Jeeno Thitikul adalah sebuah fenomenal di kompetisi golf dunia saat ini. Mulai bertualang di kancah Eropa dengan peringkat No. 275 Dunia di awal 2021, kini pegolf berusia 22 tahun tersebut kembali menduduki takhta elite dunia, dan telah bertahan selama 18 pekan hingga akhir November kemarin.
Ketika mulai beredar di LPGA Tour pada awal 2022, Jeeno Thitikul datang dengan CV yang bagus: juara Order of Merit Ladies European Tour 2021. Debut Jeeno yang baru setahun menjalani status profesionalnya di kompetisi Eropa tersebut berakhir dengan hasil yang memuaskan untuk seorang rookie. Pegolf Thailand yang waktu itu berusia 18 tahun tersebut berhasil mencapai finis 14 kali Top 10, 7 di antaranya berada di Top 3 (dengan raihan dua gelar juara).
Jeeno memang tidak harus menunggu lama untuk bisa settle di kompetisi wanita terpada di dunia tersebut. Mengawali debut di LPGA pada Januari 2022, Jeeno sudah berada di posisi No. 19 Dunia. Ia hanya perlu 2 bulan untuk bisa menyabet gelar perdana (JTBC Classic) pada 24 Maret 2022. Peringkatnya pun melonjak ke posisi 5 Dunia di akhir Maret. Enam bulan kemudian, Jeeno menambah koleksi gelarnya (Walmart NW Arkansas Championship). Posisinya pun makin mantap di no. 3.
Akhir Oktober 2022 Jeeno telah menyandang status “Ratu Golf Dunia” setelah menduduki takhta No. 1 Dunia, menggusur Jin Young Ko (KOR) yang berada di posisi tersebut sejak 31 Januari 2022. Lompatan yang sangat jauh bagi remaja berusia 19 tahun tersebut.
Meski hanya berada di puncak selama seminggu, yang kemudian tergeser ke posisi kedua setelah Nelly Korda naik ke No. 1, Jeeno telah mencatatkan diri sebagai pegolf ke-16 yang berhasil menduduki kursi No. 1 Dunia. Ia pun menjadi pemain kedua Thailand yang berhasil membukukan prestasi itu setelah Ariya Jutanugarn pada 2017.

Sebagai rookie, ia menjadi pegolf kedua yang bisa mencapai ranking 1 dunia setelah Sung Hyun Park (Korea) pada November 2017-2019. Sementara, merujuk pada usia, Jeeno (19 tahun, 8 bulan, dan 11 hari) merupakan pegolf kedua setelah Lydia Ko (17 tahun, 9 bulan, dan 9 hari) yang berhasil menduduki puncak Rolex Ranking.
“Ini berarti sangat banyak bagi tim, keluarga, supporter, dan diri saya sendiri. Merupakan sebuah kehormatan mendapati nama saya berada di atas di antara nama-nama besar dalam golf,” kata Jeeno, seperti dikutip LPGA. “Adalah yang sangat spesial bisa mencapai puncak, tetap lebih sulit untuk mempertahankannya. Saya masih perlu banyak belajar dari para legenda dan para pegolf saat ini saat on dan off the course. Saya akan terus bekerja keras untuk keluarga, tim, fan, dan negara saya.”
Dua gelar LPGA telah memberikan Jeeno sebuah trofi lagi bernama “Louise Suggs Rolex Rookie of the Year”. Hingga akhir musim 2022, Jeeno telah membukukan 15 kali finis Top 10 dari 27 penampilannya di LPGA, dan hanya 1 kali missed the cut.
Pencapaian Jeeno ini sebenarnya tidak mengejutkan jika merujuk ke belakang. Sejak berkarier di amatir, prestasi Jeeno memang sudah luar biasa. Mantan pegolf amatir No. 1 Dunia ini malang melintang di kompetisi amatir dunia. Ia bahkan bisa mengukir rekor sebagai juara termuda (berstatus pegolf amatir) yang memenangi LET Thailand Championship (turnamen profesional internasional) di usia 14 tahun pada 2017, dan yang kemudian dimenanginya lagi pada 2019. Wonder teen saat itu telah bertransformasi menjadi wonder woman saat ini.





