Tiga pegolf profesional, yakni Peter Gunawan, Kevin Caesario Akbar, dan Jonathan Wijono menggelar coaching clinic bertajuk “Golf for Good Charity Masterclass” dengan membawa misi besar: menggalang donasi bagi masyarakat yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kalimantan.
Ketiganya memanfaatkan keahlian dan pengalaman mereka sebagai pegolf profesional untuk berbagi ilmu dengan para peserta yang merupakan donatur, sekaligus mengajak komunitas golf ikut memberikan kontribusi bagi mereka yang membutuhkan.

Inisiatif penggalangan dana ini lahir secara spontan dari Wina, teman dekat Peter, ketika para pegolf pro ini sedang mengikuti turnamen The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura 2026 di Gunung Geulis Country Club.
Saat kabar gempa NTT ramai diberitakan, Wina mengusulkan ide sederhana untuk mengadakan sesi les golf singkat selama 15 menit dengan konsep play as you like.
“Awalnya cuma kepikiran bikin rapid lesson 15 menit. Terus setelah ngobrol sama Kevin dan Jowi (panggilan Jonathan), kami merasa kalau melibatkan lebih banyak orang, formatnya harus dibuat lebih rapi,” ujar Wina.

Sesi coaching yang berlangsung pada Jumat (18/9) di driving range Damai Indah Golf – BSD Course tersebut diikuti sembilan peserta yang sudah melakukan donasi. Tak hanya itu, sejumlah donatur yang tidak dapat hadir tetap memberikan donasi sebagai bentuk dukungan hingga berhasil mengumpulkan lebih dari Rp17 juta.
“Banyak yang tidak bisa ikut golf, tapi tetap ingin terlibat dengan berdonasi. Kami bersyukur karena hasilnya melebihi target yang kami bayangkan,” kata Wina.
Selain menjadi ajang penggalangan dana, di acara ini para peserta juga mendapatkan kesempatan belajar langsung dari para pegolf profesional dengan pendekatan yang bersifat personal.
“Setiap pemain punya masalah yang berbeda. Kami banyak berdiskusi dan mencoba memberikan perspektif dari pengalaman kami supaya bisa membantu mereka,” ujar Kevin yang memberikan tip short game seperti putting dan bunker shot.
Sementara itu, Jowi mengisi sesi short game, khususnya teknik chipping dan putting, sedangkan Peter menangani aspek long game.

Bagi para pegolf pro ini, Golf for Good bukan hanya tentang mengumpulkan donasi, tetapi juga menjadi cara membalas dukungan yang selama ini mereka rasakan dari dunia golf.
“Kalau buat kami, kami sudah menerima banyak dari golf. Sekarang bagaimana kami bisa memberikannya kembali ke komunitas, itu yang lebih kami pikirkan,” tutur Peter.
Peter berharap Golf for Good Charity Masterclass tidak berhenti sebagai kegiatan satu kali, melainkan berkembang menjadi platform yang menghadirkan lebih banyak edisi dengan dampak yang semakin besar. “Kami berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut, lebih besar lagi, dan lebih substansial membantu saudara-saudari kita yang terdampak bencana,” pungkas Peter.



