Hegemoni Sang No. 1 Dunia di Jagat Dunia

Scottie Scheffler kini menguasai peta golf dunia. Hegemoni pegolf No. 1 Dunia saat ini belum tergoyahkan. Hal ini memang tidak terlepas pada konsistensi dan determinasi permainan Scheffler dalam setiap event apa pun. 

Kalender PGA Tour musim 2025 belumlah berakhir. Peraih PGA Tour Player of the Year tahun ini pun belum diumumkan. Namun, sebagian besar pengamat umumnya sepakat bahwa pemenang Jack Nicklaus Award, trofi bergengsi untuk PGA Tour Player of the Year, kemungkinan besar akan jatuh pada genggaman Scottie Scheffler.

Tidak dapat dipungkiri bahwa Scheffler mendominasi musim 2025, dengan mengukir 5 gelar juara—termasuk 2 titel berkelas major, hingga FedEx Cup 2025 selesai. Hingga saat ini, pegolf berusia 29 tahun tersebut masih menduduki posisi puncak di PGA Tour money list. Prestasi-prestasi tersebut menempatkan Scheffler sebagai nomine kuat untuk mendapatkan penghargaan bergengsi bagi pegolf terbaik di PGA Tour. Ending yang kembali membahagiakan Scheffler, dan mengukuhkan statusnya sebagai pegolf No. 1 Dunia.

Scheffler sebenarnya memulai petualangan di musim 2025 dengan kekacauan. Beberapa hari sebelum berencana berangkat ke The Sentry, turnamen pembuka musim di Hawaii, pegolf elite dunia saat ini terluka parah di tangannya saat memasak.

Scottie Scheffler di the 153rd Open. Foto: Stuart Franklin | R&A via Getty Images

“Saya tidak bisa menggerakkan tangan saya terlalu banyak,” kata Scheffler, seperti dikutip pgatour.com. “Saya tidak benar-benar tahu seberapa parah kerusakannya.”

“Kecelakaan” yang sebenarnya terlihat sepele ini tidak urung harus mengorbankan jadwal bertanding Scheffler selama sebulan. Namun, ketika kembali ke Tour, Scheffler menunjukkan dominasinya seperti yang ditampilkan pada musim 2024. Ia bahkan bisa meninggalkan jauh Rory McIlroy yang juga difavoritkan untuk menggoyang takhta No. 1 Dunia. Scheffler terlalu kuat untuk digoyang. 

“Ini tahun yang sangat istimewa,” kata Scheffler, menggambarkan dominasinya di musim ini. 

Meski tidak berhasil berhasil menjuarai FedExCup yang menjadi grand prize dari seluruh event sepanjang musim, Scheffler telah mengoleksi 5 gelar juara, yaitu THE CJ CUP Bryon Nelson, PGA Championship, Memorial Tournament presented by Workday, Open Championship, dan BMW Championship. Penghargaan Player of the Year tinggal menunggu waktu untuk diserahkan kepada Scheffler. Pemenang Jack Nicklaus Award ditetapkan melalui pemilihan yang dilakukan rekan-rekan pegolf di PGA Tour. 

Musim 2024 merupakan tahun pembuktian Scheffler dalam mendominasi kompetisi terpadat dan terketat di dunia: PGA Tour. Ia menutup musim 2024 dengan catatan prestasi yang gemilang: juara di 7 event PGA Tour, medali emas dalam Olimpiade Paris 2024, dan memenangi gelar FedEx Cup. Tidak mengherankan jika Scheffler berhak mendapatkan trofi PGA Tour Player of the Year 2024. Dengan meraih Jack Nicklaus Award (trofi PGA Tour Player of the Year) tahun lalu, Scheffler berhasil mengukir rekor 3 kali berturut-turut dalam memenangi Award, menyamai rekor Tiger Woods yang mencetak prestasi yang sama pada 2005-2007.

Foto: Stuart Franklin | R&A via Getty Images

Tahun 2025 ini menjadi pengukuhan bagi Scheffler sebagai salah satu legenda terbesar dalam sejarah golf dunia ini. Jika tahun sebelumnya Scheffler dianggap belum layak disandingkan raksasa golf sebelumnya, yaitu Tiger Woods, kini ia bisa disejajarkan dengan peraih 16 gelar major. Meski bukan dalam perolehan gelar major, yang masih terlalu jauh jika dibandingkan dengan Tiger, Scheffler telah menunjukkan konsistensi dan dominasinya dalam 3 musim sebelumnya. Ia pun melanjutkan hegemoninya di musim ini dengan raihan 5 gelar juara tersebut. 

Keberhasilan Scheffler di musim ini memang tidak lepas pada improvement permainannya. Ia berhasil mengatasi kelemahan utamanya di awal musim, yaitu putting. Atas saran pelatih putting-nya, Phil Kenyon, Scheffler mengubah diri dari seorang pengguna putter yang tidak stabil menjadi seorang jago putting. Ini bisa dilihat pada statistik Strokes Gained (putting) yang tadinya peringkat 77 di 2024 kini menempati peringkat ke-20. Scheffler juga memimpin TOUR dalam SG: Off the Tee dan Approach to the Green, yang menciptakan trisula mematikan Scheffler dalam pencapaian dominasinya tersebut.

Meskipun mencapai musim yang luar biasa, Scheffler mengawalinya dengan jalan yang tidak mulus. Cedera tangan membuatnya absen pada bulan pertama musim ini dan mengganggu performanya saat kembali, karena dia harus menghilangkan karat pada permainannya dan menyesuaikan kembali tubuhnya setelah sebulan istirahat. Namun, Scheffler bisa mengejar ketertinggalannya dan mampu tampil luar biasa di AT&T Pebble Beach Pro-Am berhasil finis di posisi kesembilan dan di The Genesis Invitational dengan ketiga. Namun, jika dibandingkan dengan prestasi di 2024 dengan raihan 9 gelar juara, hasil tersebut belum memenuhi dengan ekspektasi Scheffler.

Meski demikian, Scheffler tetap bangga dengan pencapaiannya. “Jika melihat 2022, itu adalah tahun saya meraih kemenangan pertama dan gelar mayor pertama,” kata Scheffler. “Itu adalah tahun yang menjadi tonggak penting bagi saya; pada 2023, saya konsisten sepanjang tahun. Saya tidak mendapatkan banyak kemenangan yang saya harapkan pada tahun itu, tetapi saya finis di posisi tinggi hampir setiap minggu, yang menurut saya sangat menantang untuk dilakukan. Lalu, jika melihat tahun lalu, saya berhasil memanfaatkan banyak peluang, dan saya pikir saya menang sembilan kali dalam kalender tahun lalu. Jadi itu adalah tahun yang sangat istimewa. Melihat tahun ini, ada beberapa event major dan beberapa acara besar PGA TOUR. Ini adalah tahun yang sangat bagus lagi bagi saya. Saya memberi diri saya beberapa kesempatan untuk menang dan berhasil memanfaatkannya. Setiap kali Anda memiliki tahun di mana Anda bisa memenangi beberapa turnamen major, saya pikir itu adalah tahun yang sangat istimewa.”

Scottie Scheffler dan Shane Lowry. Foto: Getty Images

Jika menarik garis ke belakang lagi, Scheffler memulainya dari bawah sekali. Awal Januari 2019, pegolf yang saat itu masih berusia 23 tahun tersebut hanya berada di No. 1490 Dunia. Ia bahkan gagal lolos cut di turnamen pertamanya musim itu. Namun, 3 tahun kemudian, tepatnya akhir Maret 2022, Scheffler telah menduduki takhta No. 1 Dunia usai memenangi World Golf Championships-Dell Technologies Match Play, yang merupakan titel ketiganya pada musim itu

Di usia 25 tahun tersebut, Scheffler menjadi pegolf keenam yang bisa menjadi pemain No. 1 Dunia. Ia bergabung bersama Tiger, Jordan, Rory McIlroy, Justin Thomas, dan Jon Rahm. Namun, untuk jangka waktu pencapaian menjadi No. 1 Dunia itu, Scheffler berada di belakan Tiger dan Jordan Spieth. Tiger dan Jordan membutuhkan start sebagai pro lebih pendek untuk mencapai posisi top tersebut. Tiger menyelesaikan start ke-21 untuk menjadi pegolf No. 1 Dunia, sedangkan Jordan memerlukan 77 turnamen. Scheffler sendiri menyelesaikan 92 turnamen untuk mencapai posisi elite dunia. 

Kini, Scheffler tidak akn berhenti untuk terus menorehkan rekor demi rekor. Ini menjadi era-nya Scheffler seperti halnya Tiger yang menjadi dominan di masanya. Pertanyaannya saat ini adalah siapa yang bisa menggusur hegemoni sang penguasa No. 1 Dunia. 

(Penulis: Yulius Martinus/ OB Golf)

Share with

More News

DP World Tour Dituding Lakukan “Pemerasan”

HSBC Women’s World Championship: Hannah Green Raih Trofi Ketujuh LPGA

HSBC Women’s World Championship: Duo Australia Sukses Gusur Pemuncak 36 Hole

Program Ramadan ala Riverside Golf Club

Digital Edition

COVER FEB MAR 2026
Februari - Maret 2026

Pertarungan Antara Prestasi dan Cinta

Cover DES-JAN 2026
Desember 2025 - Januari 2026

Golf Dunia dalam Genggaman Wanita 22 Tahun

COVER OKT-NOV 2025_page-0001
Oktober - November 2025

Hegemoni Sang No.1 Di Pentas Sejagat

Screenshot 2025-08-13 003040
Agustus - September 2025

Ada Apa dengan Collin Morikawa