Mimpi Besar untuk Bantu Atlet Nasional Mendunia

Tahun ini Ciputra Golfpreneur Foundation (CGF) resmi berusia 6 tahun. Perjalanan yayasan yang didukung Grup Ciputra tersebut selama 1,5 windu ini telah menghasilkan atlet-atlet golf yang mampu berbicara di level internasional, dan juga menggulirkan kompetisi junior (Ciputra Golfpreneur Junior World Championship) dan profesional (Ciputra Golfpreneur Tournament) yang konsisten berjalan setiap tahunnya. Untuk mengetahui lebih dalam tentang CGF, OB Golf mewawancarai Nararya Ciputra Sastrawinata, Chairman Ciputra Golfpreneur Foundation. Cucu dari tokoh pengusaha Indonesia, almarhum Ir. Ciputra, tersebut memaparkan seluk beluk CGF hingga pencapaian CGF hingga saat ini. Berikut perbincangan menarik dengan sosok pengusaha yang mengagumi Tiger Woods dan kini menyandang handicap 11 tersebut.

Ciputra Golf Foundation (CGF) ini dibentuk pada 3 Maret 2020. Mungkin bisa dijelaskan apa itu CGF

Sebenarnya CGF itu adalah bentuk gagasan yang kita formalkan untuk aktivitas dan support dari Grup Ciputra dan rekan-rekannya untuk mendorong industri golf serta membimbing dan membantu atlet-atlet Indonesia untuk bisa lebih perform di kelas internasional. Jadi, sebenarnya sudah lama sejak lapangan golf kami buka dalam periode tahun 90-an, kami menggelar turnamen-turnamen junior dan kemudian juga turnamen profesional di tahun 2014. 

Nararya Ciputra Sastrawinata, Chairman Ciputra Golfpreneur Foundation. Foto: Yulius Martinus/ OB Golf

Apa sebenarnya ide CGF ini? 

Idenya adalah untuk memberikan kesempatan untuk atlet-atlet Indonesia ini dengan fasilitas yang ada di Damai Indah Golf agar mereka ada kesempatan untuk bertanding dengan rekan-rekan dari luar negeri dan membuka exposure dan wawasan mereka untuk meningkatkan kelas dari level playing-nya mereka.

Setiap foundation kan pasti punya tujuan besar. Tujuan besar CGF itu apa? 

Goal-nya yang paling besar adalah untuk membawa negara kita Indonesia masuk ke dalam kelas internasional untuk olahraga golf. Salah satu target besar yayasan yang kami miliki adalah memiliki atlet yang mampu represent negara dalam Olimpiade. Kami masih terus mengusahakan dan mendorong untuk mencapai goal itu.

Lalu, program-program apa saja yang diterapkan CGF dalam upaya mencapai goal terbesar tadi? 

Kami menjalankan pembimbingan dan memberikan akses dan fasilitas untuk atlet-atlet kami agar bisa latihan dan juga mengikuti turnamen-turnamen yang kami adakan dan juga yang ada di luar negeri. Salah satunya tentunya junior turnamen. Kita mengadakan Ciputra Golfpreneur Junior World Championships yang setiap tahunnya di Damai Indah Golf-PIK Course. Kami lakukan rutin. Tahun lalu event itu diikuti 29 negara (terbanyak di Asia). Jadi, kami melihat pentingnya untuk atlet-atlet kita bertemu dan bertanding dengan teman-teman yang biasanya mereka tidak temukan di local circuit saja. Selain itu, untuk level profesional, kami melakukan pertandingan level ADT (Asian Development Tour), Ciputra Golfpreneur Tournament (CGT)  sejak 2014, di Damai Indah Golf-BSD Course.

Foto: Yulius Martinus/ OB Golf

Bicara soal ADT, mengapa CGF memilih kompetisi itu untuk turnamen profesional?

Kami sengaja memilih level Asian Development Tour agar menjadi stepping stone bagi profesional-profesional Indonesia untuk bisa bertanding ke level yang lebih tinggi. Selanjutnya ke Asian Tour dan juga terus selanjutnya. 

Berapa pegolf yang sudah berada dalam naungan CGF? 

Untuk sekarang, kami men-support 7 tujuh profesional. Enam laki-laki dan satu wanita. Mereka bertanding di beberapa tour level. Ada yang di level tour Indonesia dan juga ada yang sampai Asian Tour. Untuk juniornya, kami ada 15 untuk sekarang ini, campuran antara laki-laki dan perempuannya.

Sebagai anggota CGF, apa benefit yang didapatkan para pegolf ini? 

Salah satunya adalah akses ke fasilitas yang kami miliki di Damai Indah Golf. Akses untuk latihan, bermain. Untuk latihan, kami ada coaches yang bekerja sama dengan Leadbetter Golf Academy. Untuk (bertanding di) turnamen-turnamen luar negeri, kami bisa membantu memfasilitasi untuk transport dan juga akses visa negara-negara tersebut. 

Apakah ada kriteria atau kualifikasi tertentu bagi atlet-atlet yang ingin bergabung dengan CGF?

Kami ada beberapa metode seleksi. Untuk level profesional, kami akan fokus lebih besar kepada performance mereka dan juga visi mereka untuk ke depannya. Kami akan fokus kepada touring pros yang memiliki potensi untuk level up dan meningkatkan level of skill-nya ke level internasional. 

Untuk junior, kami mungkin fokus lebih ke potensi. Kami akan bertemu dengan orang tuanya, kami melihat dari sisi kondisinya sekarang, dari sisi athleticism dan juga mereka apakah melihat olahraga golf sebagai sesuatu yang mereka ingin tekuni. Kami akan memasukkan program pelatihan dan juga monitoring performance ke depannya. 

Sejak mulai beroperasi pada 2020, apakah ada program CGF yang belum terealisasi sampai sekarang? 

Mungkin ada ide yang kami ingin jalan, yaitu program akademi yang lebih formal dan scope-nya lebih besar. Sementara ini kami lebih fokus ke individual athletes, personalized teaching dan improvements. Tapi ke depannya kalau mungkin jumlahnya sudah bisa lebih besar dan kita sudah lebih established, lebih formal akademi untuk menambah jumlah atlet-atlet calon untuk me-represent negara ini yang lebih banyak. 

Dari kacamata CGF, apakah ada kemajuan yang mereka dapat dari sebelum mereka bergabung hingga sesudah bergabung CGF?

Untuk performanya tentunya ada perubahan. Kami melihat dari junior-junior athletes kami, contohnya 2 tahun lalu adalah pertama kali kami berhasil. Turnamennya (Junior World Championship) dimenangkan oleh 2 atlet Indonesia, putra dan putri. Kebetulan, kedua atlet itu adalah para pegolf dari CGF.

Untuk ke depannya, di professional level, kami melihat tahun lalu ada salah satu atlet kita, Naraajie (E. Ramadhan Putra), mendapatkan Asian Tour Card. Ini kita lihat adalah good step untuk ke depan karena perlahan-perlahan kita bisa meningkatkan level of playing-nya atlet-atlet kita. Selain Naraajie, juga ada Kevin yang juga bermain di Asian Tour melalu jalur exemption. Jadi, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, kita melihat progressively kita bisa menaikkan performance level-nya mereka semua. 

CGF ini kan sebetulnya kalau dilihat embrionya dari mimpi besar Alm. Ir. Ciputra, founder Grup Ciputra. Apakah mimpi besar Pak Ci sendiri itu terwujud dengan kehadiran CGF ini? Kalau dilihat dari sejarahnya, Pak Ciputra sudah berpengalaman dan berhasil meningkatkan olahraga badminton melalui yayasannya, Jaya Raya. Mungkin dengan analogi yang sama, golf industry dan golf secara olahraga ini didorong untuk bisa mendapatkan medali dalam kancah Olimpiade. Jadi, kalau Jaya Raya sudah bisa menyumbang beberapa medali emas (melalui atlet-atletnya) untuk negara Indonesia, Pak Ciputra melihat bahwa golf adalah satu kesempatan yang ingin didorong juga. 

Share with

More News

Menangi Drama Playoff, Yujun Cha Catatkan Rekor

Delapan Tahun Berselang, Jonathan Wijono dan Naraajie Kembali Berburu Medali di Asian Games

Dominasi Alit Jiwandana & Tomomi Ishihara Masih Tak Terbendung

Golfusion Golf Tournament 2026: Merangkai Swing, Membangun Koneksi, Membuka Peluang

Digital Edition

COVER AUG-SEP 2026
Agustus - September 2026

Lima Dekade Perjalanan Golf Nasional

COVER JUN-JUL 2026
Juni - Juli 2026

Perjamuan Dua Major Tersulit Musim 2026

APR-MEI 2026-OUTLINED DIGITAL-PAGE-1_page-0001
April - Mei 2026

Kisah AK: Terpuruk, Bangkit & Berjaya

COVER FEB MAR 2026
Februari - Maret 2026

Pertarungan Antara Prestasi dan Cinta