Pertarungan sengit dan penuh drama tersaji dalam ajang AGI Mid-Amateur Seri 7 yang berlangsung di Sedayu Indo Golf, Jakarta Utara, pada Rabu (12/11/2025). Turnamen yang mempertemukan para pegolf amatir terbaik dari berbagai klub ini kembali menghadirkan cerita menarik, dengan Andy Sjaichudin keluar sebagai juara usai menaklukkan tekanan kompetitif di putaran final dan mengakhiri permainan dengan skor total 141 (3 under-par).
Kemenangan ini terasa istimewa bagi Andy. Selain melalui perjuangan berat melawan para pesaing tangguh, hasil ini juga menandai gelar keduanya di musim kompetisi 2025, memperkuat reputasinya sebagai salah satu pegolf mid-amatir paling konsisten di Indonesia saat ini.
Bermain dalam satu grup dengan Muhammad Luthfi Haiban dan Angki Trijaka di babak final, Andy mengawali putaran dengan cukup stabil. Namun, atmosfer pertandingan berubah menegangkan ketika Luthfi tampil eksplosif dan mencatatkan under 5 hingga memasuki back nine.
Momentum tersebut membuat persaingan semakin seru. Luthfi yang tampil agresif sempat memimpin di beberapa hole, sementara Andy menjaga ritme permainan dengan pendekatan lebih tenang. Duel mental pun tak terhindarkan, terlebih di tiga hole terakhir di mana margin skor menjadi semakin tipis.
Drama terjadi di hole terakhir ketika Luthfi mengalami kecelakaan kecil yang memengaruhi konsentrasinya. Kesempatan tersebut dimanfaatkan dengan sangat baik oleh Andy, yang tetap menjaga ketenangan dan bermain konsisten hingga akhir. Dengan strategi matang dan fokus tinggi, ia menutup permainan dengan hasil gemilang, unggul dua pukulan atas Luthfi yang finis sebagai runner-up.
“Saya bersyukur banget bisa menang lagi. Jujur, saya nggak nyangka bisa dua kali juara di musim 2025 ini. Hari ini rasanya lebih enak dibanding putaran pertama kemarin. Tapi Luthfi mainnya luar biasa, jadi kami benar-benar kejar-kejaran. Itu bikin saya harus tetap fokus dan jaga komitmen di setiap pukulan.” ujar Andy usai pertandingan.
Menurut Andy, kunci keberhasilannya terletak pada kemampuan menjaga konsentrasi di tengah tekanan tinggi. Meski sempat tertinggal di pertengahan permainan, ia tetap bermain sabar dan disiplin.
“Tadi waktu mau masuk back nine, saya sempat tertinggal dua stroke. Tapi saya nggak merasa tertekan. Saya cuma fokus main sesuai plan dan tetap tenang. Saya percaya hasil akan datang kalau kita main dengan komitmen,” tambahnya.

Sementara itu, dari kategori putri, pegolf asal Jepang Tomomi Ishihara kembali menunjukkan dominasinya di kancah golf amatir nasional. Tomomi sukses merebut gelar juara AGI Mid-Amateur Seri 7, menambah koleksi gelarnya di kancah Mid-Amateur.
Permainan Tomomi yang stabil dan presisi membuatnya tak tertandingi sepanjang turnamen. Dengan performa konsisten di setiap hole, ia berhasil mengukuhkan diri sebagai pegolf wanita paling berprestasi di ajang AGI musim ini.
“Kemenangan kali ini membuat saya bahagia. Karena saya tidak bermain dengan baik kemarin, dan hari ini permainan golf saya juga tidak dalam kondisi terbaik. Tapi saya berhasil fokus pada pikiran dan pukulan saya. Jadi saya mendapatkan skor yang bagus hari ini, dan saya benar-benar senang dengan kemenangan hari ini,” ungkap Tomomi usai pertandingan.
Baik Andy maupun Tomomi sama-sama memuji perkembangan Amateur Golfers Indonesia (AGI) yang dalam dua tahun terakhir menunjukkan pertumbuhan signifikan, baik dari sisi jumlah peserta, kualitas penyelenggaraan, maupun atmosfer kompetisi.
“AGI ini bagus banget. Kita sekarang bisa lihat, kompetisi makin merata. Pemain-pemain amatir Indonesia juga banyak yang tampil under-par, yang dulu jarang terjadi. Ini menunjukkan level permainan kita meningkat.” ujar Andy.

Pernyataan serupa disampaikan Tomomi. Menurutnya, AGI bukan hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembelajaran dan pengembangan karakter bagi pegolf mid-amateur.
“AGI memberikan atmosfer turnamen yang sangat profesional, tapi tetap hangat dan suportif. Setiap seri selalu membawa pengalaman baru. Saya senang bisa ikut berpartisipasi,” ungkap Tomomi.
AGI diharapkan terus menjadi platform utama bagi para pegolf amatir Indonesia untuk menyalurkan potensi dan meningkatkan daya saing mereka di kancah nasional maupun internasional.
(Penulis : Iwan Prima/ OB Golf)



