Memecahkan Telur, Mengukir Rekor

Bertanding di dua turnamen major pada April dan Mei, Brooks Koepka akan menghadapi dua situasi yang berbeda. Setelah berkompetisi di LIV Golf, namanya seakan-akan tenggelam di tengah-tengah nama-nama baru yang terus bermunculan dalam setiap kompetisi PGA Tour. Namun, Koepka memiliki potensi yang tidak boleh diremehkan ketika berbicara turnamen major. 

Nama Brooks Koepka akan menjadi salah satu unggulan dalam pergelaran Masters Tournament pada April dan PGA Championship pada Mei. Koepka yang telah mengoleksi 5 gelar major pastinya menjadi salah satu pesaing yang difavoritkan untuk menjadi juara. Khusus 2 event major tersebut, ditambah dengan US Open, pegolf berusia 33 tahun ini selalu tampil apik dalam 6 edisi terakhir. 

Tahun lalu merupakan salah satu musim terbaik Koepka di Masters dan PGA Championship. Awalnya, ia diragukan bakal tampil bagus untuk 2023 karena serangan cedera pada 2022. Lalu, status sebagai anggota LIV Golf sejak Juni 2022 yang membuat kiprahnya di kompetisi makin sedikit menambah keragu-raguan itu. Namun, Koepka menjawabnya dengan penampilan luar biasa di August, meski akhirnya harus puas di posisi T2. Sebulan berikutnya, mantan pegolf No. 1 Dunia sukses menyabet Wanamaker Trophy (trofi PGA Championship) untuk ketiga kalinya dalam 6 penampilan terakhirnya. 

Brooks Koepka, kapten Smash GC di putaran pertama LIV Golf Mayakoba, Credit: Jon Ferrey/LIV Golf

“Rasanya sangat menyenangkan. Ya, yang satu ini benar-benar istimewa,” kata Koepka, yang menyamai legenda golf Seve Ballesteros dan Byron Nelson dengan 5 gelar major dalam 7 tahun. “Saya pikir ini mungkin yang paling berarti dari semuanya dengan segala sesuatu yang telah terjadi, semua hal gila selama beberapa tahun terakhir.”

Tahun ini, Koepka akan bertandang ke Augusta National untuk kesembilan kalinya. Ia masih memiliki rasa penasaran karena hampr mendekati jaket hijau tetapi akhirnya hanya mampu menduduki T2 (2019 dan 2023). Kesempatan itu akan terbuka lebar tahun ini. Koepka telah belajar dari pengalaman tahun lalu.

“Saya pikir kegagalan adalah cara Anda belajar. Anda akan menjadi lebih baik darinya. Anda menyadari kesalahan apa yang telah Anda buat,” kata Koepka, seperti dikutip SkySports.

“Sungguh, saya pikir kunci utamanya adalah bersikap terbuka dan jujur pada diri sendiri, dan jika Anda bisa melakukan itu, Anda akan berada jauh di depan orang lain.”

Berbeda dengan PGA Championship, Koepka tiba di Valhalla Golf sebagai juara bertahan. Misinya kali ini bahkan lebih kuat, menyamai rekor Tiger Woods yang bisa mengoleksi Wanamaker 4 kali dan menjadi juara back to back 2 kali. Jika melihat prestasi jebolan Florida State University itu di PGA Championship sejak 2018, rasanya Koepka tidak akan mengalami banyak kesulitan. Ia pun pernah merasakan bermain di lapangan karya Jack Nicklaus tersebut. Ketika Rory McIlroy menjuarai PGA Championship 2014 di Valhalla, Koepka hanya menduduki T15. 

Namun, Koepka kali ini berbeda dengan 10 tahun lalu. Mengoleksi 9 gelar PGA Tour (5 di antaranya adalah titel major) dan 3 juara LIV Golf, Koepka akan sangat percaya diri saat berkunjung ke Louisville, Kentucky. Ia hanya perlu beradaptasi sesaat, dan membaca situasi di lapangan, untuk kemudian mengeksekusinya, seperti yang sudah dilakukannya dalam 7 tahun terakhir.

(Penulis: Yulius Martinus – OB Golf)

Share with

More News

Peluncuran Si Pemberani Baldo

Sergio Garcia Lakukan Debut Desain Lapangan Golf di Portugal

Berkah Valhalla bagi Xander Schauffele

Terobos Antrean Kecelakaan, Juara Masters 2024 Ditahan

Digital Edition

Screenshot 2024-04-05 131223
April - May 2024

Kunjungan Ke Dua Destinasi Major

Screenshot 2024-02-05 at 13.13.38
February - March 2024

Pemain Terbaik Indonesia Musim 2023

Cover
December 2023 - January 2024

Juara Sejati di Jagat Golf Indonesia

cover
October - November 2023

Petualangan Viking di Benua Merah