Marcus Lim Pimpin Klasemen Putaran Kedua

Putaran kedua yang berlangsung Kamis (21/8) menjadi pembuktian para pimpinan leaderboard dalam menetapkan posisi mereka di Ciputra Golfpreneur Tournament 2025. Namun, sayang jadwal siang harus menyisakan 21 pegolf yang harus melanjutkan putaran keduanya pada pagi hari ini, Sabtu (22/3), setelah sirine berbunyi pukul 17.58 WIB karena cuaca sudah gelap.

Marcus Lim menyodok ke posisi atas klasemen Ciputra Golfpreneur Tournament setelah mencetak skor 65 back-to-back. Dengan total 130 (14-under), pegolf Malaysia ini memimpin puncak leaderboard dengan keunggulan 1 pukulan.

“Pukulan saya dalam dua hari terakhir sedang bagus, drive saya bagus dan saya bisa menempatkan bola di posisi yang bagus. Secara umum memang pukulan saya biasa-biasa saja, hanya saja banyak putting yang masuk, dan saya kira itulah kuncinya di sini karena banyak green yang sulit di lapangan ini. Saya beruntung saja banyak putting yang masuk dalam dua hari ini,” kata Marcus tentang penampilannya yang membuahkan delapan birdie dan satu bogey pada babak kedua.

Pegolf yang baru setahun berstatus profesional ini mengaku kondisi di Kuala Lumpur, tempat tinggalnya, tidak jauh berbeda dengan Jakarta sehingga tidak sulit baginya untuk menyesuaikan diri. “Cuacanya sangat mirip, jenis rumputnya juga cukup mirip, jadi rasanya nyaman bermain di Jakarta, rasanya hampir seperti di rumah sendiri,” ujarnya.

Marcus hanya unggul 1 pukulan, dibayang-bayangi 2 pegolf yang berada di posisi T2: Matt Killen (ENG) dan Steve Lewton (ENG). Ditambah lagi, Ho, Yu-Cheng (TPE) yang mengumpulkan skor 12-under. Ini tentu saja membuat persaingan di moving day pada Sabtu ini lebih ketat.

Setelah 21 pegolf menyelesaikan sisa putaran kedua pagi tadi, batas cut off yang tadinya berada pada 4-under naik ke 5-under. Hal ini membuat 4 pegolf Indonesia yang berada di 4-under gagal lolos cut. Ini menyisakan empat pegolf profesional Indonesia yang lolos cut off.

Mereka adalah Kevin Caesario Akbar, Naraajie Emerald Ramadhanputra, Peter Gunawan, dan Jonathan Hartono, yang menjadi satu-satunya pemain amatir yang lolos.

“Mindset sebelum bertanding di dua hari ini sih Cuma main seperti biasa saja, tidak ada target. Memang puttingnya lagi cukup bagus. Dua hari ini banyak short putt yang bagus, rolling-nya juga bagus. Dua minggu terakhir ini banyak l atihan putting dan kebetulan juga ada beberapa alat sensor putting yang baru datang, jadi cukup membantu untuk tahu apa kelemahan saya. Jadi so far happy sama game-nya. Semoga bisa nambah lagi under-nya di dua hari terakhir,” kata Kevin yang menjadi pegolf Indonesia yang mencetak skor total terendah (7-under) dibandingkan 3 pegolf lain yang lolos cut.

Kebahagiaan juga disampaikan oleh Jonathan Hartono. “Rasanya menyenangkan mengingat ajang ini diselenggarakan oleh Ciputra Golfpreneur Foundation dan digelar di lapangan yang sudah saya mainkan sejak kecil. Sungguh berarti bisa lolos cut di lapangan tempat saya berlatih sejak usia 10 tahun,” kata dia.

Sebelum memulai putaran ini Jonathan sempat mematok target bermain setidaknya 3 di bawah par. Beruntung mahasiswa Harvard ini bisa melampaui targetnya tersebut, sekaligus memastikan diri tidak hanya kembali lolos cut, tapi juga menjadi pemain amatir terbaik.

 

Sepuluh besar sementara putaran kedua

130 – Marcus Lim (MAS) 65-65

131 – Matt Killen (ENG) 66-65, Steve Lewton (ENG) 61-70

132 – Ho Yu-cheng (TPE) 66-66

133 – Charles Potter (USA) 67-66

134 – Tawit Polthai (THA) 67-67

Share with

More News

DP World Tour Dituding Lakukan “Pemerasan”

HSBC Women’s World Championship: Hannah Green Raih Trofi Ketujuh LPGA

HSBC Women’s World Championship: Duo Australia Sukses Gusur Pemuncak 36 Hole

Program Ramadan ala Riverside Golf Club

Digital Edition

COVER FEB MAR 2026
Februari - Maret 2026

Pertarungan Antara Prestasi dan Cinta

Cover DES-JAN 2026
Desember 2025 - Januari 2026

Golf Dunia dalam Genggaman Wanita 22 Tahun

COVER OKT-NOV 2025_page-0001
Oktober - November 2025

Hegemoni Sang No.1 Di Pentas Sejagat

Screenshot 2025-08-13 003040
Agustus - September 2025

Ada Apa dengan Collin Morikawa