Ketika final putt berhasil masuk, beban Jenny Shin seperti terangkat. Pegolf Korea tersebut akhirnya memenangi gelar pertamanya dalam lebih dari 10 tahun. ISPS HANDA Women’s Scottish Open 2026 yang berlangsung di Dundonald Links, Dundonald, Skotlandia, pada 23-26 Juli itu menjadi trofi keduanya di LPGA setelah 368 percobaan di kompetisi tersebut.
Memasuki putaran akhir dengan total 13-under, Shin yang memimpin sejak putaran pertama belum yakin dengan kemampuannya bakal memenangi turnamen berhadiah total US$2 juta tersebut. Benar saja, ia harus bersusah payah mempertahankan permainannya. Keunggulan 5 pukulan sejak putaran akhir bergulir pun tergerus. Shin yang saat ini berusia 33 tahun tersebut menutup putaran akhir dengan 75, yang membuat totalnya menjadi 9-under. Meski demikian, ia masih bisa memenangi gelar keduanya di LPGA dengan keunggulan 2 pukulan setelah meraih titel pertamanya pada 16 Mei 2016.

“Aku tidak segugup kemarin. Ya, rasanya aku melakukan segalanya dengan salah; pukulan-pukulanku tidak seakurat tiga hari terakhir, dan bola sering masuk ke bunker atau semak-semak—itu sama sekali tidak menyenangkan. Dengan tiga bogey berturut-turut, aku berpikir, ‘Astaga, aku tidak tahu ke mana ini akan berakhir?’ Tapi ya, aku tetap bertahan, jadi aku cukup bangga pada diriku sendiri. Sangat senang,” katanya, seperti dikutip situs Ladies European Tour.”

“Kemenangan pertamaku saat itu sebenarnya tidak terasa seperti kemenangan. Aku merasa tidak pantas mendapatkannya, tapi kemenangan kali ini jelas terasa sangat berbeda. Kali ini aku merasa benar-benar pantas mendapatkannya. Aku telah bekerja keras untuk itu. Aku mulai berlatih bersama pelatih putting-ku empat tahun lalu, dan dia bertanya apa tujuanku. Aku menjawab bahwa aku ingin menang sebelum pensiun, jadi selama empat tahun terakhir ini aku sangat mendambakannya. Aku sangat bersemangat,” ujar Shin.

Shin setidaknya telah membuktikan diri bahwa dirinya masih memiliki kemampuan untuk bersaing dengan pegolf-pegolf elite lainnya. Rekan senegaranya, A Lim Kim, yang bermain luar biasa di putaran akhir, gagal menggusur Shin di puncak leaderboard. Pegolf berusia 30 tahun harus puas berada di posisi kedua dengan 7-under.
“Pukulan saya bagus hari ini, dan semuanya berjalan cukup baik. Namun di beberapa lubang terakhir, seandainya saya berhasil memasukkan putt birdie, saya pasti sudah mendekati kesempurnaan,” kata Kim.

“Kami sudah tahu seberapa kencang anginnya, jadi yang penting bagi saya adalah percaya pada diri sendiri. Saya ingin bermain agresif, tapi itu tidak berhasil, jadi begitulah golf. Kondisi dan kekuatan angin minggu ini mirip dengan minggu depan, jadi ini menjadi persiapan yang baik.”
Pegolf Thailand Pajaree Anannarukarn berada di posisi ketiga dengan 5-under, sedangkan Esther Henseleit (GER) menduduki posisi keempat dengan 4-under.



