Turnamen amatir bergengsi berstandar internasional yang masuk dalam World Amateur Golf Ranking (WAGR) kembali digelar oleh Amateur Golfers Indonesia (AGI). Bertajuk AGI Amateur Championship IX, kompetisi berlangsung selama tiga hari, 7–9 September 2026, di Pondok Indah Golf Course, Jakarta. Seperti penyelenggaraan sebelumnya, AGI Amateur Championship IX yang kali ini diikuti 18 pegolf amatir ini kembali menyajikan persaingan ketat hingga akhir pertandingan.
Persaingan pada putaran final berlangsung sengit. Hingga hole ke-18, tiga pegolf, yakni Ryan Jovan Wijaya (Secure Golf Club), Naufal Abdul Azis Lesmana (Atamora Tehnik Makmur), dan Yujun Cha (Sim’s Golf Academy), memiliki perolehan skor yang sama.
Kondisi tersebut membuat persaingan harus berlanjut ke babak playoff antara Yujun dan Naufal untuk menentukan juara. Dalam situasi penuh tekanan, Yujun mampu menampilkan ketenangan hingga akhirnya mengantarkan Yujun merebut gelar AGI Amateur Championship IX. Gelar tersebut terasa semakin istimewa bagi Yujun. Pegolf kelahiran Korea Selatan itu mencatatkan kemenangan playoff pertama sepanjang karier amatirnya.
“Saya sangat senang dan merasa terhormat dapat memenangkan turnamen ini. Setelah putaran terakhir, saya memiliki skor yang sama dengan Naufal Aziz, sehingga kami harus melakukan playoff. Saya mendapatkan hasil yang baik di babak playoff tersebut,” ungkap Yujun Cha.
Menghadapi babak playoff, Yujun mengaku menerapkan strategi bermain efektif dan berusaha menjaga fokus pada setiap pukulan.
“Untuk babak final, saya bermain aman untuk mengejar par. Ketika mendapatkan kesempatan untuk mencetak birdie, saya harus memanfaatkannya. Jadi, saya sangat fokus melakukan putting agar bisa mencetak birdie,” tambah Yujun.

Tidak hanya menghadirkan kompetisi berkualitas, AGI Amateur Championship IX juga menjadi wadah bagi para pegolf muda untuk menambah pengalaman bertanding sekaligus membuka peluang mendapatkan dukungan dalam perjalanan menuju level yang lebih tinggi.
Salah satu dukungan datang dari Atamora Tehnik Makmur, perusahaan yang bergerak di bidang penyedia suku cadang untuk Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. Atamora memberikan dukungan kepada salah satu pegolf amatir potensial, Naufal Abdul Azis Lesmana.

Perwakilan Atamora Tehnik Makmur, Orlando Robot, mengatakan bahwa pihaknya memiliki perhatian terhadap pembinaan atlet-atlet muda yang memiliki potensi, terutama mereka yang membutuhkan dukungan untuk mendapatkan kesempatan bertanding di berbagai turnamen.
“Kami ingin supaya atlet-atlet junior yang berpotensi mendapatkan support. Kadang-kadang ada yang punya potensi, tetapi tidak punya kesempatan untuk mengikuti turnamen. Jadi, kami melihat track record-nya,” ujar Orlando Robot.
Menurut Orlando, kemampuan bermain bukan satu-satunya faktor yang menjadi pertimbangan. Sikap dan karakter seorang atlet juga menjadi bagian penting dalam menentukan dukungan yang diberikan.
“Yang paling penting untuk seorang pemain junior itu attitude. Attitude itu sudah kelihatan di lapangan, baik secara emosional maupun dari cara dia berkomunikasi dengan yang lain,” ungkap Orlando.

Di sisi lain, ketua sekaligus pendiri AGI, Djonnie Rahmat, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, orang tua, dan para pendukung yang telah berpartisipasi selama tiga hari penyelenggaraan AGI Amateur Championship IX.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh orang tua dan supporter yang telah berpartisipasi selama tiga hari. Kami senang sekali melihat persaingan yang terjadi, terutama playoff antara Yujun dan Naufal,” ungkap Djonnie Rahmat.
Lebih lanjut, Djonnie berharap kegiatan AGI dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan dan menjadi bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kualitas pegolf Indonesia.
“Kami berharap kegiatan AGI ini bisa terus diikuti secara berkelanjutan. Kita sama-sama mendukung para golfer Indonesia agar bisa mencapai standar yang sama dengan standar internasional,” tutup Djonnie.
Melalui penyelenggaraan AGI Amateur Championship IX, Amateur Golfers Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan kompetisi amatir berkualitas sekaligus memberikan ruang bagi pegolf muda Indonesia untuk berkembang, mendapatkan pengalaman bertanding, dan mempersiapkan diri menuju persaingan di level internasional.



