Asia Pacific Golf Confederation (APGC) Mid-Amateur Championship 2026 yang berlangsung di East Course, Gunung Geulis Country Club, Bogor, resmi berakhir pada Kamis (25/6). Pegolf asal Jepang sekaligus juara bertahan, Yutaka Toyoshima, kembali menunjukkan kelasnya dengan sukses mempertahankan gelar juara secara wire-to-wire. Tampil percaya diri sejak ronde pertama, Yutaka mampu menjaga konsistensi permainannya hingga putaran final dan memastikan gelar juara diraih untuk kedua kalinya secara beruntun. Keberhasilan tersebut semakin menegaskan dominasinya sebagai salah satu pegolf mid-amatir terbaik di kawasan Asia-Pasifik.
Yutaka menutup turnamen dengan total 207 pukulan atau enam di bawah par. Di belakangnya, dua pegolf tuan rumah melengkapi tiga besar klasemen, yakni Zachary Kristian yang finis sebagai runner-up dengan total 212 pukulan (1-under par) dan Luke Evan Moore di posisi ketiga dengan 213 pukulan.
“Kunci untuk bisa meraih kemenangan secara berturut-turut adalah keberanian dan kerja keras. Saat harus bersaing di kategori usia 25 tahun ke atas, sementara saya sendiri sudah berusia 49 tahun, tentu tantangannya tidak mudah. Saya harus menghadapi para pemain yang jauh lebih muda sehingga dibutuhkan usaha ekstra untuk tetap kompetitif,” ujar Yutaka.

Di balik dominasi Jepang pada nomor individu, Indonesia berhasil menciptakan sejarah di kategori beregu. Tim Indonesia 1 yang diperkuat Zachary Kristian, Alit Jiwandana, dan Andy Sjaichudin sukses merebut gelar juara tim pada edisi perdana nomor beregu antarnegara dengan total skor 424 pukulan.
Gelar tersebut diraih melalui pertarungan yang sangat dramatis. Indonesia hanya unggul satu pukulan atas wakil Japan 1, yang diperkuat Yutaka Toyoshima, Koichi Mizukami, dan Shigeta Hattory, yang harus puas finis di posisi kedua dengan total skor 425 pukulan.
“Kami tentu sangat senang karena ini adalah tahun pertama dipertandingkannya kategori tim. Rasanya seperti kembali ke masa-masa saat masih menjadi pegolf junior, ketika kami berangkat bukan sebagai individu, melainkan sebagai satu tim yang mewakili Indonesia,” ujar Alit Jiwandana.
“Kebersamaan itu yang paling terasa. Meskipun masing-masing bermain di lapangan sendiri, kami tetap saling mendukung dan berjuang untuk tujuan yang sama. Itu yang membuat pengalaman ini begitu spesial,” lanjutnya.

Sementara itu, Zachary Kristian mengungkapkan bahwa atmosfer kompetisi beregu memberikan motivasi tersendiri bagi seluruh anggota tim Indonesia.
“Karena ini adalah pertama kalinya ada nomor beregu antarnegara, semangatnya benar-benar berbeda. Ketika peluang di nomor individu mulai menipis, kami justru semakin termotivasi untuk berjuang di kategori tim. Kami tahu masih ada kesempatan membawa pulang gelar untuk Indonesia, dan itulah yang terus memacu kami hingga akhirnya bisa menjadi juara,” kata Zachary.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal PB PGI, Suharsono, Suharsono, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh peserta, ofisial, dan pihak yang telah mendukung terselenggaranya kejuaraan ini.
“APGC Mid-Amateur Championship 2026 menunjukkan bahwa persaingan golf mid-amatir di kawasan Asia-Pasifik semakin kompetitif. Kami bangga Indonesia dapat menjadi tuan rumah penyelenggaraan kejuaraan ini sekaligus mencatatkan prestasi membanggakan melalui gelar juara tim. Semoga pencapaian ini menjadi motivasi bagi perkembangan golf amatir Indonesia di masa mendatang,” ujarnya.
APGC Mid-Amateur Championship 2026 menjadi bukti bahwa kualitas persaingan golf mid-amatir di kawasan Asia-Pasifik terus berkembang dengan semakin kompetitif. Keberhasilan Yutaka Toyoshima mempertahankan gelar individu menegaskan konsistensi seorang juara. Sementara itu, kemenangan bersejarah Tim Golf Indonesia pada kategori beregu menjadi pencapaian yang akan dikenang sebagai salah satu tonggak penting dalam perjalanan golf nasional.



