Besok (16/12) Pondok Indah International Junior Golf Championship (PIIJGC) 2025 mulai bergulir di Pondok Indah Golf Course. Edisi ke-12 dari turnamen yang menjadi agenda penting bagi para pegolf tuan rumah Indonesia dan internasional setiap tahunnya.
Tahun ini PIIJGC 2025 menghadirkan 137 pegolf dari 13 negara. Mereka berasal dari Australia, Chinese Taipei, Filipina, Hong Kong, India, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Singapura, Swedia, Thailand, dan United Kingdom, yang akan bersaing dengan pegolf- pegolf junior dari berbagai daerah di Indonesia. Keberadaan PIIJGC yang dianggap penting tentu saja mendorong panitia penyelenggara untuk menyajikan event penutup tahun 2025 yang terbaik. Untuk edisi ke-12 ini, 2 juara bertahan PIIJGC–Kenneth Henson Sutianto (Indonesia) dan Sieun Lee (Korea Selatan)—memastikan kehadiran mereka untuk mempertahankan gelar.

“Kami ingin turnamen ini menjadi grandprix atau puncak dari turnamen-turnamen golf junior yang ada di Indonesia. Kami berharap para peserta dari turnamen ini dapat sukses berlanjut ke jenjang internasional amatir dan profesional,” kata Michael Tjoajadi, Ketua Panitia Penyelenggara Pondok Indah Junior Golf Championship 2025.
PIIJGC memang menjadi salah satu event yang menjadi bucket list para pegolf internasional. Beberapa nama yang kini malang melintas di kompetisi golf dunia pernah merasakan persaingan di PIIJGC. Mereka di antaranya adalah Atthaya “Jeeno” Thitikul yang saat ini merupakan pegolf peringkat satu LPGA Tour. Ia merupakan juara PIIJGC tahun 2017. Lalu, ada Princes Mary Superal (Filipina), juara Pondok Indah Junior International Golf Championship 2014. Keduanya bahkan pernah menjadi juara Simone Asia Pacific yang juga diselenggarakan di Pondok Indah Golf Course pada 2022 dan 2023. Sementara itu, di kelompok putra, Danthai Boonma yang menjadi juara pada tahun 2012 saat ini telah mengoleksi 2 gelar di Asian Tour dan 1 gelar Asian Development Tour.

PIIJG merupakan bentuk nyata komitmen Pondok Indah Golf Club dan pengelola Pondok Indah Golf Course untuk mendorong perkembangan pegolf junior Indonesia dan negara-negara lain. Saat ini pegolf-pegolf junior Indonesia sudah dapat bersaing di berbagai turnamen internasional.
“Selain banyak yang mulai sukses di turnamen-turnamen internasional amatir dan profesional, saya juga sangat gembira banyak pegolf junior kita yang mendapatkan beasiswa di universitas- universitas bergengsi di Amerika Serikat dan mereka mewakili kampusnya bermain di NCAA.
Tentu saja pegolf Indonesia kita saat ini juga memiliki kans yang bagus untuk sukses di golf profesional Indonesia. Itu semua tergantung seberapa keras mereka berjuang,” jelas Michael yang saat ini juga menjabat sebagai Chairman Pondok Indah Golf Course.
PIIJGC bahkan pernah melahirkan dua juara putra-putri dari Tanah Air, yaitu Rayhan Abdul Latief (putra) dan Elaine Widjaja (putri) pada 2023 serta Amadeus Christian Sutanto dan Lydia Hawila Stevany Sitorus pada 2019. Beberapa nama pegolf Indonesia yang menjuarai PIIJGC adalah Jonathan Wijono (2017), Kentaro Nanayama (2016), Alexander Valentino (2014), dan Fadli Rahman Soetarso (2013).
Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia (PB PGI), badan golf amatir nasional, memandang PIIJGC sebagai event penting dalam kalender event nasional. Oleh karena itu, PB PGI berharap ada juara-juara baru dari PIIJGC ini. “Kami berharap pegolf-pegolf junior Indonesia dapat kembali menjadi juara. Turnamen ini merupakan salah satu turnamen yang harus dimanfaat untuk mendapatkan pengalaman berkompetisi dengan para pegolf junior dari berbagai negara,” kata Sony Muhammad Hassan, Wakil Ketua Umum PB PGI.

Erry Arsyad selaku Direktur Pondok Indah Golf Course menyatakan pihaknya selalu memberikan dukungan penuh untuk perkembangan golf junior Indonesia. “Kami memastikan kondisi lapangan selalu dalam keadaan terbaik, sehingga turnamen ini semakin kompetitif. Kami berharap seluruh pegolf yang ikut Pondok Indah International Junior Golf Championship 2025 dapat menikmati permainan mereka dan mendapat pengalaman yang mengesankan di lapangan kami,” kata Erry.
Lapangan yang didesain oleh Robert Trent Jones, Jr ini merupakan tuan rumah Indonesia Open tahun 2015-2023, 2025, Simone Asia Pacific Cup 2022 dan 2023, Asian Games 2018, dan World Cup 1983.



