Matt Killen akhirnya menjuarai Ciputra Golfpreneur Tournament 2025 di Damai Indah Golf, BSD Course, Sabtu (23/8) kemarin. Pegolf Inggris ini berhasil mengatasi persaingan dengan dua pegolf, Steve Lewton (ENG) dan Ho, Yu-Cheng (TPE), yang membuntutinya sejak putaran pertama dimulai. Killen menutup putaran akhir dengan 68 (4-under-par). Hasil itu sudah memenanginya di turnamen ADT berhadiah total US$150 ribu dengan total skor 263 (25-under).
“Jujur saja, saya tidak benar-benar tahu bagaimana perasaan saya saat ini, tapi jelas saya senang dan puas bisa menyelesaikannya,” kata Lewton.
“Saya tidak tahu apa yang terjadi (di leadervoard) kecuali posisi Steve (Lewton) dan Freddie (Ho Yu-cheng) di grup saya, karena papan skor yang dibawa. Saya tidak tahu apakah ada orang di grup lain yang mencetak skor rendah atau tidak, jadi saya berusaha tidak memikirkannya.

“Ketika saya memukul bola ke green (18), saya tahu itu mungkin sudah cukup. Kemudian, ketika saya sampai di green, Robbie (caddy Lewton) bertanya apakah saya ingin tahu skornya. Dia berkata, ‘Anda memiliki keunggulan dua pukulan.’ Jadi pada saat itu saya tahu saya bisa melakukan tiga pukulan dan itu masih akan baik-baik saja, yang sebenarnya membantu saya sedikit pada pukulan itu.
Ini menjadi kemenangan pertama Lewton di panggung ADT sejak bergabung di kompetisi ini pada 2014. Tidak menjadi juara, Lewton pun mencetak rekor skor kemenangan terendah di kompetisi ADT sejak sirkuit ini mulai bergulir pada 2010.
“Di awal karier saya, saya tidak pernah tahu apakah saya akan menang. Pada tahun pertama saya di ADT, saya bermain di 16 turnamen dan gagal lolos ke babak selanjutnya di 15 event. Terkadang Anda bertanya-tanya apakah Anda akan pernah berhasil. Tapi saya tahu performa saya sedang bagus tahun ini, mencetak banyak skor rendah di berbagai tour, jadi saya tahu saya sudah dekat. Senang rasanya akhirnya bisa menyelesaikannya.

“Saya pasti mulai lebih percaya diri. Itu membutuhkan kerja keras dan waktu. Secara keseluruhan, saya berusaha memperbaiki permainan saya sedikit demi sedikit di semua aspek, setiap saat. Saya tidak pernah merasa permainan saya naik dan turun — saya selalu merasa bahwa saya secara bertahap menjadi lebih baik.
“Saya tidak bisa menunjuk satu hal spesifik. Saya merasa sedikit lebih baik di segala hal. Saya selalu merasa bahwa pikiran saya adalah aset terbesar saya, tapi satu hal yang belum pernah saya manfaatkan dengan baik. Sekarang saya merasa semakin baik dalam hal itu. Masih ada jalan panjang yang harus ditempuh, tapi saya terus berkembang,” tambahnya.
Killen mengungguli Tawit Polthai dari Thailand yang menyodok ke posisi 2 dengan skor 267 (21-under). Sedangkan, posisi T3 ditempati Shariffudin Arifin (MAS), yang mencetak skor terbaik pada putaran terakhir dengan mencetak skor 62 (10-under), dan Angelo Que (Filipina) dengan skor masing-masing 268 (20-under).

Dengan kemenangan ini, Killen makin fokus untuk kembali meraih kartu Asian Tour-nya. Musim lalu ia kehilangan kartu tour tersebut sehingga harus kembali bertualang di ADT.
“Tujuannya adalah untuk mendapatkan kembali kartu Asian Tour saya setelah kehilangannya tahun lalu, jadi kita lihat dulu di mana posisi kita dan lanjutkan dari sana. Prioritas saya adalah bermain di Asia, dan tentu saja fokus pada Asian Tour untuk kembali ke sana setelah kehilangan kartu saya tahun lalu.
“Ini bukan hanya tentang kemenangan. Saya masih merasa bahwa apakah saya menang hari ini atau tidak, itu tidak akan mengubah cara saya memandang permainan saya dan hal-hal yang sedang saya kerjakan. Tapi ini adalah validasi yang bagus bahwa saya sedang melakukan hal yang benar,” katanya.

Kevin Caesario Akbar menjadi pemain terbaik Indonesia dari 4 pegolf yang lolos cut. Pegolf yang berada di bawah Ciputra Golf Foundation (CGF) mengumpulkan skor 274 (14-under). Dengan hasil itu, dia menempati peringkat T22 bersama dengan Hoho Yue (YPE), Ye Wocheng (China), dan Chang -Tai Sudson (Thailand).
“Happy banget karena belum pernah bawa pulang piala dari turnamen ini. Dulu ada kesempatan untuk jadi best amateur, tapi ternyata, kalau tidak salah, tersusul sama Tirto tahun 2015 atau 2016, terus juga pernah punya kesempatan untuk bisa best Indonesian, tapi waktu itu George bisa main lebih bagus di 2022. Akhirnya, bisa bawa pulang piala best Indonesian minggu ini,” kata Kevin yang hari ini mencetak 6 birdie dan tanpa bogey.

Kevin menyebut level persaingan pada Ciputra Golfpreneur Tournament 2025 ini jauh lebih tinggi. Skor para pemain yang berpartisipasi semakin bagus, yang terlihat dari banyaknya pemain yang mencetak skor di bawah par. Tidak mengherankan juga jika batas cut off ada pada 5-under.
“Kalau menurut saya sih memang field-nya makin strong dan pemain-pemainnya banyak yang improve. Terakhir kalinya saya bermain dengan Matt Killen ada pada satu atau dua bulan lalu di Vietnam. Permainannya kurang lebih mirip saya, tapi setelah itu dia bisa banyak improve, terlihat dari penampilannya minggu ini. Selain dia, saya melihat banyak pemain-pemain yang improve juga,” jelas Kevin.
Kegembiraan juga diungkapkan oleh Budiarsa Sastrawinata, pendiri Ciputra Golfpreneur Foundation (CGF) yang juga menjabat sebagai Presiden Direktur Damai Indah Golf terhadap penyelenggaraan Ciputra Golfpreneur Tournament 2025 edisi ke 10 ini.

“Kita bergembira karena pada edisi kesepuluh ini dihadiri peserta dari berbagai negara yang menunjukkan prestasi yang sangat baik. Kita juga bergembira karena empat orang pegolf Indonesia berhasil lolos cut meskipun cut off-nya cukup rendah, yaitu 5-under. Tiga atlet Indonesia, termasuk tiga atlet Ciputra Golfpreneur Foundation lolos cut. Semoga selanjutnya atlet-atlet CGF prestasinya meningkat terus dan nantinya bisa menjadi juara,” tutur Budiarsa.
Sementara Jonathan Hartono yang juga atlet CGF menyabet gelar amatir terbaik dengan perolehan skor 283 (5-under). Ini menjadi prestasi back-to-back bagi lulusan Harvard University di ajang Ciputra Golfpreneur Tournament 2025.



