Geliat Para “Anjing Hitam”

Hampir satu tahun terakhir ini kehidupan touring para profesional Indonesia diwarnai dengan kehadiran kelompok pegolf yang menamakan dirinya: The Black Dogs. Berjumlah delapan pegolf pro, kelompok tersebut terbentuk untuk mengusung beberapa misi positif yang diemban. 

Ketika sirkuit golf profesional nasional bertajuk “Indonesian Tourism Golf Pro Series 2023” baru bergulir beberapa bulan, muncul nama The Black Dogs yang meramaikan suasana di setiap pergelaran touring golf tersebut. The Black Dogs merupakan sebuah kelompok profesional Indonesia yang beranggotakan 8 pegolf. Mereka adalah Benita Y. Kasiadi, Ramadhan Alwie, Hendri Nasim, Kurnia Herisandi, Asep Saefulloh, Jamel Ondo, Yudiansyah, dan Syukrizal, yang menjadi anggota termuda. Jamel yang saat ini berusia 53 tahun menjadi tokoh yang dituakan dengan panggilan kapten. 

Kisah berdirinya The Black Dogs ini sendiri memang tidak terlepas dari roda kompetisi Pro Series yang mulai bergulir sejak Maret tahun lalu. “Waktu di Jatinangor (Seri 8 Pro Series), Juli 2023, saya ngobrol dengan Benny (Kasiadi). ‘Ini kan turnamen mulai banyak nih. Yang ikut kebanyakan kita-kita saja. Bagaimana kalau kita buat grup untuk pro-pro, tetapi mereka yang nggak pernah absen. Komit terus buat main.’ Benny respons positif,” jelas Doni, demikian panggilan akrab Ramadhan. 

Nama grup yang terpikir adalah “Anjing Hitam”. Namun, karena konotasinya dianggap negatif, akhirnya dibuat dengan Black Dogs.

Juli menjadi titik awal geliat The Black Dogs. Keberadaan Black Dogs dimaksudkan untuk mendorong hal-hal positif bagi para anggotanya. Dasar pembentukannya adalah komitmen, kekeluargaan, dan segi kompetitif. Nah, hal yang terakhir ini, Black Dogs punya 2 tim kecil, yang masing-masing terdiri dari 4 orang. Dua tim tersebut adalah Liveet (Benny, Jamel, Asep, dan Doni) dan Bungkus (Yudiansyah, Heri, Syukrizal, dan Hendri).  “Terbentuknya 2 tim ini berlangsung di Pro Series 10 (Labersa Golf),” kata Benny. 

Adanya 2 tim mendorong semangat kompetisi di antara keduanya. Di setiap event Pro Series ataupun turnamen pro lainnya, setiap tim bersaing untuk menang, dan tim yang harus menjalani konsekuensinya. Tidak hanya itu, ada aturan khusus yang “memaksa” setiap anggota agar selalu bermain bagus. 

“Siapa yang main 80, ia harus bayar denda Rp250 ribu. Uangnya lari ke kas. Bikin 81 tambah 100 ribu. Begitu seterusnya,” kata Heri.

Denda ini tentu saja mendorong motivasi para anggota untuk tampil bagus di setiap event yang mereka ikuti. Black Dogs telah memberikan warna positif pada performa masing-masing pemain. “Kebentuk-nya Black Dogs mengangkat semangat yang lain. Beberapa teman yang awalnya kurang bersemangat dan hampir-hampir missed cut kini sudah bisa tampil lebih bagus. Black Dogs mendongkrak mentalitas para anggota,” ujar Benny.

Credit: Yulius Martinus/ OB Golf

Beberapa anggota Black Dogs, seperti Benny, Syukrizal, dan Hendri, telah merasakan trofi juara. Ini pun selalu mereka tularkan kepada teman-teman yang belum mendapat kesempatan yang sama. “Kami yakinkan ke semua teman, mereka pasti bisa. Kami terus kasih semangat,” jelas Hendri.

Pengelolaan Black Dogs pun dilakukan secara profesional. Beberapa sponsor mulai melirik eksistensi kelompok profesional ini. “Di-manage BK Management, kami masing-masing cari sponsor untuk Black Dogs. Kami pun punya kas yang bisa digunakan untuk kebutuhan anggota grup karena kami kan tidak semua “ada” (soal finansial) setiap waktu. Itu bisa dipakai, apakah itu untuk turnamen atau kebutuhan yang lain,” ucap Benny. “Kami pun mau kasih contoh kepada anak-anak (para pegolf pro) muda, jangan sendirian. Sendiri itu berat. Tapi kalau rame-rame kan beda. Ada teman, bisa sharing.”

Credit: Yulius Martnis/OB Golf

Ke depannya, Black Dogs memang ada rencana untuk mengembangkan jumlah anggota. Namun, tidak dalam waktu yang dekat. “Nantinya kan ada pembinaan untuk regenerasi. Namun, saat ini kami fokus berdelapan saja dulu. Kami mau solidkan dulu, pupuk rasa kepedulian satu sama lain. Kalau ada yang main jelek, kita goblok-goblokin supaya mau terus latihan. Pukulan jelek kenapa, putting jelek kenapa. Kami saling support untuk itu,” tutur Benny, yang juga berharap bahwa Black Dogs bisa menginspirasi teman-teman pro lain untuk bikin komunitas atau kelompok yang bisa menjadi wadah motivasi dalam pengembangan permainan dan juga membangun kekeluargaan. 

(Penulis: Yulius Martinus – OB Golf)

Share with

More News

Peluncuran Si Pemberani Baldo

Sergio Garcia Lakukan Debut Desain Lapangan Golf di Portugal

Berkah Valhalla bagi Xander Schauffele

Terobos Antrean Kecelakaan, Juara Masters 2024 Ditahan

Digital Edition

Screenshot 2024-04-05 131223
April - May 2024

Kunjungan Ke Dua Destinasi Major

Screenshot 2024-02-05 at 13.13.38
February - March 2024

Pemain Terbaik Indonesia Musim 2023

Cover
December 2023 - January 2024

Juara Sejati di Jagat Golf Indonesia

cover
October - November 2023

Petualangan Viking di Benua Merah