Putaran kedua SJM Macao Open 2025 menjadi milik Sarit Suwannarut asal Thailand. Pegolf berusia 27 tahun tersebut menunjukkan kelasnya sebagai salah satu pegolf elite Asian Tour setelah membukukan skor 63 (7-under-par)—yang merupakan skor terendah sepanjang 2 putaran tersebut–pada Jumat sore ini. Hasil itu tentu saja mendongkrak nama Sarit ke puncak leaderboard SJM Macao Open 2025, menggusur Ding Wenyi dan Gunn Charoenkul yang sempat memimpin di putaran pertama.
Sarit memimpin dengan skor total 128 (12-under). Skor 7-under memang tidak terlepas dari penampilan gemilang juara Indonesian Masters 2022 tersebut sepanjang hari Jumat siang ini di Macau Golf & Country Club, 6 birdie dan 1 eagle di hole penutup putaran kedua Sarit dengan 1 bogey. Ini tentu saja menjadi permainan gemilang di tengah perjalanannya dalam musim 2025-nya yang kurang bersinar dengan posisi 34 di Asian Tour Order of Merit.

“Saya pikir hari ini semuanya tentang putting,” tambahnya.
“Meskipun saya melakukan tiga putt pukulan dua kali, saya tetap membuat banyak pukulan birdie. Saya melewatkan satu pukulan dari jarak hampir 1 meter, tapi selain itu saya bisa menyelesaikan semuanya, jadi putterlah yang menjaga momentum saya tetap berjalan.
“Tentu saja, saya tidak pernah mengubah rencana saya (untuk Sabtu besok). Jika saya punya kesempatan untuk bermain agresif, saya akan selalu agresif. Maksud saya, Anda harus berkomitmen pada pukulan dan kemudian memukul. Pukulan buruk tetap pukulan buruk, jadi saya akan tetap pada rencana saya.”

Sarit sementara unggul 3 pukulan dari Wocheng Ye (CHN), yang juga menyodok ke posisi kedua dengan skor total 131 (9-under). Tiga birdie di 3 hole mengantarkan Ye ke posisi elite klasemen SJM Macao Open 2025. Ia kembali menjadi perhatian publik golf setempat seperti yang ditunjukkannya pada 2012 ketika menjadi pegolf termuda yang bermain di Volvo China Open.
“Ini akan menjadi momentum yang baik menjelang dua putaran berikutnya. Saya pikir semua club bekerja dengan baik, terutama pukulan putt saya, jadi semoga saya bisa terus berlanjut,” kata Ye, yang menjadi profesional lima tahun lalu dan telah bermain di China dan Canadian Tour, dengan dua gelar juara di China Tours pada 2021.

Rekan senegaranya yang juga mantan teman kuliah Ye, Bobby Bai, pun membuka peluang untuk terus mengukir prestasi dalam 2 hari terakhir setelah menduduki posisi T3. Bai berbagi tempat dengan Jack Thompson (AUS), Brett Rankin (AUS), Dominic Foos (GER), dan Siddikur Rahman (BGD), yang sama-sama mengumpulkan skor 132 (8-under).
Sementara itu, Jonathan Wijono menjadi satu-satunya pegolf Indonesia yang lolos cut di SJM Macao Open 2025 dari 3 pemain Tanah Air (Peter Gunawan dan Gabriel Hansel Hari) yang berlaga di Macao Golf & Country Club. Sempat mengumpulkan 3-under hingga hole 17, Jowi—demikian Jonathan akrab disapa—harus menutup putaran kedua dengan skor total 2-under setelah bogey di hole penutup.

Meski demikian, Jowi berhasil lolos cut setelah batas cut ditetapkan pada 139 (1-under). Jowi bersama 66 pegolf lainnya akan melanjutkan permainan mereka di 2 hari terakhir. Ini menjadi keberhasilan pertama Jowi di Macao Open setelah debutnya tahun lalu gagal lolos cut.
“Hari ini berat banget. Saya baru bisa birdie di hole 18 (Jowi start dari hole 10). Sejak hari pertama sebenarnya pukulan saya solid, Cuma puttingnya bermasalah. Jadi, nggak masuk-masuk. Hari pertama, pace control-nya miss. Hari ini miss di rhytm-nya. Jadi, temponya kurang pas. Banyak peluang terbuang. Tough day sih. Tapi, puji Tuhan, lolos,” kata Jowi.



