Perkumpulan Akademi Golf Indonesia (PAGI) menggelar turnamen “Junior Masters League Tournament #2” di Gading Raya Padang Golf & Klub pada 23-24 Juni. Diikuti 28 pegolf yang terbagi dalam 4 kelas (A-D putra-putri), turnamen junior yang berlangsung 2 hari tersebut menampilkan pertandingan 54 hole, yang memiliki bobot poin World Amateur Golf Ranking.

Junior Masters League Tournament yang berlangsung di kawasan Gading Raya ini merupakan seri yang kedua. Seri pertama berlangsung pada April lalu. Dua seri ini menjadi putaran kualifikasi untuk Menpora Junior International 2026 yang akan digelar pada 13-15 Oktober nanti.

“Melalui Junior Masters League Tournament, ada 4 pegolf terbaik dari skor gross (semua kelas) langsung lolos ke turnamen besar Menpora Junior International 2026 di Oktober mendatang. Sementara, peringkat 5-8 pun tetap bisa lolos ke event internasional tetapi dengan harga khusus. Namun, yang di luar itu, mereka yang berada di luar itu tetapi mengikuti kualifikasi Junior Masters League Tournament pun bisa tampil di Menpora Junior International 2026 melalui jalur yang berbeda. Karena, event pada Oktober nanti memang tidak menyediakan open registration,” kata Indah Listiani dari PAGI.

Tidak hanya lolos ke turnamen elite internasional pada Oktober nanti, para pemenang Junior Masters League Tournament #2 berkesempatan untuk tampil di The 23rd Sarawak Premier Cup pada 14-17 Juli depan. Top 2 dari total gross (putra dan putri) akan bermain dalam Sarawak Internastional Junior Golf Championship tersebut.

Empat pemenang Junior Masters League Tournament dari 2 seri ini yang akan tampil di Emeralda Golf Club pada Oktober nanti adalah Fadhlan Azzam Atmajah, Danny Lin, Isabella Sudarmanto, dan Andrea Edgina Karoma. Sementara, Fadhlan Azzam Atmajah, Danny Lin, Isabella Sudarmanto, dan Mischa Sutojo berhak terbang ke sana untuk tampil dalam kejuaraan internasional pada pertengahan Juli nanti setelah berhasil menduduki Top 2 gross terbaik (putra dan putri) Junior Masters League Tournament #2.

Menpora Junior International 2026 yang tahun ini memasuki penyelenggaraan 1 dekade tersebut menjadi salah satu turnamen besar yang selalu dibidik para junior di Tanah Air. Namun, untuk pergelaran 1 dekade ini, turnamen yang memperebutkan Piala Menpora tidak melakukan open registration bagi para peserta di Tanah Air. Tahun ini para pegolf junior harus mengikuti kualifikasi melalui Junior Masters League Tournament agar bisa lolos ke kompetisi elite itu.

“Mulai tahun ini kami melakukan kualifikasi untuk Menpora Junior International 2026. Jumlah peserta yang akan tampil di Emeralda nanti dibatasi (88 pegolf) sehingga kami harus menyeleksi pemain lebih ketat. Saat ini kami telah mengundang 20 negara. Sebanyak 40 peserta asing sudah mendaftar. Sisanya kami ambil dari beberapa kategori. Beberapa junior kami undang melalui kategori pemain elite nasional, lalu para partisipan dari Junior Masters League Tournament ini yang kami klasifikasikan melalui beberapa kategori. Nah, sisanya itu pun akan kami ambil dari kategori lain,” jelas Indah.
Pembatasan jumlah peserta ini dimaksudkan agar kompetisi memiliki memiliki level permainan yang ketat. Mereka yang bermain merupakan peserta best of the best. Dengan demikian, kualitas turnamen pun tetap terjaga.



