Mandiri Ciputra Golfpreneur Junior World Championship 2026 yang mulai bergulir pada hari ini, Rabu (10/6), memainkan putaran pertama. Berlangsung di Damai Indah Golf, PIK Course, Jakarta, event junior internasional yang tahun ini merupakan pergelaran edisi ke-33 tersebut diikuti 138 pegolf, yang terdiri atas 114 pegolf (77 putra dan 37 putri) yang bertanding di nomor elite usia 13-19 tahun dan 24 pegolf (14 putra dan 10 putri) di nomor junior development (10-12 tahun).
Nomor elite putri menjadi perhatian pada putaran pertama Mandiri Ciputra Golfpreneur Junior World Championship 2026. Jennifer Quinn menjadi bintang dalam pertandingan pertama event junior internasional yang di-sanction Asia-Pacific Golf Federation (APGC) dan Persatuan Golf Indonesia (PGI) ini. Pegolf berusia 13 tahun tersebut berhasil memimpin sementara klasemen usai menyelesaikan putaran pertama dengan 66 (6-under-par).

“Sejujurnya, saya sama sekali tidak mengira bisa bermain 6-under hari ini. Skor ini menjadi yang terbaik selama saya mengikuti kejuaraan ini. Pukulan approach saya hari ini sangat tajam. Selain itu, putting saya juga sangat bagus sehingga membantu saya mendapat skor 6-under,” kata Quinn, yang mencetak tujuh birdie dan satu bogey.
Keunggulan Quinn di putaran pertama ini memang perlu dipertahankan dengan keras karena juara Kejurnas Golf Amatir 2025 ini hanya unggul tipis dari pegolf Thailand Kanyarak Pongpithanon dengan 1 pukulan. Belum lagi, pegolf Thailand lainnya Marisa Tojai pun yang hanya terpaut 3 pukulan dari Quinn pun berambisi menorehkan prestasi seperti para seniornya yang pernah sukses di ajang Mandiri Ciputra Golfpreneur Junior World Championship, termasuk Prim Prachnakorn yang tahun lalu menjadi juara girls division.

“Saya sudah melihat nama-nama mereka di trofi dan pastinya keberhasilan mereka ikut menjadi inspirasi buat saya untuk mengikuti langkah mereka. Saya sangat senang bisa mengikuti turnamen internasional seperti ini dan senang bisa bermain bersama para pegolf dari negara lain,” kata Kanyarak, pegolf berusia 16 tahun.

Persaingan ketat pun terjadi di divisi elite putra. Warut Boonrod dari Thailand memimpin leaderboard sementara dengan 66 (6-under). Rekan senegaranya Parin Sarasmut menyusul di peringkat kedua, berbagi tempat dengan Noah Lundskaer (DEN) di peringkat kedua, tertinggal dengan selisih dua pukulan. Nate Johnson (AUS) berada di posisi keempat dengan 69 (3-under).
“Saya suka lapangan ini, meskipun bisa saya bilang ini bukan lapangan yang mudah. Ini lapangan yang indah. Fairway dan green berada dalam kondisi yang keras,” kata Boonrod, yang saat ini berusia 18 tahun. “Saya pikir yang paling penting adalah bisa benar-benar menikmati dan senang dengan permainan saya sendiri.”

Bagi Noah ini adalah pengalaman pertamanya mengikuti turnamen di Asia. Walaupun harus banyak melakukan adaptasi, permainannya tidak mengecewakan. “Sebelumnya, saya pernah mengunjungi Thailand untuk berlibur bersama keluarga, tapi ini pertama kalinya saya bertanding dan mengikuti kompetisi di Asia. Kondisinya sangat berbeda dibandingkan Denmark, di sini sangat panas dan iklimnya sangat berat di sini. Dan rumput serta green-nya juga sangat berbeda dengan yang ada di Denmark sehingga menuntut saya untuk bisa beradaptasi dengan baik,” ungkapnya.

Eugene Emmanuel Tanyongjaya menjadi pegolf yang mencetak skor terendah di antara para wakil tuan rumah. Pegolf yang berada daalam naungan Ciputra Golfpreneur Foundation (CGF) ini menempati peringkat T7 dengan skor 71 (1-under), bersama dengan Nguyen Trong Hoang (VIE), Shinichi Suzuki (PHI), Sang Hyunjun (KOR), Kyle Johnson (NAM), dan Jaeho Han (KOR).
“Saya akan berusaha untuk menjaga permainan di hole-hole par 5 dengan lebih baik soalnya ada hole par 5 yang kurang bagus hari ini, saya dapat satu bogey. Jadi, saya akan lebih manage di hole-hole par 5,” kata Eugene, membeberkan game plan-nya untuk putaran kedua Mandiri Ciputra Golfpreneur Junior World Championship 2026 pada Kamis (11/6) besok.



