Randy Arbenata Muhamad Bintang kembali membuktikan diri sebagai pegolf terbaik di seantero nasional. Pegolf asal Jawa Barat ini berhasil mempertahankan gelar juara bergengsi di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Golf Amatir Indonesia 2026 di Gunung Geulis Country Club (West Course).
Peluang untuk mempertahankan gelar memang sudah terlihat sejak memulai putaran terakhir pada Kamis (23/4) hari ini. Start putaran final dengan keunggulan 4 pukulan, Randy yang telah mengumpulkan total 2-under dalam 36 hole makin tidak terbendung sejak bermain pada pukul 8.25 pagi tadi. Ia bahkan makin kokoh dengan 4-under usai menyelesaikan front nine dengan 4 birdie dan 2 bogey. Sayang, pegolf berusia 22 tahun ini membuat 1 bogey lagi di back nine, sehingga menuntaskan putaran akhir dengan 70 (1-under) dan total 210 (3-under).

Perolehan total skornya ini tidak mampu dikejar para pesaingnya. Randy meraih trofi Kejurnas Golf Amatir untuk ketiga kalinya dalam tiga tahun berturut. Ia menjadi pemain pertama yang berhasil mengukir 3 gelar juara berturut-turut dalam sejarah Kejurnas Golf Amatir. Prestasi terakhir Randy terukir di West Course Gunung Geulis yang terkenal cukup tricky.
“Sebenarnya challenge-nya Kejurnas kali ini ada di lapangannya, karena lapangannya cukup tricky, terutama di green-nya. Jadi, (saya) berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan low score dengan melawan diri sendiri di lapangan ini,” jelas Randy.

Asyrafa Danish Suryanto, yang sempat memimpin pada putaran pertama Kejurnas Golf Amatir 2026, harus puas berada di posisi kedua. Pegolf asal Jawa Barat mengumpulkan skor total 215 (2-over) dalam 54 hole. Sementara, pegolf Jawa Tengah Christian Amadeus Susanto berhasil merangsek ke posisi ketiga dengan 218 (5-over).
Pertarungan di nomor putri Kejurnas Golf Amatir 2026 justru lebih menegangkan. Jennifer Quinn Effendiyang memimpin leaderboard dalam 2 hari terakhir mendapat perlawanan ketat dari 2 lawannya, Bianca Naomi Laksono dari DKI Jakarta dan Lydia Hawilla Stevany Sitorus (Jawa Barat).

Pegolf asal Jawa Timur tersebut memang tampil kurang baik pada putaran akhir. Selisih 6 pukulan yang dimiliki Jennifer ketika memulai putaran final harus tergerus (7 bogey, 1 double, dan 1 triple bogey dengan 2 birdie) sehingga Bianca dan Lydia Hawilla berhasil menyamai perolehan total skor. Hingga hole 15, skor ketiga pegolf yang berada satu grup tersebut sama, yaitu total 15-over. Namun, di hole 18, Jennifer dan Bianca yang bertahan dengan skor yang sama (15-over) di puncak klasemen, sehingga harus berlanjut play-off.
Di babak play-off, Jennifer mendapat kesempatan untuk memenangi Kejurnas Golf Amatir 2026 setelah Bianca harus menyelesaikan hole pertama tambahan play-off dengan bogey karena mendapat penalti 1 pukulan. Pegolf berusia 13 tahun tersebut menutup play-off dengan even par.

“Ada masalah driver pada hari ini sehingga kena double dan triple. Permainanku sih memang kurang bagus di putaran akhir ini. Beruntung masih bisa bertahan ke play-off. Ketika Bianca kena penalti (di play-off), aku tetap berusaha fokus. Senang sekali bisa menang. Ini pertama kali aku main di Kejurnas,” kata Jennifer.
Debut Jennifer tidak hanya berbuah gelar juara, tetapi juga menorehkan prestasi: sebagai pegolf termuda yang berhasil menjuarai Kejurnas Golf Amatir. Baru menekuni golf pada 2021, Jennifer telah berhasil mencapai prestasi tertinggi dalam karier amatirnya.



