Singapore Open 2026: Menang Wire-to-Wire & Raih Tiket ke The Open

Singapore Open presented by The Business Times menampilkan drama dalam putaran akhir pada Minggu (26/4) kemarin. Pegolf Korea Jeongwoo Ham berhasil memenangi drama tersebut melalui penampilan yang ekstra keras.

Ham yang memimpin sejak putaran pertama itu memasuki putaran final dengan skor total sementara 13-under, dengan keunggulan 4 pukulan dari Cameron John (AUS). Namun, ternyata perjuangannya di partai akhir turnamen national open yang telah berusia 57 tahun tersebut harus lebih keras dari 3 putaran sebelumnya.

Cuaca di Sentosa Golf Club menjadi “tokoh antagonis” dalam scenario pementasan drama Singapore Open presented by The Business Times. Setelah selama 3 hari panas dan kelembapan yang menyengat menyerang Serapong Course, langit tiba-tiba gelap pada putaran akhir. Pertandingan pun dihentikan pada pukul 11.47 waktu setempat karena kilat dan itu berlangsung selama 3,5 jam. Ham yang baru menyelesaikan 7 hole masih memimpin dengan keunggulan 3 pukulan.

Credit: Graham Uden/Asian Tour.

Ketika dimulai lagi pada pukul 3.30 sore, John menipiskan selisih pukulan (menjadi 1 pukulan) setelah 2 birdie di hole 9 dan 12. Ini tentu saja memberikan tekanan pada Ham. Ham berhasil membukukan birdie back-to-back di hole 13 dan 14. John pun mencetak birdie back-to-back pula.

Setelah sama-sama mencetak par di hole 15, 16, dan 17, Ham berhasil mengunci kemenangan dengan birdie di hole 18. “Jujur saja, aku banyak berkeringat dan merasa tidak nyaman di cuaca panas. Jadi, aku terus berpikir: mainlah dengan cepat, selesaikan saja, dan segera kembali ke hotel,” katanya.

Credit: Graham Uden/Asian Tour.

Ham menutup putaran akhir dengan 68 (3-under), dan total 16-under. Ia mengungguli John dengan 2 pukulan. Ia sendiri mengakui tidak mudah untuk bisa menjuarai Singapore Open presented by The Business Times, meski sudah memimpin leaderboard dalam putaran 54 hole.

“Pukulan putt saya sangat bagus hari ini. Saya kira putter itu menyelamatkan saya sekitar enam pukulan. Untungnya, putter itu bekerja dengan baik dan membantu saya mempertahankan momentum,” kata Ham, yang menjadi pemain kedua Korea yang memenangi turnamen ini.

Credit: Graham Uden / Asian Tour.

Younghan Song merupakan pegolf Korea yang pertama pada 2016 ketika ia mengalahkan pemain nomor satu dunia saat itu, Jordan Spieth dari Amerika Serikat, dengan selisih satu pukulan, juga di The Serapong.

Hasil di Singapore Open mengamankan tiket bagi Ham, dan juga John, untuk bertanding di Open Championship yang akan berlangsung di Royal Birkdale. Singapore Open presented by The Business Times memang menjadi bagian dari Open Qualifying Series.

Credit: Graham Uden/Asian Tour.

Bagi John, meski kecewa gagal menjadi juara, itu bisa ditebus dengan kesempatan tampil di Open Championship. “Perasaan ini sungguh luar biasa,” kata John yang saat ini berusia 23 tahun. “Sejak kecil, saya selalu ingin bermain di turnamen major. Saya pernah hampir berhasil di Australia, jadi bisa datang ke sini dan mewujudkannya sangat berarti bagi saya. Ini adalah sesuatu yang takkan pernah saya lupakan.”

Share with

More News

ASICS Bawa Inovasi Baru Lewat GEL-KAYANO ACE 3

Juarai Chevron Championship, Nelly Korda Balik ke Takhta No. 1 Dunia

Kejurnas Golf Amatir 2026: Para Juara Cetak Rekor Tersendiri

Kejurnas Golf Amatir 2026: Jennifer Makin Kukuh, Randy Melesat ke Puncak

Digital Edition

APR-MEI 2026-OUTLINED DIGITAL-PAGE-1_page-0001
April - Mei 2026

Kisah AK: Terpuruk, Bangkit & Berjaya

COVER FEB MAR 2026
Februari - Maret 2026

Pertarungan Antara Prestasi dan Cinta

Cover DES-JAN 2026
Desember 2025 - Januari 2026

Golf Dunia dalam Genggaman Wanita 22 Tahun

COVER OKT-NOV 2025_page-0001
Oktober - November 2025

Hegemoni Sang No.1 Di Pentas Sejagat