Royale Jakarta Golf Club kembali menunjukkan konsistensinya dalam mengangkat kekayaan budaya Indonesia melalui penyelenggaraan Royale Open Tournament 2026, Kamis (6/8). Memasuki edisi ke-12, salah satu turnamen golf amatir paling bergengsi di Indonesia ini kembali menghadirkan pengalaman bermain yang memadukan kompetisi, budaya, hiburan, dan kepedulian sosial dalam satu rangkaian acara.
Tahun ini, tema “Beautiful of Minangkabau” dipilih untuk menghadirkan keindahan tradisi, seni, dan kuliner khas Sumatera Barat ke tengah lapangan golf bertaraf internasional tersebut. Sebanyak 223 pegolf amatir yang terdiri atas Founder, Nominee, Member, dan Guest turut meramaikan persaingan memperebutkan Piala Bergilir Royale Open di tahun ini.

General Manager Royale Jakarta Golf Club, Hendro Sutandi, mengatakan bahwa mengangkat budaya Indonesia telah menjadi identitas sekaligus ciri khas Royale Open sejak pertama kali digelar.
“Kami ingin setiap peserta mendapatkan pengalaman yang berbeda setiap tahun dengan menikmati keindahan budaya Indonesia. Tahun ini kami memilih Minangkabau karena memiliki kekayaan tradisi, seni, dan kuliner yang luar biasa. Antusiasme peserta juga sangat tinggi dan kami berharap tahun depan mereka kembali hadir untuk menikmati tema budaya nusantara lainnya,” ujar Hendro.
Penyelenggaraan tahun ini juga menjadi tonggak baru bagi Royale Jakarta Golf Club. Untuk pertama kalinya, Royale Open digelar tanpa title sponsor, berbeda dengan edisi-edisi sebelumnya. Langkah tersebut diambil sebagai strategi untuk memperkuat identitas Royale Jakarta Golf Club sebagai penyelenggara sekaligus membangun eksklusivitas turnamen yang telah menjadi agenda tahunan para pegolf amatir tersebut.

Tak hanya mengedepankan kualitas kompetisi, Royale Open Tournament 2026 juga kembali mengusung semangat berbagi melalui program charity. Dari kegiatan tersebut berhasil dihimpun dana lebih dari Rp128 juta yang akan disalurkan kepada Yayasan Rumah Singgah Al Fatih sebagai bentuk komitmen Royale Jakarta Golf Club dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, persaingan ketat mewarnai jalannya turnamen hingga akhir pertandingan. Erwin Ardiansyah berhasil keluar sebagai Best Gross Overall setelah membukukan skor 76, meski sempat mengawali putaran dengan kurang meyakinkan.
“Di dua hole pertama saya mendapat bogey berturut-turut sehingga awalnya kurang percaya diri. Setelah itu saya mencoba lebih tenang dan fokus mengontrol permainan. Alhamdulillah akhirnya bisa finis dengan skor 76. Jujur saya tidak menyangka bisa menjadi juara,” ujar Erwin.

Menurut Erwin, karakter Royale Jakarta Golf Club menjadi tantangan tersendiri bagi setiap pegolf karena menuntut konsistensi sepanjang permainan.
“Kalau bermain di Royale, jangan terlalu memaksakan menyerang. Bermain aman jauh lebih penting. Birdie itu bonus karena hampir semua hole memiliki karakter yang tricky dengan tingkat kesulitannya masing-masing,” tambah pegolf yang sudah dua kali mengikuti Royale Open tersebut.
Selama lebih dari satu dekade, Royale Open terus memperkuat posisinya sebagai salah satu turnamen golf amatir paling prestisius di Indonesia. Dengan memadukan sportivitas, budaya, dan kepedulian sosial dalam satu panggung, Royale Jakarta Golf Club menegaskan komitmennya menjadikan golf sebagai etalase kekayaan budaya Indonesia.



