Bulan lalu, tepatnya setelah tampil di Kroger Queen City Championship pada 17 Mei, Haeran Ryu membuat keputusan yang mengejutkan: mundur dari event golf kompetitif. Tidak ada cedera yang perlu direhabilitasi dan perbaikan swing. Di Kroger Queen City, pegolf Korea berusia 25 tahun tersebut bahkan meraih posisi runner up.
Ryu hanya butuh istirahat sejenak dari tekanan pertandingan. Dia pulang ke rumah, menghabiskan waktu bersama keluarga, dan menikmati masakan ibunya. Istirahat itu ternyata memang yang dibutuhkannya.
KPMG Women’s PGA Championship 2026 menjadi event pertama Ryu setelah puas dengan masa off-nya selama lebih dari sebulan. Ia pun langsung menuai gelar major pertamanya dalam event termahal di dunia dengan US$13 juta.

Hebatnya, Ryu tidak menjuarai KPMG Women’s PGA Championship 2026 di Hazeltine National Golf Club pada Minggu (28/6) kemarin dengan satu putaran final yang gemilang. Peraih 3 gelar LPGA itu meraih gelar juara melalui perjuangan dari bawah. Ia menolak untuk membiarkan satu putaran pembuka yang buruk menentukan performa selama 4 hari penuh.
Menorehkan skor 73 (1-over), Ryu tertinggal 10 pukulan dari Yoon, leader putaran pertama dengan 9-under. Ryu tidak terpikir untuk mengangkat trofi. Ia hanya fokus untuk bisa lolos ke akhir pekan. Kemudian, pada putaran kedua, dia berhasil mencatatkan skor terendah di hari itu: 64 (8-under) tanpa bogey, lalu skor 68 (4-under) pada putaran ketiga. Ryu mencatatkan skor terendah dalam 2 putaran: putaran kedua dan ketiga, dan menjadi pemain pertama di kejuaraan ini yang mampu melakukannya sejak Mickey Wright pada 1966.

Putaran akhir memutuskan nasib Ryu sebagai juara KPMG Women’s PGA Championship 2026 setelah berhasil menutup putaran akhir dengan skor 70 (2-under), dan total 275 (13-under). Comeback-nya Ryu ini (dari putaran pertama hingga menjadi juara) menorehkan sejarah sebagai pemain pertama yang memenangkan event major wanita ini setelah tertinggal 10 pukulan atau lebih setelah putaran pertama sejak Carol Mann di Women’s Western Open 1964.
Recovery seperti Ryu itu membutuhkan lebih dari sekadar permainan putting yang apik atau performa pukulan bola yang bagus sepanjang pekan. Itu menuntur mental pemain yang bersedia menerima posisinya saat itu, segera bangkit kembali, dan menghindari satu hari yang buruk berdampak permainan sepenuhnya yang mengecewakan.
“”Kamu tidak punya masalah lain, jadi percayalah pada pukulanmu, percayalah pada caddie-mu, dan percayalah pada dirimu sendiri di lapangan golf,” jelasnya.
“Juara major Haeran Ryu,” katanya. “Ini sungguh luar biasa bagi saya.”

Ina Yoon (KOR) yang sempat mendominasi 2 putaran pertama akhirnya harus puas di posisi runner up. Mencetak skor 70, Yoon berhasil naik ke posisi 2 dengan skor total 277 (11-under). Ia pun memuji keberhasil Ryu.
“Haeran bermain luar biasa hari ini,” kata Yoon.
Sementara itu, Brooke Henderson (CAN) dan Dewi Weber (NED) berbagi tempat di T3 dengan skor 10-under. Tiga pemain Amerika — Allisen Corpuz, Auston Kim, dan Alison Lee — finis di T5, enam pukulan di belakang Ryu. Pegolf No. 1 Dunia Nelly Kordamengakhiri perjuangannya di T8.



