal Outer Banks, Kasey Powell.

Acara yang membahagiakan tersebut sedikitnya mengurangi kekecewaan Korda yang gagal menyabet satu gelar pun di musim 2025. Ini justru berbanding terbalik prestasi Korda di 2024. Ia mengoleksi 7 gelar juara dalam satu musim tersebut. Lima di antaranya bahkan terukir secara berturut-turut, dari LPGA Drive On Championship, FIR HILLS SERI PAK Championship, Ford Championship presented by Wild Horse Pass, T-Mobile Match Play presented by MGM Rewards, dan The Chevron Championship.

Ketika menjalani musim 2025, Korda seakan kehilangan sentuhan magisnya. Meski demikian, pegolf AS berusia 27 tahun tersebut mengalami peningkatan statistik pada musim 2025. Sayang, dia gagal menyelesaikannya dengan kemenangan di saat-saat yang menentukan. Ia finis sebagai runner-up dua kali. Dalam satu musim Korda finis 7 kali di Top 10 dalam 19 turnamen dan 6 kali masuk dalam 25 besar. Ia juga tidak pernah gagal miss cut, meski tidak pernah berhasil membawa pulang trofi.

Nelly Korda. Foto: Mark Runnacles/LET

“Saya rasa pada saat ini, tubuh saya sudah benar-benar lelah,” kata Korda setelah putaran final Lotte Championship 2025, seperti dikutip si.com. “Saya memang memiliki beberapa cedera lama yang masih terasa dan tidak pernah benar-benar sembuh sepenuhnya, sehingga saya harus melakukan fisioterapi setiap hari dan terapi lainnya.

“Jadi, memastikan tubuh Anda dalam kondisi 100% atau setidaknya seoptimal mungkin adalah tujuan utama saat memasuki hari pertama dari event tersebut.”

Ketika berita pertunangan Korda merebak, spekulasi sempat merebak. Salah satunya adalah Korda tidak akan kembali perform seperti di masa-masa keemasannya. Kodrat seorang atlet wanita yang akan menyongsong pernikahan umumnya akan menghambat karier olahraganya, termasuk dalam golf. 

Namun, Korda menjawab keraguan bahwa kisah cintanya tidak mengganggu perjalanan kariernya sebagai seorang pegolf profesional. Kemenangan di kota kelahirannya, Florida, menjadi bukti bahwa Korda akan melanjutkan petualangannya di musim ke-10 LPGA Tour. Meski gelar juara di Hilton Grand Vacations Tournament of Champions diraih karena ada kondisi khusus (cuaca buruk) yang membuat putaran dalam event tersebut diperpendek menjadi 54 hole, Korda yang menjadi juara karena memimpin leaderboard usai 54 hole melihat kemenangannya itu menjadi hal yang penting dalam kariernya. 

“Golf adalah permainan yang ditentukan oleh sentimeter,” kata Korda tentang musim 2025 dalam konferensi pers kemenangannya di Lake Nona, seperti dikutip LPGA.com. “Ada begitu banyak momen tahun lalu di mana saya berharap memiliki satu inci di sini atau satu sentimeter di sana, yang bisa mengubah segalanya. Begitulah kadang-kadang. Selama Anda secara mental 100 persen fokus dan mempersiapkan diri sebaik mungkin, itulah yang bisa Anda kendalikan pada akhirnya. Hal yang sama berlaku untuk cuaca.”

Nelly Korda di The Amundi Evian Championship – Evian Resort Golf Club. Foto: Mark Runnacles/LET

Korda sendiri cukup puas dengan permainannya selama 3 hari di Lake Nona Golf & Country Club. Ia pun sangat senang dengan kemenangan pertamanya di musim 2026, dan berharap ini menjadi momentum bagi dirinya untuk terus tampil baik dalam satu musim ini. 

“Jadi, saya hampir saja berhasil (musim lalu). Tahun lalu saya bermain dengan sangat baik. Meski tidak berhasil menang, saya bermain golf yang luar biasa selama tiga hari pertama minggu ini, dan saya benar-benar bangga pada diri sendiri, tim saya, dan semua kerja keras yang kami lakukan saat tidak ada yang memperhatikan dan semua orang membicarakannya,” kata Korda, seperti dikutip Golfnews.uk.

“Jadi, saya sangat senang mendapatkan kemenangan pertama tahun ini, dan semoga ini menjadi awal tahun yang hebat. Apa pun hasilnya, saya akan selalu memberikan 100% usaha. Dalam olahraga, hasilnya memang tidak pernah bisa diprediksi. Satu-satunya hal yang bisa kita kendalikan adalah tingkat usaha dan dedikasi yang kita berikan pada olahraga kita. Saya akan selalu melakukannya. Terlepas dari hasilnya, saya tahu bahwa secara mental saya melakukannya setiap hari saat saya melangkah ke lapangan golf, dan itulah yang saya banggakan,” tambahnya.

Momen 2024 memang menjadi masa keemasan Korda dengan segala dominasi dan determinasinya. Ia mengakui bahwa itu tidak muncul begitu saja, tetapi melalui usaha keras, komitmen kuat, dan konsentrasi tinggi. Prinsipnya adalah totalitas. Apa pun hasilnya, ia sudah bekerja keras untuk mewujudkan targetnya seperti yang sudah dilakukannya di tahun 2025. 

“Seperti yang saya inginkan, saya ingin tampil konsisten setiap minggu. Saya tahu bahwa segala yang saya lakukan tahun lalu sudah cukup baik untuk menang; hanya saja saya tidak menang. Semua ini tentang komitmen dan latihan Anda. Jika Anda memberikan 100% pada keahlian Anda dan tahu bahwa Anda siap setiap minggu, Anda memberi diri Anda kesempatan terbaik untuk tampil,” ujarnya. “Pada akhirnya, itulah yang bisa kita kendalikan dan itulah yang akan saya coba kendalikan.”

Bermain di Hilton Grand Vacations Tournament of Champions, aku Korda, merupakan salah satu putaran terbaik yang dia mainkan. “Seperti yang saya katakan, saya pikir itu salah satu putaran terbaik yang pernah saya mainkan sepanjang hidup saya. Menang di posisi teratas rasanya luar biasa. Melakukannya di depan keluarga dan teman-teman saya, serta tunangan untuk pertama kalinya, benar-benar istimewa,” katanya.

Menghadapi musim 2026, Korda mendapatkan partner baru yang bisa menjadi motivator dalam setiap event golf yang diikutinya. Ia lebih bersemangat dengan kehadiran Gunderson dalam eventnya. Gunderson datang di saat yang tepat.

It’s nice. Ketika kakak perempuan saya (Jessica) pergi (menikah) dan hamil, saya rasa itu benar-benar perubahan besar secara mental bagi saya karena tidak lagi punya teman makan malam dan orang yang begitu dekat dengan saya. Sekarang aku bisa senang saat Casey datang dan minggu-minggu seperti ini untuk mengisi (kekosongan) itu — bahkan jika hanya dalam keheningan, ada kenyamanan di sana,” tambahnya.

Ia pun sudah memberikan sinyal bahwa jumlah turnamen yang akan diikutinya di musim 2026 bakal lebih sedikit. Korda kemungkinan hanya tampil dalam 18 hingga 20 event tahun ini. 

“Saya suka bermain maksimal tiga kali berturut-turut,” kata Korda, seperti dikutip Golfweek.usatoday.com. “Saya tidak akan bermain empat kali berturut-turut. Saya sudah melihat tubuh saya menurun karena itu dan saya merasa masuk ke zona di mana saya berisiko cedera.

“Itu satu hal yang saya pelajari tahun ini atau sepanjang karier saya: di mana batas maksimal saya? Tidak masalah untuk memaksakan diri, tapi Anda ingin tetap segar di beberapa periode dalam musim itu. Misalnya, tengah musim yang padat dengan banyak turnamen dan terbang, jadi Anda benar-benar ingin memastikan memberi diri sendiri istirahat, agar segar saat memasuki periode itu.

“Maksud saya, golf sudah sulit secara mental, dan kemudian terbang lintas negara, bepergian sendirian, tidur di tempat tidur yang berbeda, saya sudah mencapai usia di mana saya mulai merasakan hal itu sekarang.”

Yang pasti, Korda sudah bersiap menghadapi musim 2026. Ia pun bakal menjadi ancaman untuk perebutan mahkota No. 1 Dunia, yang saat ini dikenakan Jeeno Thitikul. Tahun ini pertarungan untuk jawara No. 1 Dunia bakal makin menarik. 

Share with

More News

DP World Tour Dituding Lakukan “Pemerasan”

HSBC Women’s World Championship: Hannah Green Raih Trofi Ketujuh LPGA

HSBC Women’s World Championship: Duo Australia Sukses Gusur Pemuncak 36 Hole

Program Ramadan ala Riverside Golf Club

Digital Edition

COVER FEB MAR 2026
Februari - Maret 2026

Pertarungan Antara Prestasi dan Cinta

Cover DES-JAN 2026
Desember 2025 - Januari 2026

Golf Dunia dalam Genggaman Wanita 22 Tahun

COVER OKT-NOV 2025_page-0001
Oktober - November 2025

Hegemoni Sang No.1 Di Pentas Sejagat

Screenshot 2025-08-13 003040
Agustus - September 2025

Ada Apa dengan Collin Morikawa