Putaran final Mandiri Ciputra Golfpreneur Junior World Championship 2026 memastikan duo pegolf Thailand menjadi juara untuk 2026 di Damai Indah Golf, PIK Course, Jakarta, Jumat (12/6) kemarin. Parin Sarasmut menorehkan kemenangannya dengan total 204 (12-under) di divisi individual putra. Sementara, Kanyarak Pongpithanon (Thailand) menjadi juara untuk putri dengan 208 (8-under).
Parin mengukir kemenangan keduanya di Mandiri Ciputra Golfpreneur Junior World Championship. Kemenangan pertama diraihnya pada 2023. Tahun lalu ia menjadi runner up setelah dikalahkan pegolf Indonesia Rayhan Abdul Latief.

Meski memimpin jauh dengan total 133 (11-under), Parin tetap harus bekerja keras di putaran akhir. Tiga pegolf, Shinichi Suzuki (PHI), Daichi Hayashi (JPN), Jaehyung Park (KOR), daan Nate Johnson (AUS) memberikan ancaman sepanjang 18 hole pada putaran akhir. Beruntung, ketiganya hanya mampu menyelesaikan hingga total 9-under kecuali Johnson. Pegolf Australia yang berada 1 grup di depan Parin harus puas dengan total 8-under setelah mencetak bogey di hole 18.
Parin sendiri membuka hole awal dengan bogey, meski ia kemudian menorehkan birdie di hole berikutnya. Di back nine, ia berhasil membukukan 3 birdie di hole 11, 12, dan 14 hingga memimpin dengan 14-under. Sayang, dua bogey kemudian dibuatnya dalam 4 hole terakhir, termasuk di hole 18. Menutup putaran akhir dengan skor 71 (1-under), Parin menang dengang skot total 204 (12-under), skor kemenangan yang sama ketika ia pertama kali menjuarai ajang ini.

“Saya sempat mengalami kesulitan di sembilan hole pertama, benar-benar bukan sembilan hole pertama yang saya harapkan. Pukulan kedua saya di hole pertama itu malah masuk ke air, sehingga membuahkan bogey. Tapi saya berusaha untuk kembali fokus dan senang bisa bangkit dan menciptakan birdie di hole 2, lalu mendapatkan sejumlah momentum di sembilan hole terakhir,” kata pegolf berusia 17 tahun tersebut.

Kanyarak Pongpithanon berhasil mengikuti jejak sejumlah pegolf Thailand yang mampu memenangi kejuaraan ini. Mengawali putaran terakhir dengan skor 6-under–tertinggal 1 pukulan dari leader Jennifer Quinn Effendi (INA), pegolf berusia 17 tahun ini berhasil membalikkan keadaan dan memenangi pertarungan dengan pegolf tuan rumah setelah menutup putaran akhir dengan skor 70 (2-under) dan total 208 (8-under).

“Permainan saya hari ini sebenarnya tidak begitu bagus, tapi saya berusaha untuk tetap tenang dan fokus untuk melakukan pukulan demi pukulan,” kata Kanyarak. “Saya merasa luar biasa bangga dan senang, terutama karena tim Thailand bisa memenangkan girls’ dan boys’ overall.”
Tidak hanya di nomor individu, Thailand pun menjuarai nomor beregu. Melalui Parin, Warut Boonrod, Kanyarak, dan Marisa Tojai, tim Thailand mendominasi kategori beregu dengan skor 620, yang diikuti tim Korea (630) dan Indonesia (648).

Pegolf Indonesia Tetap Torehkan Hasil Positif
Setelah sempat memimpin selama dua hari, pegolf Indonesia Jennifer Quinn Effendi harus puas di peringkat T2–bersama dengan Sarah Simei Li (NZL) dan Yunju An (KOR). Ketiganya sama-sama mengumpulkan total 211 (5-under). Pada hari terakhir, Quinn mengukir skor 74 (2-over), setelah sebelumnya mencetak 66 dan 71. Walau belum berhasil menjadi juara, penampilan Quinn yang terbilang muda sangat mengesankan. Di usia yang masih 13 tahun, dia bisa bersaing dengan para pegolf negara lain yang usianya 3-4 tahun di atasnya.

“Saya bersyukur bisa main under dan tidak mengira bisa mendapatkan skor total di bawah par dan dua hari berturut-turut bisa main under. Tapi memang ada rasa kecewa karena seharusnya saya bisa bermain lebih bagus lagi pada putaran final ini,” kata Quinn, pegolf asal Jawa Timur.

Penampilannya di Mandiri Ciputra Golfpreneur Junior World Championship 2026 memberikan pelajaran besar untuk karier golfnya. “Harus tetap tenang ketika mendapatkan hasil yang tidak sesuai dengan ekspektasi kita. Selain itu, saya juga belajar untuk tetap percaya diri untuk bisa terus melangkah ke depan,” ungkap Quinn, yang dinobatkan sebagai Girls Best Promising Indonesian Player. Sementara, Reicher Santoso meraih Boys Best Promising Indonesian Player.



