“Kita Bisa Compete di Level Lebih Tinggi”

Setelah bisa memukau di musim 2022 dengan menduduki posisi No. 2 OOM PGATI, Jonathan Wijono menjadi raja golf profesional nasional tahun 2023. Penghargaan berupa trofi OOM tidak dianggap sebuah pengakuan prestasi belaka, melainkan justru jadi cambuk untuk mencapai raihan prestasi lebih tinggi lagi: Asian Development Tour (ADT) dan juga Asian Tour. Perbincangan Jowi dengan OB Golf mengenai pengalaman profesional selama 2023 terangkum di bawah ini:

Di musim 2023, Anda bisa menang di 6 turnamen lokal. Bagaimana Anda melihat pencapaian tahun kemarin?

Sebenarnya ingin menang lebih dari 10 kali. Chance-nya ada, belum bisa perform aja sih. Jadi yang bagus hanya di local tour dan Asian Tour. Di Asian Tour pun, Indonesia Open dan Indonesian Masters, maunya kan masuk Top 5. Cuma enggak tercapai. Banyak bikin kesalahan. Bukan minggunya saya juga sih. Jadi ya masih kurang. Namun, saya masih bersyukur bisa menang 6 turnamen dalam setahun. Itu sebuah pencapaian. Tapi kalau ngomongin target ya maunya lebih dari itu (6 trofi). 

Meski bisa menang banyak, Anda tampaknya kurang puas. Apakah permainan musim lalu tidak sesuai game plan?

Yang sesuai dengan game plan dan strategi itu dari awal hingga pertengahan tahun di local event yang berjalan dengan baik. Setelah itu, mungkin ada ya golf itu kan permainannya di pikiran ada mental game. Kadang-kadang berekspektasi untuk mempertahankan, jadi malah terlalu aman mainnya. Strategi tetap sama, tetapi alam bawah sadarnya ketika mau pukul, seperti (bilang) ini harus dipertahankan, begitu-begini. Jadi, yang seperti itu jadi hambatan. Namun, seperti di Indonesian Masters 2023 kemarin, bisa balik lagi ke momentumnya. Semoga di turnamen-turnamen mendatang bisa terus kejaga. Melihat teman-teman di Asian Tour main. Belajar dari mereka, sampai mereka bisa poker face. Modal itu yang harus dimiliki setiap pemain. 

 

Setelah pertengahan tahun, performa Anda seperti tidak konsisten. Apa yang terjadi?

Berusaha mempertahankan itu nggak gampang. Yang mau aku jaga, mempertahankan itu. Terlalu hati-hati. Nggak bisa main lepas. Yang bikin turun itu lebih ke situ sih. Permainan sih sebenarnya oke-oke saja. Cuma overthinking saja. Ingin ngejaga, ingin terus nomor satu. Di awal tahun kan, mulai start sudah naik ke nomor satu, mempertahankannya itu yang bikin jadi hambatan seperti yang aku jelasin tadi. 

 

Dari semua tour yang Anda ikuti, tampil di ADT 2023 kurang meyakinkan jika musim sebelumnya. Ada masalah di permainan Anda?

Lebih di pikiran saja sih. Jadinya main terlalu hati-hati. Padahal mestinya main lepas saja, seperti biasa. ADT terutama, kan ingin perform juga kan? Ngejar-nya Top 10, dan tentunya order of merit. Malah jadi kurang baik. Sebelum ADT kan, beberapa kali menang di level local tour. Berusaha mempertahankan itu juga. Soalnya main di ADT kan, masuk ranking (nasional) juga. Sebenarnya bisa bermain bagus kemarin, Cuma ya pikiran sendiri yang nggak bisa ngalahin diri sendiri, yang jadi hambatan. Itu yang bikin agak slow di level sirkuit yang lebih tinggi, karena expectation itu tadi. Nah, kalau Asian Tour nggak demikian. Aku bisa main lebih lepas dari ADT. Mungkin pressure yang di ADT waktu itu ingin Top 10. I know I can make it, tapi pikirannya yang nggak sejalan dengan yang seharusnya. Tahu harus main santai, main lepas. Tapi begitu di lapangan, kepikiran, “Wah mempertahankan ini, harus main di atas.” Yang kedua juga, ngejaga supaya bisa masuk Top 10. Ini yang bikin problem. Seharusnya main lepas. 

Credit: Indonesian Masters

Mulai status pro 2021, Anda bisa meraih 6 gelar juara lokal dalam 1,5 tahun di arena touring. Pencapaian ini sudah sesuai dengan yang Anda expect?

Sebenarnya ini seperti yang saya perkirakan, ya memang seperti itu. Dibilang lama, nggak lama juga. Dibilang cepat, nggak terlalu cepat juga. Soalnya tetap ada proses yang kita kerjakan. Kalau dari golf kan waktunya lumayan cepat. Namun, proses di balik itu kan nggak dimulai dari turn pro-nya, tetapi dari zaman kita junior. Meng-invest waktunya banyak banget, jadi ya dibilang expected, seharusnya bisa lebih cepat. Cuma memang tahun ini sesuai ekspektasi.

 

Cerita dong bagaimana penampilan Anda di Aramco kemarin?

Mainnya banyak kecelakaan. Hari pertama bisa even par. Ada 2 double, 1 bogey. Birdie-nya banyak (5). Permainannya juga solid. Namun, suka buat beberapa kesalahan. Kan itu mainnya nggak pakai kedi, jadi mainnya kurang tenang. Agak rushing. Bawa (bag) sendiri. Jadi nggak sesantai dari biasanya. Ada beberapa shot yang sebenarnya bisa lebih lama sedikit. Mestinya yang agak lama sedikit, (mukulnya) kecepatan. Jadi temponya jadi off. Apalagi tahun 2023 itu kan anginnya kencang banget. Naiknya 2 club, turunnya juga 2 club. Jadi, kalau kenanya kurang pas sedikit, boalnya langsung kebawa angin. Saya pikir permainan di turnamen Aramco sih lumayan oke. Kecelakaannya dari tempo yang off itu sih. 

 

Dari 4 hari main, Anda buat 72-71-76-66. Hari ketiga ini permainan Anda tidak sebagus 3 hari lainnya?

Hari ketiga, mainnya juga banyak silly mistake. Kesusu (buru-buru). Teman mainku kan bawa kedi. Aku bawa sendirian. Otomatis jalannya juga agak lama. Rushing begitu. Banyak ditinggal teman main. Jadi, aku berusaha mengejar mereka. Mestinya sih aku nggak peduli dengan teman main yang nggak chill seperti itu. Karena itu, di hari keempat dengan teman main yang chill, mainnya jadi lebih santai. Tapi jadi pengalaman buat saya sih, ngadepin situasi yang begitu.

Credit: Indonesian Masters

Bagaimana kondisi lapangan dan cuaca di Saudi sana?

Dua hari pertama angin kencang, dua hari berikutnya biasa saja. Cuma lapangannya memang pure banget. Yang jadi challenge, rough-nya. Tidak terlalu tebal. Tetapi rumputnya seperti rambut yang di-wax begitu. Kalau kita mukul buat ngechip gitu, bolanya loncat. Itu yang jadi trouble. Karena itu, mainnya berusaha menaruh bola di fairway, atau di bunker. Main di bunker justru lebih gampang dibanding di rough. 

 

Sejak ikut turun di touring pada 2022 hingga sekarang, melihat pada permainan sendiri, apa yang mesti di-improve?

Harus bisa mengendalikan diri sendiri. Kadang-kadang terlalu excited. Kayak di Indonesian Masters, di hole 18 kan ramai yang nonton, bisa birdie di situ. Next hole-nya langsung double. Terlalu excited. Jadi lupa, jadi nggak bisa poker face, santai. Mungkin di muka kelihatan biasa aja. Dalam hati, terlalu bersemangat. Itu yang harus dijaga. Kelemahanku, ketika ditonton orang, selalu ingin meng-entertain orang. Kalau skill sih, tinggal dipertajam saja.

 

Momen-momen berkesan di 2023?

Banyak banget. Bisa menang 6 kali dan made the cut di Indonesian Masters. Lalu, 8-under di Indonesia Open dan 9-under di Taman Dayu. Banyak momen yang memorable sih. Yang pasti menang di last putt-nya itu, di Taman Dayu dan lawan Danny Masrin di ITG Seri I. 

Dengan kemampuan saat ini, Jowi masih bisa compete di level ADT dan Asian Tour?

Kurang satu step lagi. Stepnya itu lebih ke latihan fisik, dan menjaga pikiran. Saya pikir jika bisa menjaga latihan fisik, pikirannya bisa terjaga. Tahun ini memang mau mulai mengubah lifestyle-nya. Biasanya abis main, tidur. Sekarang ada latihan fisik. Tujuannya sih kan, satu untuk menjaga ketahanan tubuh. Jadi ketika travel ke mana saja, bisa prime lebih lama. 

 

Bagaimana dengan kemampuan para pemain kita? Apakah bisa bersaing di level ADT dan Asian Tour?

Sebenarnya bisa sih. Cuma soal mental dan pikirannya saja. Kalau ADT kita nggak ada masalah. Tapi kalau Asian Tour, itu kita harus banyak belajar. Beda banget cara mereka bermain. Kalau ADT, anyone can play. Yang penting pikirannya bisa ke-maintain. Mentalnya juga harus kuat. Intinya itu aja sih. Kalau Asian Tour, harus hati-hati sih mainnya. Field dan lapangannya kan sudah beda. ADT setup dan Asian Tour setup sudah beda. Main di Asian Tour harus lebih mature. Main di ADT, miss sedikit, masih bisa save. Kalau Asian Tour, terutama lapangan seperti di Royale. Karena saya belum pernah main di luar negeri untuk International Series atau turnamen Asian Tour, selain di Indonesian Masters, jadi ya kalau miss ya terima konsekuensinya. 

Credit: Indonesian Masters

Bicara BNI Indonesian Masters presented by TNE, Anda akhirnya bisa made the cut untuk pertama kalinya dalam kesempatan keempat di turnamen International Series ini. Persiapan apa yang Anda lakukan sebelum turnamen tersebut? 

Ketika main sama beberapa sponsor, saya mulai lebih  mengenal lapangan tersebut sehingga ada bayangan mau main seperti apa di Royale Jakarta. Namun, saya ada beberapa kali menyempatkan diri untuk bermain di situ.

 

Selain made the cut untuk pertama kalinya, dirimu pun bisa mencatat hasil yg terbaik di IM dan juga di antara pegolf-pegolf lokal. 275 (9-under). Apa kunci keberhasilan Anda bisa bermain bagus di Royale Jakarta?

Bermain conservative tetapi aggressive di hole-hole yang kurang lebih bisa attack. Saya lebih mengerti lapangan dari beberapa practice sebelumnya sehingga kurang lebih paham cara menghadapi lapangan tersebut. Ya puji Tuhan dapat menjadi pemain Indo dengan score terbaik di IM 2023. Hopefully, IM tahun ini bisa bermain seperti itu

 

Bagaimana dengan rencana musim 2024 ini?

Game plannya tetap sama. Main konservatif tapi progresif bersamaan. Preparation-nya lebih ke mental, mindset-nya, supaya bisa main lebih lepas. Golf itu kadang-kadang lucu. Kita terlalu mikirin malah tambah rusak. Kita main lepas justru malah lebih all out jadinya. Saya rasa itu saja yang mesti disiapin, supaya pikiran kejaga terus. 

 

HIGHLIGHT KARIER 2023

Turnamen Internasional

Pos  Nama Event

1        Indonesian Tourism Golf PRO Series I Gading Raya  

1        Indonesian Tourism Golf PRO Series II Jababeka 

4       Indonesian Tourism Golf PRO Series III Pondok Cabe 

1       Indonesian Tourism Golf PRO Series IV BSD 

1       Indonesian Tourism Golf PRO V Series Taman Dayu

2      Indonesian Tourism Golf Pro VI Series BDG 

T3    Indonesian Tourism Golf Pro Series VII Modern 

1       Indonesian Tourism Golf Pro Series VIII Jatinangor 

2      Indonesian Tourism Golf Pro Series IX PIK

2      Indonesian Tourism Golf Pro Series X Labersa

1      Indonesian Tourism Golf Pro Series XIII Bali National 

T9   Indonesian Tourism Golf Pro Series XV Royale Jakarta

T6   Indonesian Tourism Golf Pro Series XVI Pangkalan Jati

T5   Indonesian Tourism Golf Pro Series XIX Imperial Klub golf

 

Turnamen Internasional

Pos   Nama Event

T33   Indonesia Open#

T15   Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura*

MC   Ciputra Golfpreneur Tournament*

MC   BRG Open Golf Championship*

MC   OB Golf Championship*

T18   OB Golf Championship presented by SHGC*

T18   Indo Masters presented by TNE*

MC   PKNS Selangor Masters*

T24  Indonesian Masters#+

T35  Aramco Invitational*

 

Ket:

# Asian Tour

+ International Series

* Asian Development Tour

Share with

More News

Peluncuran Si Pemberani Baldo

Sergio Garcia Lakukan Debut Desain Lapangan Golf di Portugal

Berkah Valhalla bagi Xander Schauffele

Terobos Antrean Kecelakaan, Juara Masters 2024 Ditahan

Digital Edition

Screenshot 2024-04-05 131223
April - May 2024

Kunjungan Ke Dua Destinasi Major

Screenshot 2024-02-05 at 13.13.38
February - March 2024

Pemain Terbaik Indonesia Musim 2023

Cover
December 2023 - January 2024

Juara Sejati di Jagat Golf Indonesia

cover
October - November 2023

Petualangan Viking di Benua Merah