Tim Eropa berhasil mengukir sukses kelima dalam menjuarai Ryder Cup di kandang Amerika Serikat. Kemenangan tersebut ditentukan dengan keberhasilan Shane Lowry yang berhasil menahan imbang Russel Henley di hole akhir.
Nomor terakhir Ryder Cup 2025 di Bethpage Black Golf Course sejatinya mempertandingkan 12 partai singles. Namun, Viktor Hovland dari Eropa mengalami cedera sehingga hanya 11 partai yang bergulir. Kedua tim terlebih dulu berbagi poin: ½ setelah Hovland mundur yang mengakibatkan Harris English dari AS pun tidak turun.
Dengan skor sementara 11½-4½ untuk keunggulan Eropa, AS yang tertinggal 7 poin memang harus tampil habis-habisan di partai terakhir. Setelah mendapat tambahan ½ poin, AS tinggal mencari 6½ poin dari 11 partai yang dimainkan pada Minggu malam tadi.

Ambisi untuk mengejar poin memang ditunjukkan di lapangan. Cameron Young, Justin Thomas, dan Scottie Scheffler langsung menyumbangkan poin bagi tuan rumah setelah menggulingkan Justin Rose, Tommy Fleetwood, dan Rory McIlroy. Eropa sempat mencuri ½ poin melalui Matt Fitzpatrick yang dapat ditahan imbang Bryson DeChambeau.
Eropa kembali mendapatkan 1 poin melalui Ludvig Aberg yang mengandaskan perlawanan Patrick Cantlay dengan 2&1. Namun, AS kembali menambah poin dari Xander Schauffele yang mengejutkan bisa menumbangkan Jon Rahm dengan skor telak 4&3, lalu disusul J.J. Spaun yang menghempaskan Sepp Straka 2&1. Kedudukan sementara 13½-11 untuk keunggulan Eropa.

Eropa berharap pada Lowry yang masih tertinggal 1 down ketika memasuki hole 18. Namun, pegolf asal Irlandia tersebut berhasil menjawab tanggung jawab besar yang dipikulnya dengan mampu memasukkan poin penentu keberhasilan tim Eropa. Dari jarak 5,5 meter, Lowry berhasil memasukkan bola sekaligus memastikan kemenangan Eropa. Selang 15 menit kemudian, Hatton yang mengamankan poin ½ pun mengunci keberhasilan tim benua biru dalam 3 hari pertarungan beregu dunia setelah AS mengambil 1 poin melalui Ben Griffin yang mengalahkan Rasmus Hojgaard dengan 1 up.
“Saya merasa sangat beruntung bisa mengalami hal-hal luar biasa dalam permainan ini,” kata Lowry, yang merayakan pukulan penentuannya tersebut dengan kegembiraan yang tak terkendali sebelum akhirnya menangis. “Itu adalah dua jam terberat dalam hidup saya, jujur saja. Saya benar-benar tidak percaya pukulan itu masuk.”

Pujian pun langsung ditujukan kepada Kapten Luke Donald, yang berhasil membawa tim Eropa meraih kemenangan bersejarah kelima di kendang AS, Bethpage Black, dua tahun setelah kemenangan Eropa di Roma. Meskipun proses menuju kemenangan pada Minggu itu membuat semua pemain dan juga para penonton tim Eropa, Donald berhasil mencapainya. Ia bergabung dengan Tony Jacklin (1985, 1987) sebagai kapten kedua Eropa yang meraih kemenangan berturut-turut. Tidak mengherankan jika kapten AS Keegan Bradley pun menyebut Donald sebagai kapten yang terbaik sepanjang masa.
“Saya berhadapan dengan tim yang luar biasa, dan menurut saya, dia adalah kapten Ryder Cup Eropa terbaik sepanjang masa, Luke Donald,” kata Bradley.



