Menjelang gelaran SEA Games 2025 yang akan berlangsung di Thailand, Tim Nasional Golf Indonesia memasang target ambisius: dua medali emas.
Target ini bukan tanpa alasan. Sejak 2001, golf menjadi salah satu cabang olahraga (cabor) yang kerap menyumbang medali dalam setiap gelaran SEA Games. Sebanyak 3 medali emas, 6 perak, dan 11 perunggu telah dimenangkan di ajang multievent regional ini.
Di edisi terakhir SEA Games ke-32 di Kamboja dua tahun lalu, Tim Merah Putih berhasil menyumbang medali perak dari nomor beregu putri dan medali perunggu dari nomor beregu putra. Tahun ini, target tersebut dinaikkan signifikan. Hal ini dikonfirmasi oleh Manajer timnas golf Indonesia Adi Saksono yang mengungkapkan bahwa sektor beregu masih menjadi andalan, meski peluang emas di nomor individu juga terbuka.
“Kita sudah atur semuanya sejak Februari. Dari turnamen apa saja yang harus diikuti sampai simulasi di Putra Cup. Dari situ kita bisa menargetkan sesuatu. Insya Allah kali ini kita berani menargetkan emas,” ujar Adi.
“Randy kemarin di ASEAN Cup, Best Gross dengan gap hampir 6 stroke dari lawan. Peluang emas di individu itu ada. Tinggal mental dan fisiknya,” tambahnya.

Sementara itu, Program Pelatihan Nasional (Pelatnas) sendiri sudah dilakukan PB PGI sejak awal tahun untuk memastikan para atlet mencapai puncak performa tepat saat SEA Games berlangsung. Try-out juga dilakukan lewat event regional hingga partisipasi di ajang-ajang bergengsi seperti Women’s Amateur Asia-Pacific Championship, Southeast Asian Amateur Golf Team Championship, hingga Singha Thailand Amateur Open. Semua ini menjadi bagian dari pemantapan teknik, ketahanan fisik, dan mental bertanding.
“Pelatnas kali ini dibagi menjadi dua tahap, yakni pelatnas desentralisasi, dimana atlet berlatih di klub masing-masing namun tetap dipantau oleh pusat (PB PGI-red) dan Training Center terpadu dimana seluruh atlet dikumpulkan untuk latihan bersama satu bulan penuh sebelum keberangkatan,” ungkap Pelatih timnas golf Alga Topan.
Terkait latihan terpadu sebelum keberangkatan, PB PGI menggelar Training Center (TC) di Sedayu Indo Golf dan Damai Indah Golf – PIK Course, yang memiliki karateristik mirip dengan venue pertandingan, Siam Country Club Rolling Hills, yang berlokasi di Chon Buri, Thailand. Kedua venue dipilih karena karakter lapangannya yang menuntut akurasi presisi, angin yang kerap berubah arah, serta green cepat yang menguji ketenangan dan kontrol pemain, sesuai dengan kondisi yang akan dihadapi timnas di Thailand.
Beberapa atlet yang mengikuti TC adalah Randy Arbenata, Amadeus Christian Sutanto, Kenneth Henson Sutianto, dan Asa Najib Bhakti di bagian putra. Di bagian putri ada Bianca Naomi Laksono, Sania Talita Wahyudi, Rayi Geulis Zullandari, dan Thea Jessica Tan. Sementara dua atlet lainnya, Rayhan Abdul Latief dan Elaine Widjaja, tidak dapat bergabung karena komitmen akademik mereka.
Alga mengungkapkan bahwa persaingan di regional masih akan didominasi Thailand, disusul Vietnam, Singapura, Filipina, dan Malaysia. Namun dengan persiapan matang, Indonesia diyakini mampu bersaing ketat.
“Kondisi atlet sekarang di TC masih adaptasi, tapi optimisme itu ada. Mereka sudah melewati try-out panjang dengan hasil yang menjanjikan. Target emas realistis,” kata Alga.
Dengan persiapan intens, evaluasi ketat, serta optimisme dari jajaran manajemen dan pelatih, Timnas Golf Indonesia siap bertarung habis-habisan di Thailand, memburu dua emas yang menjadi target besar pada SEA Games 2025 yang akan digelar di Siam Country Club Rolling Hills, Chon Buri, Thailand, mulai 11-14 Desember besok.



