U.S. Open dan Open Championship akan berlangsung bulan Juni dan Juli ini. Kedua turnamen major terakhir musim 2026 ini diprediksi menjadi event tersulit yang akan dihadapi para peserta.
Mengapa dianggap dua event tersulit? Dua event tersebut kembali berlangsung di dua lapangan yang dianggap sulit dalam masing-masing event major tersebut. Brooks Koepka (U.S. Open 2018) dan Jordan Spieth (Open Championship 2017) yang berhasil menang di dua lapangan tersebut telah merasakan bahwa keberhasilan mereka di situ memang membutuhkan kerja ekstra keras. Meski hasil akhir keduanya memang berbeda, itu tidak menjadi kesimpulan bahwa salah satu lapangan yang dihadapi itu lebih mudah.
Kini, para peserta akan bertanding lagi di Shinnecock Hills Golf Club (U.S. Open 2026) dan Royal Birkdale (Open Championship 2026).

Shinecock Hills Golf Club memang dikenal sebagai salah satu lapangan tersulit untuk pergelaran U.S. Open. Meski sudah dikenal sebagai lapangan sulit, United States Golf Association pun menambah tingkat kesulitan Shinecock Hills Golf Club dengan setup khas untuk perhelatan U.S. Open.
Royal Birkdale pun demikian. The Open mencatat bahwa lapangan yang berdiri pada 1889 tersebut merupakan venue tersulit kedua setelah Carnoustie Golf Links. Jordan Spieth memang berhasil menaklukkannya pada Open 2017 dengan 12-under, tetapi The Open tetap mencatat bahwa keberhasilan Spieth itu pun tidak gampang—selain ia juga sedang berada di puncak permainannya.



