Menjelang tampil di Asia-Pacific Amateur Championship 2026, Rayhan Abdul Latief berada dalam kepercayaan diri yang tinggi. Asia-Pacific Amateur Championship 2026 akan berlangsung pekan ini, tepatnya 29 Oktober-1 November, di Te Arai Links South Course, Tomarata, Selandia Baru. Pegolf berusia 19 tahun yang merupakan mahasiswa tingkat dua pada University of North Texas (UNT) tersebut belum lama ini finis sendirian di posisi keempat pada ajang Blessings Collegiate Invitational di Arkansas pada 29 September-2 Oktober. Pekan sebelumnya, 27–29 September 2026, di Squire Creek Country Club, Choudrant, Louisiana, Rayhan finis di peringkat ke-12 pada Argent Financial Classic di Louisiana.
Penampilannya di AAC Selandia Baru akan menjadi kiprah kelimanya di ajang amatir elite se-Asia Pasifik. Setelah mencatatkan prestasi terbaiknya dengan menempati T17 pada Asia-Pacific Amateur di Dubai tahun lalu, Rayhan berniat untuk menjadi penantang dalam perebutan gelar prestisius ini, bahwa sang juara berhak mendapat undangan mengikuti The Masters dan The Open Championship 2027.

Ia yakin pengalamannya di A.S. membuat dirinya menjadi pesaing yang lebih baik, sekaligus memberinya bekal untuk menghadapi sang juara bertahan Fifa Laopakdee asal Thailand, peraih tempat kedua tahun lalu Taisei Nagasaki dari Jepang, Nguyen Anh Minh asal Vietnam, dan Jaden Dumdumaya dari Filipina.
“Saya mengalami perkembangan yang luar biasa tahun ini bersama Tim Golf UNT. Mereka punya program yang sangat bagus, dan tiap hari mereka mencatat hampir segalanya dari permainan, persiapan fisik, dan permainan mental saya,” ujar Rayhan.
“Menurut saya, kami punya tim yang sangat hebat dan orang-orang hebat yang mengurus kami, dari persiapan tubuh dan fisik sampai permainan golf dan mental saya. Saya sangat bersemangat dan percaya diri dengan persiapan yang saya miliki menuju AAC tahun ini.”
Ia memendam impian menjadi pegolf Indonesia pertama yang mengangkat trofi Asia-Pacific Amateur dan terinspirasi dengan menyaksikan kemenangan Fifa di Dubai sebelum kemudian bertanding pada The Masters dan The Open tahun ini.

“Rasanya juga Istimewa bisa mengenal pemain seperti Fifa dan mengikuti perjalanannya. Saya bangga terhadap dirinya dan semua pencapaiannya. Saya menyaksikan beberapa tayangan langsungnya (yang menyiarkan permainan Fifa). Pengalaman itu sungguh luar biasa baginya. Kami sudah bermain bersama sejak Junior Presidents Cup 2022, jadi tentunya saya merasa sangat senang melihatnya memainkan dua turnamen besar itu dan mendapatkan pengalamannya.”
Rayhan tidaklah sendiri. Ia bersama 5 pegolf lainnya, yaitu Randy Arbenata M. Bintang, Kenneth Sutianto, William Justin Wijaya, Jayawardana Dornan, dan Asa Najib Bhakti.

“Target pribadi saya untuk Selandia Baru, tentunya, memenangkan turnamen ini. Pasti tidak akan mudah mengingat kondisi dan lapangannya, tapi saya sudah banyak latihan dengan kondisi angin di Texas, makanya saya merasa percaya diri menuju Te Arai Links dan yakin saya bisa bermain dengan baik,” ujarnya.
“Bisa bermain dalam dua ajang major, terutama The Masters dan The Open, sudah menjadi salah satu target saya. Pasti akan luar biasa bila bisa mewujudkannya tahun ini. Saya sudah berlatih keras sebagai persiapan, dan rasanya saya sudah melakukan semua yang saya bisa untuk menempatkan diri saya agar bisa bersaing untuk kemenangan. Semoga saja saya bisa mewujudkannya di Selandia Baru.”
Asia-Pacific Amateur Championship diluncurkan pada tahun 2009 oleh Asia-Pacific Golf Confederation (APGC), The R&A, dan Masters Tournament untuk lebih mengembangkan golf amatir di wilayah ini. Sejumlah peserta yang kemudian memenangkan kejuaraan Major termasuk



