Open Championship 2026: Birdie Penentu untuk Jadi Champion Golfer of the Year

Sabtu (18/7) malam, Ryan Fox baru saja menikmati makan malam dengan kedi, pelatih dan manajernya untuk merayakan keberhasilannya mengukir skor 62 (8-under), yang menyamai rekor skor terendah dalam sejarah turnamen major pria. Namun, pria asal Selandia Baru berusia 39 tahun ini pastinya memperpanjang pesta perayaannya pada Minggu (19/7) malam. Temanya lebih sensasional lagi: mengangkat Claret Jug, trofi major Open Championship.

Credit: Stuart Franklin/R&A/R&A via Getty Images

Fox berhasil menorehkan prestasi tertingginya dalam karier profesionalnya setelah menjuarai 154th Open Championship pada Mingggu kemarin. Birdie kemenangannya dari jarak 3,4 meter berhasil masuk hole sekaligus memastikan keberhasilannya meraih major pertamanya dan mengubur harapan Cameron Young untuk bertanding play-off dengan keunggulan satu pukulan. Birdie tersebut merupakan 1 dari 4 birdie dalam 6 hole terakhir, yang menghasilkan skor total 270 (10-under).

Cameron Young, credit: Charlie Crowhurst/R&A/R&A via Getty Images

Young yang memulai putaran akhir di posisi T20, 7 pukulan dari Sam Burns—leader 54 hole dengan 10-under, berhasil mengejar ketertinggalan tersebut. Ia bahkan mencapai 10-under hinggal hole 17. Sayang,

Young gagal mempertahankan keunggulan 10-under tersebut setelah membuat bogey di hole 18 langsung memupus harapannya untuk play-off.

Mengumpulkan 9-under, ia harus menunggu Fox yang berada 13 grup di belakangnya lebih dari 2 jam. Fox sempat tied dengan Young di T1 usai bogey di hole 17. Namun, ia berhasil menyelesaikan hole terakhirnya dengan birdie.

Credit: Charlie Crowhurst/R&A/R&A via Getty Images.

“Sungguh tak terbayangkan. Aku sendiri tidak begitu yakin bagaimana aku bisa memasukkan pukulan putt itu di hole 18. Lihat, ini benar-benar mimpi yang jadi kenyataan. Sungguh luar biasa,” kata Fox, yang meyakini dirinya ketika harus memukul dari jarak 3,4 meter untuk memenangi pertarungan di The Open. “Sekarang atau tidak sama sekali,” begitu keyakinannya, yang ternyata berbuah kemenangan.

Menariknya, Fox memulai putaran pertama dengan 72 (2-over). Ia tidak dapat menemukan irama pukulannya sehingga terpaksa menempati T85. Ini sekaligus menandai posisi terendah dalam leaderboard bagi pegolf yang kemudian menjadi Champion Golfer of the Year, sebutan untuk pemenang The Open. Fox kemudian bangkit di putaran kedua dengan 68 (2-under), berhasil lolos cut dengan keunggulan 1 pukulan. Namun, putaran ketiga menjadi titik balik keberhasilan Fox setelah membukukan 8-under dan langsung berada di posisi kedua. Bermain di final group pada putaran akhir, Fox tertinggal 2 pukulan dari leader Burns, yang dikalahkannya di RBC Canadian Open 2025 lewat play-off.

Sam Burns, credit: Stuart Franklin/R&A/R&A via Getty Images

Ketika Burns tergusur dari peta persaingan, Young naik ke puncak leaderboard. Namun, Fox menjadi pemain yang berhak menyandang status Champion Golfer of the Year. Fox mencatatkan diri sebagai pemain Selandia Baru ketiga yang memenangkan turnamen major putra, menyusul Bob Charles, juara Open 1963, dan Michael Campbell, pemenang U.S. Open 2005. Ia pun menorehkan rekor comeback terbesar berdasarkan posisi setelah 36 hole (T-52) untuk memenangkan turnamen major pria sepanjang sejarah. Ia juga menjadi juara turnamen major pertama kali keempat yang berusia 39 tahun atau lebih dalam 30 tahun terakhir.

Share with

More News

MPIIAGC 2026: Jadi Juara, Randy dan Quinn Ukir Prestasi Tersendiri

MPIIAGC 2026: Jonathan Wijanto dan Jennifer Quinn Bertahan di Puncak Klasemen

MPIIAGC 2026: Lima Pegolf Indonesia Bertengger di Puncak Klasemen Putaran Pertama

Evian Championship: Ukir Juara Major Back-to-Back & Rekor Skor Terendah

Digital Edition

COVER JUN-JUL 2026
Juni - Juli 2026

Perjamuan Dua Major Tersulit Musim 2026

APR-MEI 2026-OUTLINED DIGITAL-PAGE-1_page-0001
April - Mei 2026

Kisah AK: Terpuruk, Bangkit & Berjaya

COVER FEB MAR 2026
Februari - Maret 2026

Pertarungan Antara Prestasi dan Cinta

Cover DES-JAN 2026
Desember 2025 - Januari 2026

Golf Dunia dalam Genggaman Wanita 22 Tahun